BalikpapanTv.id - Siapa sangka, kebaikan hati memberi uang jajan Rp5.000 kepada teman SMP bisa berujung teror selama 10 tahun? Inilah kisah pilu Nimas Runeh Sabella Sutopo yang viral di media sosial.
Melansir dari akun X (Twitter) @runeh_, Senin (20/5/2024), Berawal dari niat baik Nimas membantu Adi Pradita, teman SMP-nya yang mengaku tak punya uang jajan, siapa sangka kebaikan itu justru menjadi awal mimpi buruknya.
Adi, yang selama ini dikenal pendiam, tiba-tiba terobsesi pada Nimas. Teror dimulai dengan pesan-pesan aneh, lalu meningkat menjadi kiriman foto alat kelamin dan ajakan menikah yang tak henti-hentinya.
Baca Juga: Awas! Denda Buang Sampah Sembarangan di Pasar Minggu Bisa Bikin Kantong Jebol
Nimas bahkan pernah dilabrak Adi di depan gang rumahnya, namun teror tak kunjung berhenti.
"AKU CUMA KASIH KAMU UANG 5000 DI, KAMU KASIH AKU NERAKA 10 TAHUN," tulis Nimas dalam cuitannya yang viral di Twitter.
Tak hanya itu, Adi bahkan membeli banyak nomor baru dan membuat ratusan akun media sosial hanya untuk meneror Nimas. Obsesinya yang tak masuk akal membuat Nimas hidup dalam ketakutan selama bertahun-tahun.
Kisah Nimas ini pun menuai simpati netizen. Banyak yang mengecam tindakan Adi dan mendukung Nimas untuk menempuh jalur hukum.
Baca Juga: Viral! Ini Profil Nayunda Nabila: Dari Panggung Dangdut ke Sorotan Kasus Korupsi
Pelajaran dari Kisah Nimas
Kisah Nimas ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama di dunia maya.
Kebaikan hati memang perlu, namun kewaspadaan juga tak boleh dilupakan.
Selain itu, kisah ini juga menyoroti pentingnya kesehatan mental. Obsesi berlebihan seperti yang dialami Adi bisa menjadi tanda adanya gangguan mental yang perlu penanganan profesional.
Baca Juga: Drakor di KPK,Wakil Ketua KPK Vs Dewas KPK!
Apa yang Bisa Dilakukan Jika Mengalami Teror?
Jika Anda atau orang terdekat mengalami teror seperti Nimas, jangan ragu untuk mencari bantuan. Laporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan jangan takut untuk berbicara kepada orang yang Anda percaya. Ingat, Anda tidak sendirian.
Harapan untuk Nimas
Semoga Nimas bisa segera lepas dari teror yang dialaminya dan mendapatkan keadilan. Semoga kisah ini juga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan waspada dalam berinteraksi dengan orang lain.
Editor : Arya Kusuma