Balikpapan TV - Hai Cess! Film horor Indonesia terbaru, “Sosok Ketiga: Lintrik”, siap bikin bulu kuduk berdiri mulai 6 November 2025. Tapi tenang, ini bukan sekadar tontonan yang penuh jeritan dan cahaya redup—film ini menelusuri sisi gelap pengkhianatan, cinta, dan kekuatan mistis yang bisa mengubah rumah tangga menjadi arena teror gaib.
Bayangin, hubungan yang awalnya manis berubah jadi mimpi buruk hanya karena satu hal: pelet Lintrik. Sebuah ilmu pemikat tingkat tinggi dari tradisi Jawa yang konon mampu menundukkan hati seseorang sepenuhnya. Di tangan sutradara Fajar Nugros dan rumah produksi Leo Pictures, kisah ini diangkat dengan sentuhan realis dan emosional yang kuat—bukan hanya bikin takut, tapi juga bikin mikir. Yuk, kulik bareng bareng kisah mencekam di balik film ini!
Baca Juga: Baznas Balikpapan Evaluasi Pengelolaan Zakat ASN, Target Rp15 Miliar Dikejar Hingga 2026
Apa yang Membuat “Sosok Ketiga: Lintrik” Berbeda dari Horor Biasa?
Biasanya film horor mengandalkan jumpscare dan sosok menyeramkan, tapi “Sosok Ketiga: Lintrik” menggali ketakutan batin—rasa kehilangan dan kehancuran hubungan yang dibalut mistik.
Ceritanya mengikuti Andin (Adinda Thomas) dan Aryo (Wafda Saifan), pasangan muda yang baru menikah enam bulan. Dari luar, hidup mereka tampak sempurna. Tapi di balik senyum itu, ada retak halus yang perlahan berubah jadi jurang. Aryo mulai berubah—dingin, jauh, dan sering beralasan dinas keluar kota.
Siapa Sosok Ketiga yang Mengguncang Rumah Tangga Mereka?
Tiba-tiba muncul Naura (Aulia Sarah), wanita yang jadi orang ketiga dalam rumah tangga Andin. Tapi hubungan ini bukan sekadar affair biasa. Naura, dengan tekad untuk merebut Aryo sepenuhnya, memilih jalan yang menakutkan—ilmu pelet Lintrik.
Menurut kepercayaan mistis Jawa, Lintrik bukan sembarang pelet. Ritualnya melibatkan mantra dan media khusus agar “target” terpikat total. Dalam trailer, ritual ini divisualisasikan dengan detail yang bikin bulu kuduk berdiri—sebuah prosesi yang mengaburkan batas antara cinta dan penguasaan.
Apa Itu Ilmu Pelet Lintrik dan Kenapa Berbahaya?
Lintrik dipercaya sebagai ilmu pengikat hati yang tak hanya menyentuh perasaan, tapi juga merampas kehendak. Seseorang yang terpengaruh bisa kehilangan jati dirinya—terkendali sepenuhnya oleh sang pemilik mantra.
Dalam film ini, efek Lintrik ditampilkan dengan cara yang intens dan simbolik. Dari tatapan kosong Aryo hingga penemuan jimat misterius, semua mengarah pada satu kesimpulan: ada kekuatan tak kasat mata yang sedang bermain. Sutradara Fajar Nugros bahkan menyebut film ini sebagai “eksplorasi trauma dan kesepian lewat simbolisme mistis Nusantara.”
“Film ini bukan tentang setan yang menakuti, tapi tentang luka manusia yang membuka pintu bagi kegelapan,” ujar Fajar Nugros.
Bagaimana Teror Gaib Menghantui Kehidupan Andin?
Sejak Aryo di bawah pengaruh Lintrik, hidup Andin berubah total. Rumah yang dulu hangat kini dipenuhi suara aneh, bayangan samar, dan hawa dingin yang tak pernah pergi. Namun yang paling menyakitkan bukan gangguan gaib itu, melainkan kehilangan cinta yang dulu tulus.
Andin harus berjuang sendirian, melawan kekuatan yang tak bisa ia sentuh. Ia menemukan media gaib, jimat kecil yang menjadi bukti nyata adanya Lintrik. Dari situ, perjuangannya bukan lagi sekadar merebut suami, tapi juga menyelamatkan jiwa—baik milik Aryo maupun dirinya sendiri.
Siapa di Balik Layar “Sosok Ketiga: Lintrik”?
Film ini digarap dengan kekuatan penuh oleh tim yang sudah matang di dunia perfilman Indonesia. Disutradarai oleh Fajar Nugros, diproduseri Agung Saputra, dengan Luna Maya dan Yasmin Napper sebagai eksekutif produser, “Sosok Ketiga: Lintrik” digadang-gadang jadi karya horor paling emosional tahun ini.
Penulisan skenario dipercayakan pada Fidya T Ariestya, yang mengemas cerita dengan gaya realis, memadukan drama keluarga dan unsur klenik tanpa kehilangan nuansa lokal. Pemeran pendukung seperti Atiqah Hasiholan, Nugie, Adzwa Aurel, dan Dilan Janiyar turut memperkuat atmosfernya.
Apa Pesan yang Ingin Disampaikan Film Ini?
Di balik teror dan mistik, film ini menyentuh tema universal: kesetiaan, kehilangan, dan kekuatan cinta. Lewat metafora Lintrik, penonton diajak merenung bahwa cinta yang dikendalikan bukan lagi cinta, melainkan belenggu.
Film ini juga membuka ruang dialog soal fenomena pelet dan klenik di masyarakat modern—bagaimana tradisi lama masih punya tempat di kehidupan masa kini. Bagi yang pernah merasakan cinta tak seimbang atau kehilangan kepercayaan, film ini bisa terasa sangat dekat dan menyentuh.
“Sosok Ketiga: Lintrik” bukan cuma film horor, tapi refleksi emosional tentang cinta, pengkhianatan, dan konsekuensi dari keputusasaan manusia. Ceritanya memadukan realisme psikologis dan mistik Jawa dalam satu paket menegangkan dan penuh makna.
Jadi, siapkah kamu menghadapi sisi gelap cinta yang bisa mengundang teror gaib?
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, ‘Bukan Sekadar Info Biasa!’ (khoirul)
FAQ
1. Kapan “Sosok Ketiga: Lintrik” tayang di bioskop?
Film ini dijadwalkan rilis serentak di seluruh Indonesia pada 6 November 2025.
2. Apakah film ini berdasarkan kisah nyata?
Tidak secara langsung, namun terinspirasi dari kepercayaan mistis Jawa tentang pelet Lintrik.
3. Apa genre utama film ini?
Horror-drama dengan sentuhan psikologis dan mistik Nusantara.