Durasi Baca: 8 menit
Topik: Mengulas Perjuangan Kiesya Alvaro dan Makna Film Tumbal Proyek
Ikhtisar: Artikel ini membahas kisah perjuangan Kiesya Alvaro sejak kecil, proses riset mendalami peran dalam Tumbal Proyek, serta pandangannya mengenai moral, pendidikan, dan isu tumbal proyek.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kiesya Alvaro mengungkap perjalanan hidup yang tak biasa, dari menjadi tulang punggung keluarga sejak kecil hingga melakukan riset langsung sebagai pekerja proyek demi mendalami perannya dalam film Tumbal Proyek.
Bubuhan ikam yang penasaran seperti apa sisi lain Kiesya di balik layar, simak sampai akhir. Banyak cerita yang mungkin kadada terpikir sebelumnya, Ces!
Artikel ini disusun berdasarkan percakapan dalam kanal YouTube Raditya Dika berjudul "Ngaduk Semen Demi Tumbal Proyek", yang menampilkan obrolan mendalam bersama aktor dan penyanyi Kiesya Alvaro.
Baca Juga: Kenny Austin Bela Amanda Manopo dari Body Shaming Saat Hamil
Apa yang Membentuk Kiesya Alvaro Sejak Kecil?
Kiesya mengaku dorongan bekerja muncul dari kondisi ekonomi keluarga setelah perceraian orang tuanya. Pada usia sangat muda, ia justru menawarkan diri untuk membantu.
Ia mengatakan bahwa masa kecilnya tidak hanya diisi rekaman lagu dan syuting sinetron, tetapi juga tanggung jawab besar terhadap keluarga.
"Ekonomi sulit itu berasa banget... Jadi dulu aku yang bayarin kontrak 7 tahun, listrik segala macam, beli mobil, jalan-jalan semuanya ya alhamdulillah dari aku, dari sinetron itu dan nyanyi ya." — Kiesya Alvaro.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa karier hiburan bagi Kiesya bukan sekadar popularitas. Ada kebutuhan nyata yang harus dipenuhi.
Bagaimana Kiesya Menjalani Sekolah di Tengah Jadwal Syuting?
Sekolah tetap berjalan meski aktivitas syuting padat. PR dikerjakan di lokasi. Materi ulangan dipelajari di sela pengambilan gambar.
Kiesya bahkan meminta bantuan lawan main yang berperan sebagai orang tua di sinetron untuk mengajarinya belajar.
Nilainya, menurut pengakuannya, tetap aman dan cukup untuk naik kelas hingga SMA.
Rutinitas semacam itu membentuk kedewasaan yang berbeda dibanding teman seusianya. Ia merasa lebih nyaman berdiskusi dengan orang-orang yang lebih tua karena topik pembahasannya lebih luas.
Baca Juga: ITZY Siap Comeback Mei 2026, Formasi Lengkap Jadi Sorotan
Mengapa Riset Tumbal Proyek Dilakukan Sampai Ngaduk Semen?
Kiesya memilih melakukan observasi langsung terhadap pekerja proyek. Reading film berlangsung sekitar tiga minggu, dan waktu itu dimanfaatkannya untuk belajar detail pekerjaan konstruksi.
Ia mendatangi lokasi pembangunan dan meminta izin memperhatikan proses kerja.
"Jadi bukan yang misalkan cuma datang terus foto eh gua udah riset nih, enggak beneran nyoba berapa jam beneran kerja ngaduk semen, nyemen apa nempel-nempel-nya gitu." — Kiesya Alvaro.
Bahkan, ia mengaku baru memahami beratnya pekerjaan tersebut setelah mencobanya sendiri.
Menurutnya, bagian paling melelahkan justru proses mengaduk semen karena komposisi air dan bahan harus tepat.
Pelajaran yang Didapat dari Para Pekerja Proyek
- Kekuatan fisik pekerja proyek tidak bisa dianggap sederhana.
- Detail teknis kecil menentukan hasil pekerjaan.
- Empati tumbuh ketika merasakan langsung pekerjaan orang lain.
Pengalaman itu membuatnya merasa bersyukur atas profesi yang dijalaninya saat ini.
Apa yang Ingin Disampaikan Film Tumbal Proyek?
Film Tumbal Proyek memang mengangkat folklor mengenai isu tumbal dalam pembangunan. Namun, menurut Kiesya, lapisan ceritanya jauh lebih kompleks.
Ada drama keluarga, benturan keyakinan, konflik moral, dan pertanyaan mengenai sisi gelap manusia.
"Film ini juga menggambarkan betapa mengerikannya manusia yang tidak memiliki moral kompas. Bagaimana ketika manusia diberikan kekuatan absolut yang dia bisa melakukan apapun." — Kiesya Alvaro.
