Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Diduga Dianiaya Ayah Kandung! Balita Alami Luka Air Panas dan Lebam di Padang Terungkap Setelah Tetangga Bertindak Cepat,

Arya Kusuma • Senin, 18 Mei 2026 | 12:34 WIB
Petugas Polresta Padang mengamankan ayah kandung korban dugaan kekerasan anak (Instagram/ghifariiman)
Petugas Polresta Padang mengamankan ayah kandung korban dugaan kekerasan anak (Instagram/ghifariiman)

Topik: Balita 2 Tahun di Padang Jadi Korban Penganiayaan Ayah Kandung
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kasus penganiayaan balita di Padang mengungkap luka serius akibat kekerasan dalam rumah tangga. Polisi menangkap ayah kandung korban setelah laporan tetangga membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk perawatan intensif.

Balikpapan TV - Hai Ces! Warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, digegerkan dengan dugaan penganiayaan terhadap balita laki-laki usia dua tahun yang dilakukan ayah kandungnya sendiri. Korban ditemukan mengalami luka di beberapa bagian tubuh, mulai dari bekas siraman air panas, luka lebam, hingga bekas gigitan yang membuat banyak warga ikut terpukul melihat kondisinya.

Kasus ini langsung jadi perhatian publik setelah tetangga korban memberanikan diri membawa sang anak ke rumah sakit dan melapor ke polisi. Cerita lengkapnya bikin dada sesak, jadi simak sampai habis supaya makin paham bagaimana kasus ini akhirnya terbongkar, Ces!

Bagaimana kondisi balita korban saat ditemukan warga?

Kondisi korban disebut sudah cukup parah ketika pertama kali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Polisi menemukan banyak luka berbeda di tubuh balita tersebut. Ada bekas siraman air panas di bagian kaki, luka lebam akibat kekerasan, sampai bekas gigitan di tubuh korban.

Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika, menyebut luka yang dialami korban sulit diterima secara hati nurani. Kalimat itu terasa berat, sebab korban masih berusia dua tahun. Usia yang mestinya dipenuhi mainan dan perhatian keluarga, kada malah dipenuhi luka, Ces.

“Melihat kondisinya adek ini karena udah cukup parah ya. Ini kakinya kena air panas, ketika bajunya dibuka terlihat bekas gigitan di tubuh,” terang Ghifari.

“Ada juga luka lebam di beberapa bagian badan, bekas kekerasan yang bahkan sulit diterima ya dengan hati nurani manusia,” lanjutnya.

Baca Juga: Karina AESPA di Met Gala 2026 Viral, Video Red Carpet Picu Perdebatan Global

Kenapa kasus penganiayaan anak ini akhirnya terungkap?

Kasus ini mencuat bukan karena laporan keluarga, tetapi dari kepedulian tetangga sekitar. Tetangga korban melihat kondisi anak tersebut lalu mengambil langkah cepat dengan membawanya ke rumah sakit sekaligus melapor ke pihak kepolisian.

Menurut Ipda Ghifari, tetangga merasa kondisi korban sudah terlalu memprihatinkan untuk didiamkan. Dari situ polisi bergerak menuju rumah pelaku. Kadada yang menyangka kasus kekerasan di lingkungan sekitar bisa separah ini pang.

“Ada anak umur dua tahun yang dianiaya orang tuanya sendiri, yang mengantar adalah tetangganya sendiri,” kata Ghifari pada Senin, 18 Mei 2026.

Bagaimana polisi menangkap ayah kandung korban?

Polresta Padang langsung mendatangi rumah terduga pelaku setelah menerima laporan warga. Saat petugas tiba, ayah korban berinisial RD (29) ditemukan sedang tertidur di rumah dan langsung diamankan polisi tanpa perlawanan.

Petugas juga memastikan situasi rumah aman saat proses penangkapan berlangsung. Polisi kada menemukan senjata tajam ataupun benda berbahaya lain saat pelaku diamankan. Tapi penyelidikan belum berhenti di sana.

“Pelaku ditemukan sedang tertidur, tim langsung melakukan pengamanan,” ungkap Ghifari.

Baca Juga: Arya Khan Cerai dari Pinkan Mambo Setelah 2,5 Tahun, Perbedaan Karakter Jadi Pemicu

Apa barang bukti yang ditemukan polisi?

Setelah diamankan, RD dibawa polisi untuk menunjukkan benda yang dipakai dalam dugaan penganiayaan tersebut. Polisi kemudian menemukan sebuah panci di dapur rumah yang diduga digunakan untuk memasak air panas sebelum disiramkan ke tubuh korban.

Barang bukti itu kini diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami rangkaian kekerasan yang dialami korban, termasuk dugaan kekerasan lain di dalam rumah tangga tersebut.

“Saat sampai di lokasi, pelaku menunjukkan sebuah benda di daerah dapur rumah dan kami menemukan barang bukti berupa panci yang digunakan untuk memasak air,” papar Ghifari.

Bagaimana kondisi ibu korban dalam kasus ini?

Polisi menyebut ibu korban juga mengalami tindakan kekerasan dan ancaman dari pelaku. Situasi itu membuatnya tidak mampu menceritakan kondisi sebenarnya kepada tetangga sekitar.

Fakta ini memperlihatkan bagaimana kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi secara tertutup dan sulit diketahui lingkungan sekitar. Karena itu polisi mengimbau masyarakat supaya cepat melapor jika melihat tanda kekerasan terhadap anak ataupun anggota keluarga lain. Jangan menunggu kondisi korban makin parah nah itu sudah.

Poin Penting:

Insight: Kasus ini memperlihatkan satu hal penting, lingkungan sekitar punya peran besar menyelamatkan korban kekerasan rumah tangga. Tetangga korban memilih bertindak cepat saat melihat kondisi anak tersebut. Itu langkah penting. Kadang orang takut ikut campur urusan keluarga orang lain, padahal situasi tertentu memang harus segera dilaporkan. Di daerah padat permukiman, kepedulian warga masih jadi benteng pertama. Jangan cuek pang kalau ada tanda kekerasan di sekitar tempat tinggal.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga yang peka terhadap tanda kekerasan pada anak dan keluarga di lingkungan sekitar.

Ikuti terus kabar terbaru yang lagi ramai dibahas warga hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Di mana lokasi kasus penganiayaan balita ini terjadi?
    Kasus terjadi di Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat.
  2. Siapa yang melaporkan kasus ini ke polisi?
    Tetangga korban yang membawa balita tersebut ke rumah sakit lalu melapor ke polisi.
  3. Apa saja luka yang dialami korban?
    Korban mengalami luka akibat air panas, luka lebam, dan bekas gigitan di tubuh.
  4. Apakah pelaku sudah ditangkap polisi?
    Sudah. Polisi mengamankan ayah korban berinisial RD (29) tanpa perlawanan.
  5. Apa imbauan polisi terkait kasus ini?
    Polisi meminta masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya kekerasan pada anak atau dalam rumah tangga.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Polresta Padang #Rumah Sakit Bhayangkara Padang #penganiayaan balita