Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Sara Wijayanto Ungkap Sisi Gelap Hidupnya: KDRT, Narkotika, dan Cinta yang Menyembuhkan

AdminBTV • Kamis, 16 Oktober 2025 | 18:28 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Serem sekaligus menyentuh, itulah kesan yang muncul dari kisah hidup Sara Wijayanto dalam program Butik Haji Igun Customer. Dikenal sebagai pakar supranatural, Sara berbagi perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku—dari warisan spiritual keluarga, pengalaman kelam KDRT dan penyalahgunaan narkotika, hingga kisah persahabatannya dengan makhluk gaib. Wawancara eksklusif bersama Ivan Gunawan ini membuka sisi lain Sara yang jarang terungkap di publik.

Melalui cerita jujur dan penuh makna, Sara mengajak penonton menyelami perjalanan batinnya menuju penyembuhan dan penerimaan diri. Di balik dunia mistik yang sering melekat padanya, ternyata tersimpan kisah manusiawi tentang luka, keberanian, dan cinta yang menyembuhkan. Yuk, simak kisah lengkapnya di bawah ini, Cess!

Baca Juga: Eksotisme Kakaban, Danau Ubur-Ubur Unik yang Tak Bisa Ditemukan di Tempat Lain Menjela

Bagaimana Awal Kepekaan Spiritual Sara Wijayanto Terbentuk?

Sara mengungkap, kemampuannya bukan muncul tiba-tiba. Sejak kecil, ia tumbuh di keluarga dengan warisan spiritual yang kuat. Nenek, ibu, dan budenya memiliki kepekaan serupa. Saat usia delapan tahun, ia sudah mulai merasakan “getaran” tak kasat mata.

Keluarganya punya tradisi unik: berkumpul tiap malam Selasa Kliwon, di mana leluhur akan “masuk” melalui sang ibu untuk menyampaikan pesan. Menariknya, pesan itu kadang memuat hal-hal penting—bahkan politik—yang kemudian terbukti benar. Semua pesan dicatat sang kakek dalam jurnal khusus. “Itu kayak catatan perjalanan spiritual keluarga kami,” ujarnya.

Bagaimana Sara Bertahan dari KDRT dan Masa Kelam Narkotika?

Momen paling emosional adalah saat Sara mengingat masa gelap hidupnya. Ia pernah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama lima tahun. Tiga tahun terakhir menjadi masa paling berat, ketika kekerasan fisik semakin parah.

“Setiap dia marah, aku sering lihat bayangan hitam tinggi di belakangnya, sampai nyentuh langit-langit,” ungkapnya. Ia pernah dipukul, diseret, ditendang, dan dihina habis-habisan. Luka batin jauh lebih dalam dari luka fisik. Tapi ajaibnya, meski jatuh dari tangga dan memar parah, Sara tak pernah alami patah tulang atau pendarahan. “Mungkin ada yang lindungi aku,” katanya lirih.

Titik balik terjadi ketika ia belajar memaafkan dan mencintai diri sendiri. Termasuk ketika ia memutuskan melakukan operasi plastik. “Buatku, itu bentuk self-love, bukan karena aku nggak bersyukur,” ujar Sara tegas.

Seperti Apa Persahabatan Sara dengan Makhluk Gaib?

Sebagai sosok yang mampu berkomunikasi dengan roh, Sara menegaskan: makhluk-makhluk yang ia temui bukan iblis, melainkan roh-roh tersesat. Mereka tidak bisa kembali ke alamnya karena masih punya urusan dunia. “Mereka cuma perlu didoakan dan didengar,” ujarnya.

Salah satu yang paling membekas adalah sosok Suti, gadis muda yang meninggal setelah mengalami pelecehan. Sara rutin mendoakan Suti sampai roh itu terlihat lebih “cantik” dan akhirnya tenang pergi ke alamnya. “Waktu dia pergi, aku nangis. Rasanya kehilangan teman,” kenangnya.

Kini, Sara ditemani roh bernama Gadis. Ia menggambarkannya sebagai sosok lembut dan tidak menghakimi. “Roh seperti Gadis lebih pure, mereka tidak menilai. Justru bikin aku tenang,” tutur Sara. Baginya, mereka bukan sekadar “penunggu”, tapi teman sejati di saat sunyi.

Apa yang Menginspirasi Sara untuk Terus Berkarya?

Kini, Sara menyalurkan energi spiritualnya ke arah positif. Selain Diary Misteri Sara, ia menghadirkan program baru “Bicara Sara Wijayanto”, yang fokus pada kisah inspiratif orang-orang yang berjuang di tengah cobaan hidup. “Setiap cerita di situ bikin aku ingat untuk selalu bersyukur,” katanya.

Sara juga menyinggung soal kehidupannya bersama sang suami, Damian. Mereka memilih untuk tidak memiliki anak, dan keputusan itu diterima dengan penuh cinta. “Damian ngerti, kami bahagia dengan pilihan kami,” ungkapnya.

Menariknya, Sara menutup obrolan dengan kabar film barunya, “Getih Ireng (Darah Hitam)”, yang tayang mulai 16 Oktober. Film ini mengangkat tema santet dan sisi kelam manusia, tapi tetap punya pesan moral tentang keberanian menghadapi ketakutan.

Apa Pelajaran Hidup yang Bisa Kita Ambil dari Sara?

Kisah Sara adalah pengingat bahwa setiap luka bisa jadi pintu penyembuhan. Ia memilih berdamai dengan masa lalu, bukan menolaknya. Keberaniannya membuka trauma, mengajarkan pentingnya memaafkan diri sendiri dan mencari ketenangan batin.

Bagi yang sedang berjuang keluar dari hubungan beracun atau masa gelap, pesan Sara sederhana tapi dalam:

“Jangan berhenti mencintai diri sendiri. Kadang, cinta sejati itu datang dari dalam.”

Perjalanan hidup Sara Wijayanto bukan sekadar kisah horor dan mistik. Di balik kepekaannya terhadap dunia tak kasat mata, tersimpan perjuangan panjang menghadapi trauma, KDRT, dan ketergantungan narkotika. Kini, ia menjadikan spiritualitasnya sebagai jalan menuju kedamaian dan inspirasi bagi banyak orang.

Kalau kamu merasa tersentuh oleh kisah ini, yuk bagikan artikel ini agar makin banyak orang yang terinspirasi untuk bangkit dan mencintai diri mereka sendiri.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)

 

 

FAQ

1. Siapa sebenarnya Sara Wijayanto?
Sara adalah aktris, penyanyi, dan pakar supranatural Indonesia yang dikenal lewat Diary Misteri Sara.

2. Apakah Sara benar bisa berinteraksi dengan makhluk gaib?
Ya, ia mengaku memiliki kemampuan spiritual turun-temurun dari keluarganya.

3. Apa pesan utama dari kisah hidup Sara?
Bahwa penyembuhan dimulai dari penerimaan dan cinta terhadap diri sendiri.

Editor : Arya Kusuma
#KDRT dan penyembuhan diri #sara wijayanto #Butik Haji Igun Customer