Topik: Investigasi Kemenkes Ungkap Kondisi Dokter Magang dr Myta Sebelum Meninggal
Durasi Baca: 4 Menit
Baca Ringkas 30 Detik: Investigasi Kementerian Kesehatan mengungkap kondisi kesehatan dr Myta Aprilia Azmy mulai menurun saat menjalani internship di IGD Rumah Sakit Kuala Tungkal, Jambi. Dokter muda tersebut sempat mengalami demam tinggi, sesak napas, hingga menjalani beberapa kali perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026 akibat penyakit paru berat. Scroll Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...
Balikpapan TV - Hai Ces! Kementerian Kesehatan akhirnya membuka hasil investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter magang yang bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi. Dari hasil penelusuran itu, dr Myta diketahui mengalami penyakit paru berat setelah sebelumnya sempat menjalani sejumlah perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan.
Kasus ini langsung jadi perhatian luas karena perjalanan kondisi kesehatannya perlahan menurun di tengah aktivitas internship rumah sakit. Nah, banyak bubuhan yang penasaran bagaimana kronologi lengkapnya sampai akhirnya Kemenkes turun tangan membuka hasil investigasi resmi. Ikam baca sampai habis pang, karena detail waktunya cukup panjang dan jadi sorotan banyak orang, Cess!
Kenapa kondisi dr Myta awalnya disebut sehat saat mulai internship?
Kemenkes menyebut dr Myta dalam kondisi normal ketika pertama mengikuti program internship pada Agustus 2025. Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra menjelaskan hasil medical check up dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang menunjukkan kondisi dr Myta sehat.
Program internship dimulai saat seleksi 4 Agustus 2025. Setelah itu, dr Myta menjalani stase Puskesmas Kuala Tungkal II mulai 11 Agustus 2025 sampai 10 Februari 2026.
“Sepanjang proses internship tersebut, dokter MAA tidak ada keluhan kesehatan,” ungkap Rudi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis 7 Mei 2026.
Masuk Februari 2026, dr Myta mulai menjalani internship di rumah sakit dan ditempatkan di IGD. Data awal yang diterima Kemenkes juga masih menunjukkan kondisi kesehatannya baik. Kadada laporan keluhan serius waktu awal bertugas di rumah sakit pang.
Baca Juga: Aksi Heroik! Kadri Padang Pariaman Jadi Sorotan Usai Selamatkan Lansia di Sungai
Kapan dr Myta mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya?
Gangguan kesehatan mulai muncul pada 26 Maret 2026. Meski mulai sakit, dr Myta tetap bekerja di IGD. Ia disebut sempat menjalani pengobatan mandiri sampai akhir Maret, tetapi kondisi demam, batuk, dan pilek masih berlangsung.
Hal yang cukup jadi perhatian dalam investigasi ini karena dr Myta diketahui kada melapor ke dokter pendamping mengenai kondisi tubuhnya.
Pada 1 April 2026, dr Myta sempat mengirim voice note kepada temannya dan menceritakan dirinya mengalami demam panas tinggi. Kondisi itu terus berlanjut sampai pertengahan April.
Momen yang paling menyita perhatian publik terjadi saat ulang tahunnya pada 13 April 2026. Dalam pemaparan Kemenkes, dr Myta terlihat tetap berada di lingkungan kerja sambil mendapatkan infus setelah jaga malam di IGD.
“Di tanggal 13 April 2026 ini hari ulang tahun dr MAA. Jadi, dia mendapatkan infus setelah jaga malam,” kata Rudi.
Situasi itu langsung ramai diperbincangkan banyak orang karena memperlihatkan dr Myta masih bertugas di tengah kondisi tubuh yang mulai menurun. Nah, itu sudah, tubuh sudah kasih tanda tapi aktivitas masih jalan terus.
Apa isi voice note dr Myta yang diputar Kemenkes?
Tanggal 15 April 2026 pagi jadi salah satu titik penting dalam investigasi. dr Myta mengirim voice note kepada rekan sesama dokter magang untuk meminta pergantian jadwal jaga karena sudah merasa kada kuat bekerja.
Dalam rekaman tersebut, suara dr Myta terdengar lemah dan sesak.
“Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misa kamu bisa. Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin. Aku nggak bisa, nggak kuat Astri,” ucap dr Myta.
Menurut Rudi, napas dr Myta terdengar sudah sesak saat rekaman itu dikirimkan.
