Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gabah Dijemur di Jalan Mamminasata, Video Viral Ini Bikin Warganet Terbelah Soal Keselamatan

Arya Kusuma • Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB
Gabah dijemur di pinggir jalan Mamminasata hingga memakan badan jalan (Instagram/@abdulgf.agc)
Gabah dijemur di pinggir jalan Mamminasata hingga memakan badan jalan (Instagram/@abdulgf.agc)

 

Topik: Fenomena jemur gabah di jalan raya Mamminasata picu perdebatan publik
Durasi Baca: 4 menit

 

Ikhtisar: Video viral menunjukkan gabah dijemur di jalan raya hingga picu pro kontra soal keselamatan dan pemanfaatan fasilitas umum.

Baca Ringkas 30 Detik: Fenomena penjemuran gabah di jalan raya Mamminasata memicu perhatian luas setelah video viral beredar. Aktivitas ini dinilai sebagian warganet sebagai upaya bertahan hidup petani, sementara lainnya menyoroti risiko keselamatan pengguna jalan. Perdebatan muncul karena perbedaan sudut pandang antara kebutuhan ekonomi dan kepentingan umum. Banyak yang menilai diperlukan pendekatan edukasi agar praktik ini tidak menimbulkan bahaya maupun konflik di ruang publik.

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Pemandangan tak biasa muncul di Jalan Bypass Mamminasata, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat gabah dijemur di pinggir jalan hingga hampir memakan separuh badan jalan, tepat di area lampu merah.

Nah, situasi ini langsung bikin banyak orang angkat alis. Ikam yang penasaran kenapa hal sederhana bisa ramai begini? Gas terus baca sampai habis, biar pahamlah ikam…

Kenapa gabah dijemur sampai ke badan jalan Mamminasata?

Fakta utamanya sederhana: gabah hasil panen sedang dijemur. Tapi lokasi yang dipilih bikin kaget, karena berada di pinggir jalan utama bahkan dekat zebra cross dan lampu lalu lintas.

Video dari akun Instagram @abdulgf.agc memperlihatkan terpal dibentangkan di jalan, lalu gabah disebar cukup luas. Sampai hampir setengah badan jalan terpakai. Pemandangan ini terekam saat kendaraan berhenti di traffic light.

“Lampu merah, zebra cross, eh ada yang jemur padi,” tulis pengunggah video.
Ia juga menambahkan, “Fasilitas umum rasa halaman rumah sendiri.”

Yang bikin makin jadi sorotan, saat video direkam, kada terlihat petani di sekitar lokasi. Jadi, kesannya aktivitas ini berlangsung tanpa pengawasan langsung. Nah, ini yang bikin orang bertanya-tanya, aman kah ini sebenarnya?

Seberapa besar dampaknya ke pengguna jalan?

Penggunaan badan jalan untuk aktivitas seperti ini jelas memicu kekhawatiran. Soalnya, jalan raya itu dipakai bersama. Bukan ruang pribadi.

Beberapa warganet menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan. Apalagi posisi gabah dekat lampu merah, tempat kendaraan sering berhenti dan bergerak kembali.

Komentar seperti, “Stop normalisasi hal salah,” hingga penegasan bahwa fasilitas umum harus mengutamakan kepentingan umum, langsung bermunculan.

Ada juga yang menyoroti bahwa kalau aktivitas ini mengganggu atau merugikan pengguna jalan, maka sudah masuk kategori yang tidak dibenarkan.

Singkatnya, ini bukan cuma soal jemur gabah. Tapi soal keselamatan. Dan itu kada bisa dianggap sepele, nah itu sudah.

Baca Juga: Barang Mudah Ditemukan Setiap Saat, Cara Menata Gudang Sederhana yang Banyak Dipakai Usaha Modern

Kenapa ada yang tetap membela petani dalam video ini?

Di sisi lain, tidak sedikit warganet yang memilih melihat dari sudut berbeda. Mereka menganggap aktivitas ini berkaitan dengan kebutuhan hidup.

Salah satu komentar menulis, “Maklumi itu buat isi perut mereka. Kasihan mereka.” Ada juga yang menyebut kemungkinan lokasi tersebut dulunya memang area petani sebelum berubah jadi jalan.

