Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Mengapa Kacamata Jadi Lagu Paling Personal bagi Afgan? Apa Makna Filosofis di Baliknya

AdminBTV • Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:18 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Afgan akhirnya buka “Kacamata”! Setelah lama eksplor musik berbahasa Inggris, penyanyi solo yang sudah 15 tahun berkarya ini resmi kembali ke akar Pop Indonesia lewat single terbarunya berjudul “Kacamata”. Dirilis pada 10 Oktober 2025, lagu ini jadi pintu pembuka menuju album ketujuh bertajuk “Retrospektif”—sebuah karya reflektif tentang perjalanan musikal dan pribadi Afgan sendiri.

Kalau kamu pernah ngerasa kehilangan jati diri demi cinta, lagu ini mungkin bakal terasa ngena banget. “Kacamata” bukan cuma lagu tentang patah hati, tapi juga tentang berdamai dengan diri sendiri setelah tersesat dalam perasaan yang salah arah. Yuk, kita bahas lebih dalam makna di balik kacamata Afgan yang legendaris ini! 

Baca Juga: Top TECH Updates Oct 2025! Perang Chip AI, Siapa yang Pimpin Inovasi AI Dunia Saat Ini?

Kenapa Afgan Memilih “Kacamata” Sebagai Simbol Kembali ke Akar Musiknya?

Afgan bukan sembarang musisi pop. Selama 15 tahun kariernya, ia dikenal lewat suara lembut, lirik melankolis, dan... tentu saja, kacamata khas yang seolah jadi bagian tubuhnya sendiri. Jadi, ketika ia merilis lagu berjudul Kacamata, publik tahu ini bukan kebetulan.

Afgan menyebut “Kacamata” sebagai simbol retrospeksi, alias cara untuk menengok kembali masa lalu tanpa melupakan masa kini. “Album Retrospektif adalah perjalanan kembali ke roots gue, yaitu musik pop Indonesia. Kacamata merepresentasikan era itu,” ujarnya dalam sesi wawancara. Lagu ini jadi cerminan pribadi—tentang melihat hidup dari sudut pandang baru, tapi tetap menghargai refleksi masa lalu.

Apa Makna Lirik di Balik “Kacamata”?

Jangan tertipu oleh melodinya yang lembut dan catchy. Di balik itu, ada kisah emosional yang dalam. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang rela mengorbankan prinsip, bahkan jati dirinya, demi cinta yang ternyata salah arah.

Metafora “kacamata” menggambarkan bagaimana seseorang menanggalkan sudut pandang dan identitasnya sendiri hanya untuk diterima. Tapi justru di situlah letak tragedinya. Afgan ingin mengingatkan bahwa cinta sejati tidak seharusnya membuatmu kehilangan diri. Ia menutup kisah ini dengan pesan halus tapi spiritual: jangan terlalu berharap pada manusia, karena yang paling bisa diandalkan hanyalah Tuhan.

Seperti Apa Aransemen Musik di Lagu “Kacamata”?

Musiknya terasa nostalgic yet fresh. Afgan kembali ke akar pop yang lembut dan manis, tapi dibalut dengan sentuhan R&B modern yang ringan dan hangat. Tak ada orkestra megah atau efek berlebihan; yang ada justru keintiman nada-nada gitar yang menenangkan telinga.

produksinya memakan waktu dua bulan penuh. Afgan memang dikenal perfeksionis—bagi dia, detail kecil bisa jadi pembeda antara “lagu biasa” dan “lagu berjiwa.”

Apa Pesan Tersirat dari Video Musik “Kacamata”?

Video musik “Kacamata” disutradarai oleh Shadtoto Prasetio dan menampilkan Yuki Kato sebagai lawan main Afgan. Nuansanya minimalis dan bergaya 90-an, tapi sarat makna.

Adegan paling menonjol adalah permainan catur antara Afgan dan Yuki. Catur di sini bukan sekadar permainan; ia jadi metafora hubungan cinta—penuh strategi, langkah maju-mundur, dan kompromi. Tapi pada akhirnya, hanya satu pihak yang benar-benar belajar: bahwa melepaskan bukan berarti kalah, melainkan bentuk kemenangan paling sunyi.

Visual ini juga memunculkan nostalgia masa remaja Afgan yang sederhana, jujur, dan penuh idealisme. Dengan warna-warna lembut dan framing bersih, Shadtoto berhasil menerjemahkan isi lagu menjadi pengalaman visual yang hangat dan reflektif.

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari “Kacamata”?

Di balik kisah cinta yang getir, ada pesan besar soal self-worth dan keaslian diri. Afgan seolah berbicara ke generasi yang sering terjebak ingin “diterima” dengan mengubah jati diri. Lewat “Kacamata”, ia mengingatkan bahwa kadang kita perlu mundur sejenak, memeriksa ulang apa yang kita lihat, dan bertanya: apakah yang kita perjuangkan benar-benar sepadan?

Bagi Afgan, kehilangan cinta bukan akhir dunia—tapi kehilangan jati diri, itu bencana kecil yang sering tak disadari. Jadi, pesan lagu ini sederhana tapi kuat: tetaplah jadi diri sendiri, bahkan saat hati sedang retak.

Yuk, bagikan cerita dan makna “Kacamata” versimu di kolom komentar, siapa tahu bisa jadi refleksi bareng.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (khoirul)

 

FAQ:

1. Apakah lagu “Kacamata” termasuk dalam album baru Afgan?
Ya, lagu ini menjadi single pembuka album ketujuh Afgan yang berjudul Retrospektif.

2. Siapa saja musisi yang terlibat dalam produksi “Kacamata”?
Petra Sihombing, Kamga Mohammed, dan Iqbal Siregar turut berkontribusi dalam penciptaan lagu ini.

3. Di mana bisa menonton video musik “Kacamata”?
Video musiknya sudah dirilis di kanal YouTube resmi Afgan pada 10 Oktober 2025.

Editor : Arya Kusuma
#Afgan kembali ke Pop #Afgan #kacamata