Topik: Rumah Penitipan 11 Bayi di Sleman Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Pelanggaran
Durasi Baca: 4 menit
Balikpapan TV - Hai Ces! Penemuan rumah yang dipakai untuk menampung 11 bayi di Wonokerso, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta bikin warga geger. Polisi bersama dinas terkait langsung turun tangan setelah ada laporan dari masyarakat yang curiga karena mendadak banyak bayi dirawat di rumah tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, rumah itu ternyata terkait praktik penitipan bayi yang dijalankan seorang bidan berinisial ORP selama beberapa bulan terakhir.
Baca terus sampai habis Ces, karena kasus ini kada cuma soal penitipan bayi biasa pang. Ada cerita soal orang tua muda, izin yang kadada, sampai kondisi beberapa bayi yang akhirnya harus dirawat di rumah sakit.
Bagaimana awal rumah penitipan bayi di Sleman ini terungkap?
Kasus ini mulai mencuat setelah warga sekitar merasa ada aktivitas yang janggal di sebuah rumah di kawasan Wonokerso, Pakem, Sleman. Polisi kemudian melakukan penggerebekan pada 8 Mei 2026 bersama dinas terkait. Dari situ ditemukan 11 bayi yang berada di lokasi tersebut.
Pemilik rumah diketahui seorang bidan berinisial ORP yang memiliki praktik kebidanan di wilayah Gamping, Sleman. Polisi mengungkap penitipan bayi di Gamping ternyata sudah berjalan sekitar lima bulan, sedangkan lokasi di Pakem baru digunakan sekitar seminggu terakhir.
Situasi ini langsung jadi perhatian publik. Banyak warga mempertanyakan bagaimana praktik seperti ini bisa berjalan tanpa terdeteksi lebih awal. Apalagi jumlah bayi yang dititipkan terus bertambah dalam waktu singkat. Kada sedikit bubuhan netizen yang ikut membahas kasus ini di media sosial pang.
Baca Juga: 3 Balita Disekap! Polisi Ungkap Kronologi Awal Upaya Pembakaran Rumah di Bandung
Kenapa bayi-bayi itu dititipkan ke bidan ORP?
Kasat Reskrim Polresta Sleman, Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan awalnya bidan ORP hanya menerima satu bayi untuk dirawat. Bayi itu lahir di tempat praktiknya di Banyuraden, Gamping.
“Bayi itu dilahirkan di Banyuraden, Gamping dan awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana, kemudian ibunya yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat,” ujar Wiwit kepada awak media, Senin 11 Mei 2026.
Menurut polisi, kondisi kemudian berkembang. Ada sepuluh ibu lain yang juga melahirkan di tempat praktik tersebut dan menitipkan bayinya kepada ORP. Alasannya beragam, mulai dari pekerjaan sampai status orang tua yang belum menikah.
“Sehingga untuk bayi ini mayoritas memang di luar pernikahan,” lanjut Wiwit.
Keterangan itu membuat kasus ini terasa makin kompleks. Di satu sisi ada faktor sosial dan tekanan pribadi dari orang tua bayi. Tapi di sisi lain, praktik penitipan tanpa pengawasan resmi jelas memunculkan risiko besar untuk keselamatan anak-anak tersebut, nah itu sudah.
Benarkah orang tua bayi membayar biaya penitipan?
Polisi memastikan penitipan bayi itu bersifat berbayar. Setiap orang tua disebut membayar Rp50 ribu per hari untuk satu bayi.
“Ini membayar, jadi membayar satu harinya Rp50 ribu per anak,” kata Wiwit.
Namun polisi masih mendalami apakah uang tersebut cukup untuk kebutuhan perawatan bayi atau ada hal lain di balik praktik itu. Sampai sekarang penyelidikan masih berjalan.
Yang juga jadi sorotan, praktik penitipan bayi itu ternyata kadada izin resmi. Polisi menegaskan izin yang dimiliki ORP hanya untuk praktik kebidanan, bukan penitipan bayi.
