Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kasus Anak Bupati Riau Positif Ganja di Pekanbaru Jadi Sorotan Publik

Arya Kusuma • Sabtu, 30 Mei 2026 | 00:07 WIB
BNN Sebut AF Tidak Terlibat Jaringan Narkoba Usai Razia di Pekanbaru (Instagram.com/@mood.jakarta)
BNN Sebut AF Tidak Terlibat Jaringan Narkoba Usai Razia di Pekanbaru (Instagram.com/@mood.jakarta)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret anak bupati di Riau memicu sorotan publik setelah hasil asesmen BNN diumumkan.

Ikhtisar: Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan AF, anak seorang bupati di Riau, ramai diperbincangkan usai razia tempat hiburan malam di Pekanbaru. BNN menyebut AF tidak terlibat jaringan narkotika dan dinyatakan hanya terpapar asap ganja dari lingkungan sekitar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Publik tengah menyoroti kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menyeret AF, anak seorang bupati di Provinsi Riau, setelah razia di tempat hiburan malam Kota Pekanbaru mengamankan 13 orang dengan hasil tes urine positif narkoba.

Kasus ini cepat ramai di media sosial karena melibatkan keluarga pejabat daerah. Tapi di sisi lain, hasil asesmen BNN justru memunculkan pertanyaan baru soal paparan asap ganja yang disebut dapat membuat seseorang ikut positif tes urine. Penasaran bagaimana kronologinya? Simak terus sampai habis pang Ces!

Bagaimana kasus ini pertama kali terungkap di Pekanbaru?

Razia itu dilakukan polisi pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, di sebuah tempat hiburan malam Kota Pekanbaru. Dari operasi tersebut, aparat mengamankan total 13 orang untuk pemeriksaan lanjutan.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Artha, menjelaskan seluruh orang yang diamankan menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara. Hasilnya, seluruhnya dinyatakan positif narkoba dengan jenis berbeda, termasuk ganja dan etomidate.

Nama AF kemudian ikut menjadi sorotan publik karena disebut sebagai anak bupati di salah satu wilayah Provinsi Riau. Sorotan makin besar setelah kasus ini viral di berbagai akun media sosial.

Baca Juga: Video Mobil Sport Rusak Usai Ditabrak Taksi Green SM Picu Sorotan, Keluhan Rifki Nugraha Viral di Media Sosial

Siapa saja yang diduga terlibat dan barang bukti apa ditemukan?

Polisi menyebut beberapa orang yang diamankan berinisial KS, RR, GSA, TT, AF, MAY, FTR, IMF, MA, NR, SAP, SA, dan ALS. Salah satu yang ikut menjadi perhatian ialah selebgram berinisial SA yang juga disebut positif narkoba.

Dalam pemeriksaan awal, dua orang yakni FTR dan MAY diduga sebagai pemilik barang bukti narkotika. Polisi menemukan 9,8 gram daun ganja kering dan empat cartridge dari FTR, sementara MAY diduga menyimpan 1,2 gram daun ganja.

Kombes Pol Muharman Artha menyebut dugaan penyalahgunaan narkoba ditemukan di salah satu ruangan tempat hiburan malam tersebut. Dari situlah proses pemeriksaan berkembang hingga dilakukan asesmen lebih lanjut oleh BNN.

Kenapa AF disebut tidak terlibat jaringan narkoba?

BNN Kota Pekanbaru kemudian melakukan asesmen terhadap seluruh orang yang terjaring razia. Kepala BNN Kota Pekanbaru, Wawan Setiawan, menjelaskan hasil asesmen dilakukan bersama tim hukum dan tim medis.

Menurut Wawan, AF masuk kategori pengguna ringan dan tidak ditemukan keterlibatan dalam jaringan narkotika. “Masukan dari tim hukum dan tim medis, bahwa yang bersangkutan tidak terlibat jaringan dan menggunakan narkotika kategori ringan,” kata Wawan.

