Bigmo Diperiksa Polda Metro Jaya, Dugaan Pelibatan Anak dalam Konten Jadi Sorotan

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:47 WIB
Bigmo menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelibatan anak dalam konten promosi. (BTV/AI)
Bigmo menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait dugaan pelibatan anak dalam konten promosi. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pemeriksaan Bigmo berkaitan dengan dugaan pelibatan anak dalam promosi produk melalui siaran langsung.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kreator konten Muhammad Jannah alias Bigmo diperiksa penyidik Polda Metro Jaya pada Senin, 10 Agustus 2026, terkait dugaan pelibatan anak dalam promosi produk melalui siaran langsung. 

Perkara ini menarik perhatian karena menyentuh isu perlindungan anak di ruang digital. Pemeriksaan tersebut juga menjadi perkembangan baru setelah konten yang dipermasalahkan mendapat perhatian publik dan pemerintah.

Mengapa Bigmo Dipanggil Polda Metro Jaya?

Polda Metro Jaya memanggil Bigmo untuk memberikan klarifikasi mengenai konten siaran langsung yang diduga melibatkan anak dalam kegiatan promosi.

Keterangan yang dihimpun menyebut pemeriksaan dilakukan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, menyampaikan bahwa pemeriksaan merupakan tindak lanjut dari laporan informasi serta pengaduan masyarakat terkait konten tersebut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut penyelidikan dilakukan setelah muncul perhatian terhadap promosi produk yang melibatkan anak dalam siaran langsung.

Baca Juga: BABYMONSTER Tampil di SBS Gayo Daejeon Summer 2026, Aksi Panggung Jadi Sorotan 

Pemeriksaan Masih Berada dalam Tahap Klarifikasi

Kehadiran Bigmo di Polda Metro Jaya perlu dibaca sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Artinya, pemeriksaan tersebut belum otomatis menunjukkan seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan perkembangan perkara selanjutnya.

Apa yang Disampaikan Bigmo Saat Diperiksa?

Setelah menjalani pemeriksaan, Bigmo memberikan penjelasan mengenai siaran langsung yang menjadi perhatian penyidik.

Dalam keterangannya, Bigmo menyebut keterlibatan anak dalam kegiatan tersebut terjadi secara spontan. Ia juga membantah adanya unsur tertentu yang dituduhkan kepadanya.

Sementara itu, laporan mengenai pemeriksaan terbaru menyebut Bigmo dicecar sekitar 40 pertanyaan oleh penyidik terkait dugaan eksploitasi anak tersebut.

Keterangan dari pihak Bigmo menjadi bagian dari proses klarifikasi yang nantinya akan dibandingkan dengan informasi serta bukti lain yang dimiliki penyidik.

Mengapa Kasus Ini Menjadi Perhatian Publik?

Persoalan ini bukan sekadar mengenai seorang kreator konten yang dipanggil polisi.

Kasus tersebut mempertemukan popularitas siaran langsung, keterlibatan anak, aktivitas promosi, serta tanggung jawab kreator ketika membuat konten yang dapat ditonton publik.

Pemerintah sebelumnya memang memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui kebijakan turunan PP TUNAS.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 mengatur perlindungan anak pada platform digital berisiko tinggi.

Kebijakan tersebut juga menetapkan pembatasan akun bagi anak di bawah 16 tahun pada sejumlah platform digital berisiko tinggi secara bertahap.

Konteks ini membuat penggunaan anak dalam konten digital menjadi perhatian yang semakin serius.

Platform Digital Juga Memiliki Aturan Perlindungan Anak

Perkembangan kasus Bigmo turut terjadi setelah platform digital mengambil tindakan terhadap konten yang dipersoalkan.

Laporan mengenai tindakan YouTube menyebut konten terkait telah dihapus setelah mendapat perhatian pemerintah dan dinilai melanggar kebijakan keselamatan anak.

Informasi mengenai sanksi platform tersebut perlu dibedakan dari proses hukum kepolisian.

Penghapusan konten merupakan tindakan berdasarkan kebijakan platform, sedangkan pemeriksaan polisi merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang memiliki tahapan tersendiri.

Perbedaan ini penting agar publik kada langsung menyamakan tindakan platform dengan keputusan hukum terhadap seseorang.

Bagaimana Perkembangan Kasus Bigmo Selanjutnya?

Untuk saat ini, perhatian utama berada pada hasil penyelidikan Polda Metro Jaya.

Polisi masih perlu menilai keterangan yang diperoleh dari pemeriksaan, mencocokkannya dengan laporan masyarakat, serta memeriksa alat bukti yang tersedia.

Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Bigmo telah terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan pemeriksaan tersebut.

Publik juga perlu membedakan antara dugaan, proses penyelidikan, dan hasil penegakan hukum agar pemberitaan mengenai kasus ini tetap proporsional.

Baca Juga: Ketok Mejik Bikin Tarra Budiman Nostalgia Belajar Komedi Bareng Para Komika

Poin Penting:

Insight Redaksi

Kasus Bigmo menunjukkan bahwa konten spontan tetap membawa tanggung jawab ketika melibatkan anak dan kepentingan komersial. Popularitas bukan alasan untuk mengabaikan batas perlindungan anak. Bagi kreator, momen ini jadi pengingat bahwa ruang digital punya konsekuensi nyata. Bubuhan pembuat konten perlu makin teliti memilih siapa yang dilibatkan dan bagaimana konteksnya disajikan.

Kreator sebaiknya menempatkan perlindungan anak sebagai pertimbangan utama sebelum konten direkam, bukan setelah muncul persoalan.

Kalau info ini terasa penting, bagikan jua ke kawalan ikam supaya makin banyak yang memahami persoalan ini secara utuh.

Ikuti terus perkembangan kasus Bigmo dan berita digital lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa Bigmo yang diperiksa polisi?

Bigmo merupakan nama yang digunakan Muhammad Jannah, seorang kreator konten dan streamer.

2. Kapan Bigmo diperiksa Polda Metro Jaya?

Bigmo menjalani pemeriksaan pada Senin, 10 Agustus 2026.

3. Mengapa Bigmo diperiksa?

Pemeriksaan berkaitan dengan dugaan pelibatan anak dalam konten promosi melalui siaran langsung.

4. Apakah Bigmo sudah dinyatakan bersalah?

Belum. Pemeriksaan merupakan bagian dari proses penyelidikan dan belum berarti seseorang terbukti melakukan tindak pidana.

5. Apa perkembangan terbaru kasus tersebut?

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti untuk menentukan perkembangan penanganan perkara.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Bigmo konten promosi polda metro jaya