Meski begitu, polisi menduga awal mula penitipan itu memang berangkat dari alasan kemanusiaan. Tapi karena terus menyebar dari mulut ke mulut, jumlah bayi yang dititipkan akhirnya bertambah.
Bagaimana kondisi 11 bayi setelah dievakuasi?
Setelah penggerebekan dilakukan, seluruh bayi langsung dievakuasi oleh Dinas Sosial. Dari total 11 bayi, tiga di antaranya harus mendapat penanganan medis dan dirawat di RSUD Sleman.
Dua bayi kemudian sudah diambil orang tuanya. Sementara enam bayi lainnya kini masih berada dalam perawatan Dinas Sosial.
Polisi juga memeriksa sejumlah pihak, termasuk bidan ORP, kedua orang tuanya, seorang pembantu rumah tangga, dan enam ibu kandung bayi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran lain dalam praktik penitipan tersebut.
Kasus ini masih terus didalami. Warga pun ikut menunggu bagaimana hasil penyelidikan lanjutan dari aparat. Penasaran perkembangan berikutnya? Ikuti terus informasinya Ces.
Baca Juga: Keracunan MBG Jakarta Timur 252 Siswa Dirawat, Ini Dugaan Penyebabnya
Apa yang membuat kasus ini ramai dibicarakan publik?
Kasus ini cepat menyebar karena menyentuh banyak sisi sekaligus. Ada persoalan sosial, pengawasan, sampai kondisi orang tua muda yang menghadapi tekanan hidup. Publik juga menyoroti bagaimana praktik penitipan tanpa izin bisa berlangsung selama berbulan-bulan.
Di media sosial, banyak warganet merasa prihatin terhadap kondisi bayi-bayi tersebut. Sebagian lain mempertanyakan sistem pengawasan terhadap praktik kebidanan dan penitipan anak di lingkungan sekitar.
Yang jelas, perhatian terbesar sekarang tertuju pada keselamatan bayi-bayi itu. Kawalan ikam pasti jua banyak yang ikut membahas kasus ini pang, karena isunya memang sensitif dan bikin orang mikir panjang.
Poin Penting:
- Polisi menemukan 11 bayi di rumah penitipan di Sleman, Yogyakarta.
- Rumah tersebut dikelola bidan berinisial ORP.
- Penitipan bayi disebut sudah berjalan lima bulan di Gamping.
- Orang tua bayi mayoritas disebut belum menikah.
- Biaya penitipan Rp50 ribu per hari per bayi.
- Praktik penitipan bayi diketahui kadada izin resmi.
- Tiga bayi dirawat di RSUD Sleman setelah dievakuasi.
Insight: Kasus di Sleman ini membuka sisi yang jarang terlihat di tengah masyarakat. Kadang masalah sosial muncul diam-diam di sekitar lingkungan sendiri, tapi orang baru ramai memperhatikan setelah viral. Di satu sisi ada alasan kemanusiaan, di sisi lain pengawasan tetap penting supaya keselamatan bayi kada terabaikan. Warga juga jadi diingatkan bahwa kepedulian lingkungan itu penting pang. Kalau ada hal mencurigakan, cepat laporkan nah, jangan tunggu makin besar persoalannya.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan kasus yang lagi ramai dibahas ini.
Selalu update info paling rame dan dekat dengan kehidupan sehari-hari hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
- Di mana lokasi rumah penitipan bayi yang digerebek polisi?
Rumah tersebut berada di Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. - Siapa pemilik rumah penitipan bayi itu?
Pemilik rumah diketahui seorang bidan berinisial ORP yang memiliki praktik di Gamping, Sleman. - Berapa biaya penitipan bayi yang dibayar orang tua?
Setiap bayi dititipkan dengan biaya Rp50 ribu per hari. - Bagaimana kondisi bayi setelah dievakuasi?
Tiga bayi dirawat di RSUD Sleman, dua sudah diambil orang tua, dan enam lainnya masih dirawat Dinas Sosial. -
my ride-or-die for updates