Bagi Kiesya, ancaman terbesar dalam cerita bukan sekadar unsur supranatural.
Justru tindakan manusia yang menghalalkan segala cara menjadi bagian paling menakutkan.
Bagaimana Pandangan Kiesya tentang Tumbal Proyek?
Sebagai pemeran Yuda, Kiesya memiliki pandangan pribadi terkait isu tersebut.
Ia memisahkan antara cerita film dan keyakinannya sendiri.
"Kalau aku sebagai pemerannya aku lebih percaya bahwa tumbal proyek itu adalah alibi atau propaganda penguasa setempat untuk menutupi kasus pembunuhannya aja." — Kiesya Alvaro.
Pernyataan ini muncul dalam konteks diskusi mengenai klenik yang masih dipercaya sebagian masyarakat.
Pandangan tersebut bukan klaim fakta, melainkan opini pribadi Kiesya berdasarkan sudut pandangnya sebagai pemeran film.
Baca Juga: Kesaksian Suami Heni Sagara Ungkap Dampak Dugaan Fitnah Skincare di Persidangan
Mengapa Kiesya Ingin Kuliah Fikih di Al-Azhar?
Di tengah kesibukan syuting, Kiesya tetap menyimpan target pendidikan.
Ia berencana melanjutkan kuliah ke Universitas Al-Azhar, Mesir, dengan mengambil jurusan Fikih.
Menurutnya, ilmu tersebut memiliki manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari.
"Fikih itu kan yang hukum yang mengatur kita dari bangun tidur sampai tutup mata lagi, yang bisa aku aplikasikan di keluargaku nanti di keluarga kecilku gitu." — Kiesya Alvaro.
Untuk mewujudkan rencana itu, ia memilih menabung agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga selama masa kuliah.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan keluarga tetap menjadi prioritas utama.
Apa Target Besar Kiesya dalam Dunia Akting?
Kiesya mengakui memiliki ambisi memperoleh penghargaan akting.
Baginya, penghargaan merupakan bentuk validasi terhadap kualitas kerja yang dibangun melalui proses panjang.
Namun, target itu tidak membuatnya terburu-buru.
Ia memilih menikmati proses, memperkaya portofolio, dan terus belajar dari setiap proyek yang dijalani.
Peran karakter disabilitas menjadi salah satu tantangan akting yang ingin dicobanya suatu saat nanti dengan persiapan matang.
Poin Penting:
- • Artikel ini bersumber dari transkrip video YouTube Raditya Dika berjudul Ngaduk Semen Demi Tumbal Proyek.
- • Kiesya Alvaro mulai bekerja sejak kecil untuk membantu kondisi ekonomi keluarga.
- • Ia tetap menjalani pendidikan formal hingga SMA di tengah kesibukan syuting.
- • Riset film Tumbal Proyek dilakukan dengan terjun langsung mempelajari pekerjaan konstruksi.
- • Film tersebut mengangkat isu moral manusia, bukan hanya unsur horor.
- • Kiesya memiliki cita-cita melanjutkan studi Fikih di Universitas Al-Azhar.
Insight redaksi: Dari sudut pandang Balikpapan, cerita Kiesya memperlihatkan bahwa profesionalisme lahir dari kemauan memahami realitas orang lain. Riset lapangan hingga ikut mengaduk semen bukan sekadar strategi promosi film. Ada penghargaan terhadap profesi yang kerap luput mendapat sorotan. Di kota industri seperti Balikpapan, kerja keras pekerja lapangan adalah pemandangan sehari-hari. Kadang dianggap biasa. Padahal, memahami keringat di balik pembangunan dapat mengubah cara memandang banyak hal, nah itu sudah.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang mengikuti dunia perfilman Indonesia. Siapa tahu, ada sudut pandang baru yang ikut terbuka, Ces!
FAQ
- Siapa narasumber dalam video ini?
Kiesya Alvaro dalam perbincangan bersama Raditya Dika. - Apa judul video sumber transkrip?
Ngaduk Semen Demi Tumbal Proyek di kanal YouTube Raditya Dika. - Film Tumbal Proyek mengangkat tema apa?
Folklor tumbal proyek, konflik keluarga, moralitas, dan drama spiritual. - Mengapa Kiesya melakukan riset pekerja proyek?
Agar detail akting terasa meyakinkan dan menghargai profesi tersebut. - Apa cita-cita pendidikan Kiesya Alvaro?
Melanjutkan kuliah jurusan Fikih di Universitas Al-Azhar, Mesir.
my ride-or-die for updates