Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kampung Bandit Ada Di Google Maps: Stigma Negatif Digital Mengancam Pati Pasca-Tragedi Pengeroyokan Bos Rental

Arya Kusuma • Kamis, 13 Juni 2024 | 15:30 WIB

Di google Maps Ada Nama Kampung Bandit dan Kampung Penadah
Di google Maps Ada Nama Kampung Bandit dan Kampung Penadah

BalikpapanTv.id - Pati menjadi sorotan setelah kasus pengeroyokan bos rental mobil berujung maut. Kini, desa Sumbersoko dicap "Kampung Bandit" di Google Maps.

Pemkab Pati berusaha memulihkan citra dan meredam dampak negatif pada investasi. Polisi juga menyelidiki isu penadah mobil bodong.

Pati, Jawa Tengah – Kasus pengeroyokan bos rental mobil hingga tewas di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, menyisakan dampak yang tak terduga.

Sejumlah titik di desa tersebut kini ditandai sebagai "Kampung Bandit" di Google Maps, memicu stigma negatif dan keprihatinan mendalam dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Gara-Gara Motor, Persahabatan Retak di Samboja: Malingnya Ternyata Teman Sendiri!

Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, secara tegas membantah stigma tersebut dan menegaskan bahwa Sukolilo bukanlah sarang bandit seperti yang digambarkan.

Pemkab Pati bersama tokoh masyarakat dan agama tengah gencar melakukan komunikasi untuk meluruskan pemahaman masyarakat.

"Sukolilo dianggap di situ sarang bandit, kondisi ini kita turut prihatin, tapi tidak demikian yang sebenarnya karena semua kondisinya baik-baik saja," tegas Henggar.

Upaya pemulihan citra ini menjadi fokus utama Pemkab Pati, mengingat dampak negatif yang mungkin timbul terhadap iklim investasi di kabupaten tersebut.

Baca Juga: Jelajah Wisata Sumsel: Ayo Media Network dan Promedia Membawa Pesona Sumsel Melalui 1200 Jaringan Media Di seluruh Indonesia

Henggar berharap kegaduhan ini tidak akan mempengaruhi iklim investasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

"Iklim investasi di Pati yang sudah baik, mudah-mudahan tidak terpengaruh semua ini. Karena kondisi ini terjadi di luar rentang kendali kita, kondisi ini menjadi keprihatinan bersama," tandas Henggar.

Selain stigma "Kampung Bandit", isu lain yang mencuat adalah dugaan adanya lima lokasi penadah kendaraan bodong di Kabupaten Pati. Dirkrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.

Baca Juga: Misteri Pembunuhan Kasus Dinda Remaja Balikpapan: Oknum Polisi Diduga Halangi Penyelidikan, Akankah Keadilan Terwujud?

"Kita akan tindaklanjuti," ucap Johanson. "Setiap informasi akan kita tindaklanjuti."

Kasus pengeroyokan yang terjadi di Sumbersoko menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan yang tepat terhadap konflik sosial.

Pemkab Pati berkomitmen untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

"Tentunya apa yang terjadi menjadi pelajaran bagi kita semua, baik di Pati maupun daerah lain," kata Henggar.

Baca Juga: Petugas Dishub Viral Minta Rokok Kena Getahnya: Pangkat Turun, Tunjangan Dipotong!

Sementara itu, Polda Jateng telah berhasil mengungkap sindikat penadah dan penjualan mobil bodong di Pati dan Jepara.

Lima orang diamankan dan terindikasi sebagai bagian dari kelompok Lengek Squad yang berpusat di Pati.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa sindikat ini telah beroperasi sejak tahun 2017. Sebanyak 20 mobil dan sejumlah barang bukti lainnya berhasil diamankan.

Editor : Arya Kusuma
#kampung bandit #kampung penadah #stigma negatif #Henggar Budi Anggoro #pati