Dari hasil asesmen itu, satu orang lanjut ke tahap penyidikan, satu orang menjalani rawat inap tiga bulan, sementara sebelas orang lainnya menjalani rawat jalan sebanyak tiga sampai enam kali pertemuan. AF sendiri diputuskan menjalani rawat jalan empat kali di BNN Kota Pekanbaru.

Baca Juga: Kasus Seleksi Paskibraka 2026 Sulsel Picu Perdebatan Soal Transparansi dan Hasil Penilaian Peserta

Benarkah paparan asap ganja bisa membuat tes urine positif?

Penjelasan inilah yang paling banyak memancing perdebatan publik. BNN menyebut AF tidak menggunakan ganja secara langsung, tetapi diduga terpapar asap ganja ketika berada di dalam toilet tempat dua orang lain menghisap ganja.

Wawan Setiawan menjelaskan bahwa AF masuk ke toilet saat dua tersangka lain sedang menggunakan ganja. Dari pendalaman asesmen dan penjelasan medis, paparan asap itu disebut memungkinkan membuat hasil tes urine ikut positif.

“Dan saya tanya ke dokter, apakah bisa positif ganja jika situasinya seperti itu, menghirup asap di udara? Ternyata bisa,” terang Wawan.

Pernyataan itu kemudian ramai dibahas publik di media sosial. Sebagian mempertanyakan kemungkinan paparan asap memengaruhi hasil tes, sementara lainnya menunggu hasil pendalaman lanjutan dari aparat.

Kenapa kasus ini cepat viral di media sosial?

Kasus yang menyeret keluarga pejabat daerah hampir selalu cepat menarik perhatian publik. Apalagi ketika proses asesmen menghasilkan keputusan berbeda dibanding dugaan awal saat razia berlangsung.

Di media sosial, nama AF ikut ramai diperbincangkan karena statusnya sebagai anak bupati di wilayah Riau. Banyak warganet membandingkan kasus ini dengan penanganan perkara narkoba lain yang sebelumnya juga sempat viral.

Sorotan publik bukan hanya soal hasil tes urine, tetapi juga soal transparansi proses pemeriksaan. Pertanyaan seperti “apakah semua diperlakukan sama?” ikut bermunculan di berbagai platform digital.

Poin Penting:

Insight redaksi: Kasus seperti ini cepat memantik perhatian karena menyangkut figur publik dan keluarga pejabat. Tapi di tengah riuh media sosial, publik juga mulai makin kritis terhadap proses asesmen dan transparansi penanganan perkara narkoba. Di Balikpapan sendiri, isu soal keadilan dan kejelasan hukum selalu cepat jadi bahan obrolan warung kopi sampai tongkrongan malam. Warga biasanya kada cuma melihat hasil akhir, tapi juga cara proses itu dijalankan. Nah itu sudah, makanya keterbukaan informasi jadi hal penting supaya kepercayaan publik tetap terjaga.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham duduk perkara kasus yang lagi ramai dibahas ini, Ces!

Ikuti terus perkembangan isu nasional dan kabar yang lagi ramai dibicarakan hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Kapan razia tempat hiburan malam di Pekanbaru dilakukan?
    Razia dilakukan Minggu dini hari, 24 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB.
  2. Berapa orang yang diamankan dalam razia tersebut?
    Sebanyak 13 orang diamankan polisi dan menjalani tes urine.
  3. Apa hasil asesmen BNN terhadap AF?
    BNN menyebut AF tidak terlibat jaringan narkotika dan masuk kategori pengguna ringan.
  4. Apa alasan AF disebut positif ganja?
    BNN menyatakan AF diduga terpapar asap ganja dari dua orang lain di dalam toilet.
  5. Siapa yang diduga memiliki barang bukti ganja?
    Dua orang berinisial FTR dan MAY diduga memiliki barang bukti ganja
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#AF anak bupati Riau #Razia Pekanbaru #BNN Kota Pekanbaru