Durasi Baca: 8 menit
Topik: Perjalanan Rizwan Fadilah mengatasi kecanduan gim sekaligus membangun rasa percaya diri di dunia hiburan.
Ikhtisar: Rizwan Fadilah membagikan pengalaman menghadapi kecanduan gim saat pandemi, penurunan prestasi sekolah, hingga proses menjadi pribadi yang lebih percaya diri melalui musik dan podcast.
Balikpapan TV - Hai Ces! Rizwan Fadilah atau yang akrab disapa Njan mengungkap perjalanan hidupnya saat menjadi bintang tamu dalam podcast Raditya Dika. Putra komedian Sule itu bercerita tentang masa ketika kecanduan bermain gim membuat prestasi sekolahnya merosot sebelum akhirnya berhasil mengubah kebiasaan tersebut.
Obrolan ini bukan sekadar soal gim atau dunia hiburan. Ada cerita tentang proses bertumbuh, belajar mengatur waktu, hingga menghadapi rasa minder yang selama ini jarang terlihat di depan kamera. Menarik disimak sampai tuntas, Ces!
Baca Juga: Okin Absen dari Wisuda Anak, Sindiran Rachel Vennya Picu Perdebatan Publik
Apa yang Membuat Rizwan Fadilah Sampai Kecanduan Bermain Game?
Perjalanan itu bermula ketika pandemi COVID-19 mengubah pola belajar menjadi daring. Di saat yang sama, berbagai gim PC sedang berada pada masa populer sehingga waktu bermainnya semakin sulit dikendalikan.
Rizwan mengaku mulai mengenal Discord dan membangun pertemanan baru melalui komunitas gim. Dari sana, kebiasaannya bermain terus meningkat hingga menghabiskan waktu hampir sepanjang hari.
Menurutnya, gim yang paling membuatnya larut saat itu adalah GTA Roleplay, kemudian berlanjut ke Valorant yang akhirnya menjadi gim favoritnya.
Ia mengingat masih sering bermain hingga dini hari bahkan menjelang pagi. Kondisi tersebut membuat jam tidur berantakan dan berdampak langsung terhadap kegiatan belajar.
Dalam podcast tersebut, Rizwan juga mengingatkan para pemain gim agar tetap mampu mengatur waktu. Ia mengaku pengalaman pribadinya menjadi pelajaran penting agar hiburan tidak berubah menjadi kebiasaan yang merugikan.
"Ini buat teman-teman semua yang main game, tolong kurangin lah ya maksudnya harus ingat waktu," ujar Rizwan Fadilah.
Mengapa Nilai Sekolah Rizwan Fadilah Sempat Turun Drastis?
Perubahan kebiasaan selama sekolah daring menjadi penyebab utama prestasi akademiknya menurun.
Rizwan menceritakan bahwa dirinya kerap begadang karena bermain gim. Saat mengikuti kelas daring, ia bahkan beberapa kali tertidur ketika proses pembelajaran berlangsung.
Ia juga mengungkapkan pernah mencari cara agar tetap terlihat mengikuti kelas melalui kamera Zoom, padahal sebenarnya sedang tidur atau bermain gim.
Akibatnya, nilai pelajaran terus merosot. Posisi peringkatnya di sekolah pun turun hingga berada di bagian bawah.
Momentum itu menjadi titik balik setelah Sule mengetahui hasil rapor anaknya.
Rizwan mengenang sang ayah yang rutin datang saat pembagian rapor sekaligus membuat vlog. Saat mengetahui nilai anaknya turun drastis, Sule langsung memberikan teguran keras.
Meski awalnya mengira kemarahan itu hanya bagian dari konten, Rizwan akhirnya menyadari kondisi akademiknya memang benar-benar memprihatinkan.
Sejak saat itu, ia mulai mengurangi intensitas bermain gim dan kembali fokus pada sekolah.
Baca Juga: Juan Bongkar Rahasia Bisnis Emas, Peran Kritis Eve Justru Selamatkan Banyak Keputusan
Bagaimana Sule Mendorong Rizwan Keluar dari Zona Nyamannya?
Bukan hanya soal pendidikan, Sule juga menjadi sosok yang mendorong Rizwan untuk mulai tampil di depan publik.
Awalnya, Rizwan sama sekali tidak memiliki keinginan menjadi pembawa acara. Aktivitasnya saat itu hanya membuat vlog dan mengunggah video cover lagu.
Kesempatan menjadi host datang ketika Sule mengajaknya mengisi program bersama.
Ajakan pertama justru ditolak beberapa kali karena Rizwan merasa gugup berbicara di depan kamera.
Namun Sule terus meyakinkan putranya agar memiliki bekal pengalaman dan kemampuan bekerja sejak muda.
Percakapan tersebut akhirnya membuat Rizwan bersedia mencoba menjadi host meski diliputi rasa takut.
