Miris! Atlet Manado Berlatih di Kolam Hijau Berlumut yang Tak Pernah Dikuras
AdminBTV• Selasa, 14 Oktober 2025 | 12:35 WIB
Kolam KONI Manado dengan air hijau berlumut dan atlet yang tetap berlatih — potret semangat di tengah keterbatasan.
Balikpapan TV - Hai Cess! Air kolam renang yang sama sejak tahun 1999 masih dipakai atlet untuk latihan di Kota Manado. Airnya keruh, hijau pekat, dan berlumut—namun tetap jadi tempat para atlet mengasah mimpi. Ironis sekaligus menyentuh.
Kolam renang di kompleks KONI Manado, Kecamatan Sario, kini jadi sorotan publik. Di balik dinding tuanya, tersimpan kisah perjuangan para atlet yang masih rutin berlatih di air yang tak pernah diganti selama lebih dari dua dekade. Kondisinya bikin miris, tapi semangat mereka justru bikin salut. Apa sebenarnya yang terjadi di balik kolam bersejarah ini? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Kolam renang KONI Manado seolah berhenti di waktu. Airnya berwarna hijau pekat, dasar kolamnya ditumbuhi lumut, dan bau lembab menusuk sejak lama. Menurut informasi, airnya tak pernah dikuras sejak tahun 1999. Hanya satu petugas yang menjaga area tersebut. Dengan peralatan terbatas, ia mencoba sekadar memastikan kolam tak sepenuhnya mati. Namun sayang, perhatian dari pihak berwenang nyaris tak terlihat.
Ironinya, tempat ini masih jadi lokasi latihan para atlet renang daerah. Mereka datang hampir setiap hari, menyelam di air yang sama yang dulu mungkin jadi saksi keemasan olahraga Sulut. Kondisi ini menggambarkan betapa minimnya perhatian terhadap fasilitas olahraga di daerah.
Bagaimana Reaksi Pemerintah Provinsi?
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Kountu (YSK), mengaku terkejut begitu mengetahui kondisi tersebut. Ia baru menyadari saat tengah mempersiapkan keberangkatan atlet Sulut menuju PON Beladiri Kudus 2025. “Hanya satu kata buat kontingen Sulut — menang,” tegas Yulius saat memberi semangat kepada tujuh cabang olahraga yang akan berlaga.
Namun di balik kata “menang”, ada realitas yang getir. Sebab, tanpa fasilitas yang layak, bagaimana mungkin prestasi bisa diraih dengan maksimal? Potret KONI Manado seolah jadi cermin: semangat tinggi para atlet tidak selalu diimbangi dukungan sarana yang memadai.
Apa Dampaknya Bagi Atlet yang Berlatih di Sana?
Bagi para atlet, kondisi kolam itu bukan sekadar hambatan, tapi tantangan. Latihan di air yang keruh jelas berisiko: dari iritasi kulit, infeksi, hingga penurunan performa karena tidak nyaman berlatih. Namun, semangat mereka luar biasa. Mereka terus datang, membawa tekad besar di tengah kondisi yang terbatas. “Kami ingin tetap berprestasi, walau fasilitas seperti ini,” ujar salah satu atlet muda yang rutin berlatih di sana.
Cerita ini membuktikan bahwa semangat juang atlet daerah bukan basa-basi. Tapi tentu, semangat sekuat apa pun tetap butuh dukungan nyata—baik dari pemerintah maupun masyarakat olahraga.
Meski belum ada tindakan konkret, kondisi ini sudah mulai menarik perhatian publik. Banyak pihak berharap Pemerintah Provinsi segera turun tangan memperbaiki fasilitas KONI Manado. Dukungan dari berbagai elemen, mulai dari komunitas olahraga hingga masyarakat umum, mulai muncul di media sosial. Mereka menyerukan agar kolam ini direnovasi, bukan hanya demi estetika, tapi demi keselamatan dan masa depan atlet.
Sebagai langkah awal, perawatan dasar seperti pengurasan dan pembersihan berkala bisa dilakukan sambil menunggu anggaran rehabilitasi menyeluruh. Karena dari sinilah — dari kolam sederhana ini — lahir semangat yang bisa membawa nama Sulut ke pentas nasional.
Apa yang Bisa Dipetik dari Kisah Kolam Ini?
Kisah kolam KONI Manado bukan sekadar soal fasilitas usang. Ini tentang ketulusan dan semangat atlet yang tak pernah surut meski airnya keruh. Tentang loyalitas seorang penjaga yang tetap datang setiap pagi memastikan pintu kolam terbuka. Tentang harapan yang tetap menyala, walau terendam dalam air yang seharusnya sudah lama diganti.
Sebagai masyarakat, kita bisa belajar: prestasi besar lahir bukan dari kemewahan, tapi dari kegigihan. Namun, bukan berarti fasilitas bisa diabaikan. Pemerintah daerah perlu memastikan tempat latihan layak agar semangat itu tak padam di tengah jalan.
Kolam KONI Manado, yang tak pernah dikuras sejak 1999, kini jadi cermin kondisi fasilitas olahraga daerah. Di tengah air hijau dan lumut tebal, semangat para atlet Sulut tetap menyala. Namun, tanpa perhatian serius, perjuangan mereka bisa tenggelam bersama kolam yang terlupakan.
Yuk, sebarkan kisah ini agar makin banyak yang peduli pada dunia olahraga daerah. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Alya)
FAQ
1. Mengapa air kolam KONI Manado tidak pernah diganti? Karena keterbatasan perawatan dan minimnya anggaran, air kolam belum pernah dikuras sejak 1999.
2. Apakah kolam masih digunakan untuk latihan atlet? Ya, hingga kini para atlet masih menggunakan kolam tersebut untuk latihan rutin.
3. Apakah ada rencana perbaikan fasilitas? Belum ada kepastian, namun perhatian publik dan dorongan media mulai membuka peluang perbaikan.
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia Editor : Arya Kusuma