Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pengemis Viral dari Tegal Berulah Lagi! Ini Kronologi Penabokan Pengendara di Simpang Palma Purwokerto

AdminBTV • Minggu, 12 Oktober 2025 | 08:51 WIB

Foto pengemis viral BBS berulah di Purwokerto, kasus sosial yang kembali mencuri perhatian publik.
Foto pengemis viral BBS berulah di Purwokerto, kasus sosial yang kembali mencuri perhatian publik.

Balikpapan TV - Hai Cess! Drama jalanan kembali terjadi, kali ini datang dari Purwokerto. Seorang pengemis berinisial BBS (22) yang sempat viral di Tegal karena menyundutkan rokok ke pengendara, kini kembali bikin geger setelah berulah di Simpang Palma, Jalan Jenderal Soedirman.
Korban bernama Kukuh (33), warga Patikraja, mengaku sempat kaget dan tak menyangka bakal “ditarangsap” begitu saja oleh pengemis yang dikenal publik karena aksinya di video viral beberapa waktu lalu.

Peristiwa itu terjadi ketika Kukuh sedang berhenti di lampu merah. Tanpa banyak bicara, BBS mendekat dan menabok tangan kanannya. Warga sekitar yang melihat sontak panik dan langsung melapor ke Satpol PP Banyumas. Tak lama kemudian, petugas datang dan mengamankan pelaku. Begini kisah lengkapnya, Cess!

Baca Juga: Suara Cerdas di Rumah! Smart Speaker Ubah Cara Hidup Modern Masyarakat Urban

Dari Tegal ke Purwokerto: Aksi Lama Terulang Lagi

BBS bukan nama baru di dunia maya. Beberapa waktu lalu, ia jadi bahan perbincangan setelah terekam menyundut rokok ke pengendara motor di Tegal karena tak diberi uang. Videonya viral di berbagai platform, memicu reaksi warganet yang beragam—antara simpati dan geram.
Usai kejadian itu, BBS diamankan oleh aparat dan sempat dibina oleh Dinas Sosial sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya di Bumiayu. Tapi ternyata, perjalanannya tak berhenti di situ. Alih-alih kembali tenang, BBS justru “menyeberang” ke Purwokerto dan kembali membuat ulah serupa.

Menurut laporan, BBS kerap berpindah tempat dan mengemis di area ramai seperti Menara Teratai dan Simpang Palma. Hingga akhirnya, aksinya kembali mengundang perhatian setelah insiden menabok Kukuh viral di media sosial.

Kukuh: Kaget, Tak Sangka Bisa Ditabok

Kukuh (33), warga Patikraja, masih ingat betul momen itu. Siang hari yang biasa berubah jadi pengalaman tak menyenangkan. “Saya lagi di perempatan Palma, tahu-tahu dari sebelah timur ada pengemis mendekat dan menabok tangan saya,” ujarnya kepada media lokal.
Awalnya Kukuh mengira BBS hanya ingin meminta uang. Namun sebelum sempat merespons, tangan kanannya langsung ditepuk cukup keras. Warga sekitar yang melihat sontak bereaksi, ada yang menegur, ada pula yang langsung merekam kejadian tersebut.

BBS sendiri setelah menabok Kukuh, langsung berjalan ke arah pengendara lain tanpa bicara sepatah kata. Aksinya ini membuat banyak pengendara waspada, apalagi beberapa masih mengenali wajahnya dari video viral di Tegal.

Satpol PP Turun Tangan: “Kami Sudah Terima Banyak Laporan”

Tak butuh waktu lama, petugas Satpol PP Banyumas langsung turun ke lapangan. Dalam waktu beberapa jam setelah laporan masuk, BBS berhasil diamankan di kawasan Menara Teratai. “Kami menerima beberapa laporan warga soal pengemis yang kerap membuat resah di sekitar pusat kota,” kata salah satu anggota Satpol PP Banyumas.
BBS kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Banyumas dan Satpol PP Brebes—daerah asal BBS—untuk memproses pemulangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Menurut keterangan pejabat terkait, BBS akan dikembalikan ke keluarganya dan diberikan pembinaan lanjutan. Tujuannya bukan semata menghukum, tapi juga memberi ruang agar pelaku bisa kembali ke jalur hidup yang lebih baik.

Lebih dari Sekadar Viral: Cermin Realita Sosial di Jalanan

Kasus BBS bukan yang pertama dan bisa jadi bukan yang terakhir. Fenomena pengemis yang viral di media sosial menggambarkan realita sosial yang lebih kompleks. Di balik tindakan yang meresahkan, ada kisah hidup yang sering terabaikan: kemiskinan, keterbatasan, dan kurangnya dukungan sosial.
Namun, hal ini juga menjadi pengingat bahwa simpati tidak boleh menutup mata terhadap tindakan yang melanggar norma. Kekerasan fisik, sekecil apapun, tetap tidak bisa ditoleransi. Maka dari itu, pembinaan sosial dan pengawasan perlu berjalan seiring, bukan hanya sekadar tindakan setelah viral.

Bagi warga, penting untuk tetap waspada dan bijak. Bila menemui pengemis yang bertindak agresif, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa ditangani secara manusiawi namun tegas.
Dan bagi kita semua, mungkin saatnya belajar lebih peduli tanpa harus menunggu sesuatu viral lebih dulu.

Peristiwa ini jadi pengingat bahwa viral bukan sekadar tontonan. Di baliknya, ada pelajaran sosial yang nyata tentang empati, ketertiban, dan tanggung jawab bersama menjaga ruang publik tetap aman.

Bagikan artikel ini biar makin banyak yang sadar pentingnya saling menjaga di jalanan, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Alya)

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kasus BBS Banyumas #Pengemis viral Tegal Purwokerto #Satpol PP amankan pengemis