Pengalaman itu kemudian menjadi titik awal berkembangnya kemampuan komunikasi yang kini mulai dikenal publik.
Baca Juga: Catheez Masak Ramen di Korea, Momen Sekamar Bareng Vior dan Maiden Penuh Candaan
Mengapa Rizwan Mengaku Sangat Pemalu?
Di balik aktivitasnya sebagai musisi, kreator konten, sekaligus gamer, Rizwan mengaku dirinya sebenarnya termasuk pribadi yang sulit berinteraksi dengan orang baru.
Ia mengatakan lebih nyaman berada di lingkungan kecil dibandingkan harus memulai percakapan dengan banyak orang.
Bahkan saat menghadiri podcast bersama Sule, ia sempat merasa kesulitan karena harus bertemu tamu berbeda setiap hari tanpa mengetahui siapa yang akan datang.
Dalam sehari, ia bisa menjalani hingga enam episode podcast.
Situasi tersebut memaksanya belajar mendengarkan, mencari momen berbicara, dan membangun komunikasi secara spontan.
Menurut Rizwan, latihan yang berlangsung terus-menerus akhirnya membantu dirinya berkembang sedikit demi sedikit.
Ia juga mengaku sering menonton kembali hasil rekaman atau memperhatikan cara orang lain berbincang sebagai bahan belajar.
Raditya Dika dalam kesempatan yang sama mengaku bisa memahami kondisi tersebut karena pernah mengalami pengalaman serupa ketika harus memulai percakapan dengan orang asing.
Percakapan keduanya kemudian berkembang menjadi diskusi ringan mengenai rasa canggung, kekhawatiran dianggap mengganggu orang lain, hingga pengalaman masa remaja saat mulai mengenal lawan jenis.
Baca Juga: Catheez, Vior, dan Maiden Mukbang di Korea, Ini Momen Tak Terduga
Musik Menjadi Jalan Rizwan Membangun Kepercayaan Diri
Selain dunia gim, Rizwan juga menaruh minat besar pada musik sejak kecil.
Ia rutin membuat video cover lagu yang kemudian perlahan membuka kesempatan tampil di depan publik.
Meski masih merasa pemalu, musik menjadi media yang membuatnya lebih percaya diri dibandingkan harus langsung berbicara di hadapan banyak orang.
Rizwan juga mengungkap pernah menolak tawaran kerja sama bernilai besar karena belum siap tampil dalam konsep promosi yang ditawarkan.
Keputusan itu diambil bukan karena nilai pekerjaan, melainkan karena ia belum merasa nyaman.
Seiring bertambahnya pengalaman, terutama melalui podcast, musik, dan berbagai aktivitas di industri hiburan, Rizwan mulai membuka diri terhadap tantangan baru.
Baginya, proses tersebut masih terus berjalan hingga sekarang.
Poin Penting:
- Rizwan Fadilah pernah mengalami kecanduan bermain gim saat pandemi.
- Discord dan komunitas gim membuat waktu bermainnya semakin panjang.
- Prestasi sekolah menurun akibat sering begadang dan kurang fokus belajar.
- Sule menjadi sosok yang mendorong Rizwan kembali disiplin.
- Podcast bersama Sule membantu Rizwan mengatasi rasa pemalu.
- Musik menjadi salah satu sarana membangun kepercayaan diri di depan publik.
Insight Redaksi: Kisah Rizwan Fadilah menunjukkan bahwa tantangan anak muda hari ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan kemampuan mengendalikan waktu dan membangun karakter. Pengalaman ditegur orang tua hingga berani mencoba peran baru menjadi pengingat bahwa perubahan sering dimulai dari momen yang sederhana. Kada semua proses terasa nyaman, tapi justru dari situ perkembangan muncul. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengambil pelajaran, Ces. Terus ikuti kisah inspiratif, dunia hiburan, dan cerita yang dekat dengan kehidupan anak muda hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa penyebab Rizwan Fadilah kecanduan bermain game?
Ia mengaku mulai sering bermain gim saat pandemi setelah aktif di Discord dan komunitas game online.
2. Game apa yang paling sering dimainkan Rizwan?
Rizwan menyebut GTA Roleplay dan terutama Valorant sebagai gim yang paling banyak dimainkan.
3. Apa dampak kecanduan game terhadap sekolah?
Prestasi akademiknya menurun karena sering begadang, mengantuk saat kelas daring, dan kurang fokus belajar.
4. Bagaimana Rizwan mulai mengatasi rasa pemalu?
Ia belajar melalui pengalaman menjadi host podcast bersama Sule serta terus berlatih berkomunikasi.
Sumber Informasi: Artikel ini diadaptasi dari tayangan YouTube Raditya Dika, dengan wawancara bersama Rizwan Fadilah (Njan). Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.