Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa sangka, di era teknologi canggih ini, masih ada pesawat yang sudah berusia lebih dari setengah abad namun tetap mengudara dengan gagahnya.
Yuk, kita intip kisah tiga pesawat legendaris yang membuktikan bahwa umur hanyalah angka!
1. Nolinor C-GNLK: Si Tangguh dari Era 70-an
Bayangkan, pesawat Boeing 737-200 dengan registrasi C-GNLK ini pertama kali mengudara pada 9 Mei 1974.
Awalnya dimiliki oleh Transavia, pesawat ini telah berpindah tangan beberapa kali sebelum akhirnya bernaung di bawah Nolinor Aviation, maskapai asal Kanada.
Dengan konfigurasi 119 kursi, C-GNLK dilengkapi dengan gravel kit, memungkinkan lepas landas dan mendarat di landasan yang tidak beraspal.
Ini menjadikannya andalan untuk penerbangan ke daerah terpencil seperti Bandara Inuvik/Mike Zubko dan Bandara Yellowknife di Kanada.
Menariknya, Nolinor Aviation dikenal sebagai operator terbesar Boeing 737-200 di dunia, dengan armada yang telah dimodernisasi untuk memperpanjang masa operasionalnya.
2. Iran Air Force 5-8106: Sang Raksasa dari Timur Tengah
Boeing 747-131 dengan registrasi 5-8106 ini pertama kali mengudara pada tahun 1969.
Awalnya dimiliki oleh Iraq Airways, pesawat ini kemudian dioperasikan oleh Angkatan Udara Iran sejak tahun 1985.
Pada tahun 2020, pesawat ini mengalami insiden serius akibat kegagalan rem di Bandara Mehrabad, Teheran.
Namun, ada rencana untuk memasang kembali mesin dari Iran Air 747SP-86 agar pesawat ini dapat kembali beroperasi.
Meskipun usianya sudah lebih dari 50 tahun, 5-8106 tetap menjadi bagian penting dari armada militer Iran, menunjukkan ketangguhan dan keandalan desain Boeing 747.
3. Lockheed L-1049 Super Constellation HB-RSC: Si Cantik dari Masa Lalu
Lockheed L-1049 Super Constellation dengan registrasi HB-RSC adalah pesawat legendaris yang pertama kali terbang pada tahun 1951.
Pesawat ini dikenal dengan desain uniknya dan pernah digunakan oleh berbagai maskapai ternama seperti TWA dan KLM.
HB-RSC sendiri memiliki sejarah panjang, termasuk pelayanan di Angkatan Udara AS sebelum akhirnya dipulihkan dan dipamerkan di berbagai pertunjukan udara di Eropa.
Sayangnya, sejak 2017, pesawat ini kehilangan sertifikat kelaikan udara Swiss dan kini menunggu perawatan lebih lanjut.
Meskipun tidak lagi terbang, HB-RSC tetap menjadi simbol kejayaan era penerbangan klasik dan menarik perhatian para penggemar aviasi di seluruh dunia.
Tiga pesawat ini membuktikan bahwa dengan perawatan dan dedikasi, usia bukanlah halangan untuk tetap mengudara.
Mereka adalah saksi bisu dari sejarah penerbangan yang kaya dan penuh inovasi.
Bagikan artikel ini ke teman-temanmu yang suka dunia aviasi, dan mari kita apresiasi sejarah yang masih terbang tinggi di langit!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!' (novaldy)
Editor : Arya Kusuma