Bahkan ada komentar unik yang bilang gabah sengaja dijemur di jalan supaya terlindas kendaraan, jadi tidak perlu digiling lagi.

Pandangan seperti ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mencoba memahami kondisi petani. Bahwa mungkin ada keterbatasan lahan atau fasilitas penjemuran.

Nah, di titik ini terlihat jelas, perdebatan bukan sekadar benar atau salah. Tapi juga soal kondisi di lapangan yang belum tentu semua orang pahami.

Apakah ini soal kebiasaan lama atau kurangnya pemahaman?

Ada pendapat menarik dari warganet yang menilai praktik ini kemungkinan sudah berlangsung turun-temurun. Artinya, ini bukan kejadian baru.

“Aktivitas menanam padi masyarakat di daerah situ sudah dilakukan turun temurun,” tulis salah satu komentar. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan edukasi.

Selain itu, ada juga yang menyoroti bahwa tidak semua pelanggaran muncul karena niat buruk. Bisa jadi karena ketidaktahuan atau belum ada pemahaman yang cukup.

Nah, dari sini muncul satu benang merah. Bisa jadi ini bukan soal sengaja melanggar. Tapi karena kebiasaan lama yang belum menyesuaikan dengan kondisi jalan sekarang.

Pahamlah ikam, perubahan lingkungan kadang lebih cepat dari perubahan kebiasaan masyarakat.

Baca Juga: Layanan RSUD RAPB PPU Makin Siap, Dokter Umum Aman, Spesialis Masih Dikejar Tahun Ini.

Perlu solusi seperti apa biar tidak jadi polemik lagi?

Banyak warganet sepakat, solusi terbaik bukan sekadar menyalahkan. Tapi pendekatan yang tepat.

Edukasi dan sosialisasi disebut jadi kunci. Terutama agar masyarakat memahami dampak dari aktivitas di ruang publik.

Beberapa hal yang disorot warganet:

  1. Pendekatan persuasif ke petani agar tidak merasa disalahkan
  2. Edukasi soal keselamatan jalan supaya risiko bisa dipahami
  3. Pemahaman penggunaan fasilitas umum yang harus utamakan kepentingan bersama

Kalau pendekatannya pas, potensi konflik bisa ditekan. Dan aktivitas ekonomi tetap bisa jalan tanpa mengganggu orang lain.

Nah, ini penting. Karena kalau dibiarkan tanpa solusi, kejadian serupa bisa terus terulang.

Poin Penting yang Perlu Diperhatikan:

  1. Gabah dijemur hingga hampir separuh badan jalan di Mamminasata
  2. Video viral memicu pro dan kontra di kalangan warganet
  3. Sebagian menilai berbahaya, sebagian lain memahami kondisi petani
  4. Diduga berkaitan dengan kebiasaan lama dan keterbatasan fasilitas
  5. Edukasi dan pendekatan dinilai jadi solusi paling relevan

Insight: Fenomena ini bukan sekadar soal aturan, tapi benturan realita di lapangan. Satu sisi ada kebutuhan hidup, sisi lain ada keselamatan publik. Kalau cuma saling menyalahkan, kadada ujungnya pang. Pendekatan edukatif jadi jalan tengah yang masuk akal. Apalagi kalau dilakukan konsisten, masyarakat bisa ikut berubah tanpa merasa ditekan. Di situ nilai pentingnya, pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham sudut pandang lengkapnya, nah!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ:

  1. Kenapa video jemur gabah ini viral?
    Karena lokasi penjemuran berada di jalan raya dekat lampu merah, hal yang jarang terlihat.
  2. Apakah gabah benar dijemur di badan jalan?
    Ya, dalam video terlihat gabah menutupi hampir separuh badan jalan.
  3. Apa reaksi warganet terhadap kejadian ini?
    Terbagi dua, ada yang menilai berbahaya dan ada yang memahami kondisi petani.
  4. Apa solusi yang banyak disarankan?
    Pendekatan edukasi dan sosialisasi agar tidak terjadi lagi di fasilitas umum.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#gabah dijemur di jalan #Mamminasata Maros #video viral gabah #fasilitas umum jalan raya #pro kontra warganet