Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tusuk 4 Orang! Pria Blasteran Jawa Spanyol Ngamuk di Cilandak, Ternyata Ini Motifnya

Arya Kusuma • Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:53 WIB

TKP penangkapan YY di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, lokasi terjadinya penusukan brutal akibat dugaan tekanan psikis dan penolakan minum obat.
TKP penangkapan YY di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, lokasi terjadinya penusukan brutal akibat dugaan tekanan psikis dan penolakan minum obat.

Balikpapan TV - Hai Cess! Warga Cilandak Barat, Jakarta Selatan, digegerkan oleh aksi penusukan brutal yang dilakukan seorang pria bernama RMS alias YY (45). Pria keturunan Jawa–Spanyol itu diduga menyerang keluarganya lantaran diliputi rasa curiga berlebihan. Ia menuding keluarganya ingin membunuhnya karena terus memaksanya minum obat penenang. Insiden ini sontak membuat warga sekitar kaget bukan main, apalagi Yoyo dikenal cukup ramah meski belakangan perilakunya berubah drastis.

Menurut keterangan Koordinator Keamanan RW 03, Johanes Santika (62), sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, YY sempat curhat kepada temannya di lingkungan rumah. Ia merasa lelah dan marah karena dipaksa mengonsumsi obat secara terus-menerus. “Beberapa hari sebelum kejadian, dia udah ngomel-ngomel. Katanya, ‘Keluarga gue mau bunuh gue ya, suruh minum obat terus, gue udah gak mau,’ Jadi dia pikir keluarganya mau bunuh dia,” ujar Johanes saat ditemui, Senin (6/10).

Ledakan Emosi di Tengah Tekanan Mental

Warga sekitar menyebut YY sempat tampak linglung beberapa hari sebelum insiden. Ia sering berjalan mondar-mandir di depan rumah sambil berbicara sendiri. Menurut tetangga, YY sebelumnya mengalami gangguan kecemasan dan sedang menjalani pengobatan rutin dari dokter. Namun, rutinitas minum obat yang dianggap membatasi kebebasannya justru membuatnya semakin tertekan.

Banyak yang menduga, ledakan emosinya adalah puncak dari stres yang menumpuk. Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya seseorang ketika kehilangan kendali atas pikirannya sendiri. “Dia dulu orangnya baik, suka bantu warga. Tapi sejak sakit itu, berubah banget,” ujar salah satu warga.

Baca Juga: Murah Tapi Berkelas! Kisah Tante Penerus Usaha Lalapan di Km 6 Balikpapan yang Bikin Warga Ketagihan

Lingkungan yang Terkejut dan Trauma

Pasca kejadian, suasana di lingkungan tempat tinggal YY mendadak mencekam. Banyak warga yang masih tak percaya pria yang dulu dikenal penyabar itu bisa berbuat sekejam itu. Area sekitar rumah pun sempat dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Beberapa saksi mata juga sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk memperjelas kronologi kejadian.

Warga mengaku masih trauma. Terlebih, kejadian itu berlangsung di siang hari dan sempat disaksikan oleh anak-anak yang bermain di sekitar lokasi. “Kami semua syok, apalagi anak-anak. Mereka ketakutan waktu dengar teriakan,” ujar Johanes lagi.

Kronologi Lengkap Penusukan Brutal di Cilandak Barat yang Bikin Geger
Kronologi Lengkap Penusukan Brutal di Cilandak Barat yang Bikin Geger

Polisi Dalami Kondisi Psikologis Pelaku

Kapolsek Cilandak, Kompol Ardian Saputra, menjelaskan bahwa saat ini penyidik masih mendalami motif di balik tindakan YY. Dugaan kuat, pelaku mengalami gangguan kejiwaan yang kambuh karena berhenti minum obat. Polisi juga sudah berkoordinasi dengan rumah sakit jiwa untuk memeriksa kondisi mental pelaku secara menyeluruh.

“Kami masih menunggu hasil observasi dokter. Dugaan awal, pelaku dalam kondisi tidak stabil secara psikis,” ujar Kompol Ardian. Ia menegaskan, penyidikan akan dilakukan dengan pendekatan medis dan hukum agar hasilnya objektif.

Pesan Penting Tentang Kesehatan Mental

Kasus YY menjadi pengingat keras bahwa kesehatan mental tidak boleh dianggap remeh. Banyak orang yang menolak minum obat karena takut dicap “gila” atau merasa dikontrol, padahal obat dan terapi adalah bagian penting dari proses penyembuhan. Tekanan sosial, stigma, dan kurangnya edukasi sering kali membuat penderita semakin terisolasi dan frustrasi.

Para ahli kesehatan jiwa mengingatkan, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci utama pemulihan. “Jangan biarkan penderita merasa sendirian. Justru mereka butuh pelukan dan pengertian,” ujar psikolog klinis Diah Pratiwi saat dimintai tanggapan terkait kasus ini.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#gangguan mental #obat penenang #penusukan Cilandak Barat