Voice note tersebut kemudian jadi perhatian publik karena menggambarkan kondisi terakhir dr Myta sebelum akhirnya ditemukan linglung di tempat kos. Banyak orang langsung ikut menyoroti beratnya kondisi fisik yang dialami dokter muda itu selama masa internship.
Bagaimana kondisi dr Myta saat ditemukan di kos?
Pada hari yang sama, keluarga mulai kesulitan menghubungi dr Myta. Karena khawatir, keluarga meminta bantuan dokter lain untuk mengecek keadaan di tempat kos.
Saat ditemukan, kondisinya disebut sudah linglung.
“Dokter MAA ditemukan dokter F di bawah tangga dalam kondisi linglung,” tutur Rudi.
Kemenkes menjelaskan dr Myta ditemukan mengenakan pakaian scrub dan tampak ingin berangkat kerja. Namun saat diajak berbicara, kondisinya sudah kebingungan.
“Setelah ditanya, dr MAA menjawab ingin berangkat kerja. Kondisinya sudah confused, linglung, mungkin hipoksia,” lanjutnya.
Kondisi hipoksia sendiri disebut dalam pemaparan itu berkaitan dengan kemungkinan kurangnya oksigen dalam tubuh. Dari sini, penanganan medis mulai dilakukan secara intensif.
Baca Juga: ILLIT MAMIHLAPINATAPAI Resmi Rilis 30 April, Era Baru Dimulai
Bagaimana perjalanan perawatan dr Myta sampai akhirnya meninggal dunia?
dr Myta mulai dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja pada 15 sampai 20 April 2026 sebelum akhirnya diizinkan pulang. Tetapi sehari setelah pulang, kesehatannya kembali menurun.
Keluarga kemudian membawa dr Myta ke Rumah Sakit Mattaher Jambi pada 21 April 2026. Setelah tiga hari dirawat dan merasa membaik, ia sempat kembali melanjutkan internship pada 24 April 2026. Meski begitu, dokter pembimbing memberikan izin untuk beristirahat.
Kondisi dr Myta kembali memburuk. Ia sempat menjalani perawatan dua jam di Klinik Ismada sebelum dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin.
Pada 27 April 2026, dr Myta langsung dirawat di ruang isolasi infeksi dan masuk ICU karena membutuhkan bantuan pernapasan. Kondisinya terus menurun sampai akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026 setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.
Poin Penting:
- Kemenkes menyebut dr Myta awalnya dalam kondisi sehat saat memulai internship.
- Keluhan kesehatan mulai muncul sejak 26 Maret 2026.
- dr Myta tetap menjalani tugas di IGD meski mengalami demam dan sesak.
- Voice note permintaan pergantian jadwal jaga diputar dalam konferensi pers Kemenkes.
- dr Myta sempat menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan sebelum meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Insight: Kasus dr Myta membuat banyak orang mulai memperhatikan sisi fisik dokter muda saat menjalani masa internship. Di lapangan, ritme kerja rumah sakit memang kada ringan pang. Saat tubuh mulai memberi sinyal, respons cepat jadi penting supaya kondisi kada makin turun. Bubuhan tenaga kesehatan juga manusia biasa yang punya batas tenaga dan kondisi tubuh berbeda-beda. Informasi seperti ini penting dibaca masyarakat supaya muncul pemahaman yang lebih utuh, bukan sekadar melihat profesinya saja.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kronologi lengkap investigasi Kemenkes terkait dr Myta.
Pantau terus perkembangan informasi kesehatan dan isu nasional terbaru cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
- Apa penyebab meninggalnya dr Myta menurut investigasi Kemenkes?
Kemenkes mengungkap dr Myta mengalami penyakit paru berat setelah menjalani sejumlah perawatan medis di beberapa fasilitas kesehatan. - Kapan dr Myta mulai mengalami gangguan kesehatan?
Keluhan kesehatan mulai muncul pada 26 Maret 2026 saat masih bertugas di IGD. - Apa isi voice note dr Myta yang jadi perhatian publik?
dr Myta meminta rekannya menggantikan jadwal jaga karena merasa sudah kada kuat bekerja dan napasnya terdengar sesak. - Di mana dr Myta menjalani perawatan terakhir?
dr Myta menjalani perawatan terakhir di RSUP Mohammad Hoesin dan sempat dirawat di ICU sebelum meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Editor : Arya Kusuma