Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kritik Kinerja BGN Menguat, Hari Purwanto Desak Prabowo Evaluasi Kepemimpinan Program MBG Nasional

Arya Kusuma • Selasa, 14 April 2026 | 13:09 WIB
Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR)
Hari Purwanto, Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR)

 

Topik: Desakan evaluasi Kepala BGN mencuat di tengah sorotan program MBG nasional
Durasi Baca: 4 menit

 

Ikhtisar: Kritik kinerja BGN memicu desakan evaluasi kepemimpinan dan pengelolaan program MBG yang dinilai belum sistematis dan berpotensi ganggu efektivitas kebijakan.

Baca Ringkas 30 Detik: Desakan pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional muncul setelah kritik terhadap pengelolaan program Makan Bergizi Gratis. Penilaian menyebut tata kelola belum sistematis, cenderung reaktif, dan berpotensi menurunkan efektivitas program. Sejumlah pengadaan bernilai besar ikut disorot publik. Evaluasi dinilai perlu menyentuh aspek kepemimpinan agar program prioritas tetap berjalan sesuai tujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Desakan keras datang ke pusat. Hari Purwanto Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) minta Prabowo Subianto copot Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional. Alasannya tegas, kinerja lembaga dinilai “brutal” dan belum berbasis perencanaan terukur.

Penasaran kenapa isu ini makin panas dan jadi omongan banyak pihak? Ikuti terus sampai habis, biar jelas duduk perkaranya, nah itu sudah Cess!

Baca Juga: Rumah Kecil Tapi Cerdas! Inspirasi Desain Minimalis yang Bikin Hunian Terasa Lapang

Apa yang jadi sorotan utama terhadap kinerja BGN?

Kritik utama mengarah ke pola kerja yang dianggap kada sistematis. Hari menilai pengelolaan anggaran di lingkungan BGN belum terarah dengan jelas. Kalimatnya singkat tapi tajam, “Pengelolaan anggaran terkesan tidak terprogram secara sistematis dan terarah.”

Masalahnya kada cuma di angka. Tapi cara jalan program. Ada kekhawatiran keputusan diambil dari informasi yang kada utuh. Bahkan disebut berisiko mengarah ke laporan ABS, asal bapak senang. Ini bahaya, pang. Kalau laporan di atas sudah bias, kebijakan di bawah bisa melenceng jauh. Pahamlah ikam…

Kenapa program Makan Bergizi Gratis ikut terseret?

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG itu salah satu prioritas pemerintah. Harusnya jadi andalan. Tapi di lapangan, justru banyak tantangan muncul.

Mulai dari perencanaan yang belum matang, distribusi yang belum konsisten, sampai pengawasan yang dinilai belum maksimal. Pertanyaannya sederhana, gimana mau optimal kalau dari awal sudah ada celah? Nah, ini yang bikin sorotan makin kuat.

Hari menegaskan programnya bagus. Sangat strategis. Tapi kalau pengelolaannya kada tepat, bisa berubah arah. Bukannya memperkuat gizi masyarakat, malah berisiko mengalami distorsi. Ini bukan soal konsep, tapi eksekusi.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Balikpapan–Jakarta Naik Tajam, Penumpang Mulai Cari Cara Hemat

Pengadaan besar-besaran ini kenapa jadi perhatian publik?

Ada beberapa angka yang bikin banyak pihak angkat alis. Pengadaan 32 ribu laptop. Alat makan program MBG senilai Rp4 triliun. Motor listrik Rp2,4 triliun. Bahkan jasa event organizer tembus Rp113 miliar.

Nilainya besar. Sangat besar. Wajar kalau publik mulai bertanya-tanya. Apakah sudah sesuai kebutuhan? Apakah prosesnya transparan?

Isu lain ikut muncul. Mulai dari potensi pembengkakan anggaran, transparansi tender, sampai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi. Memang belum semuanya terkonfirmasi sebagai pelanggaran. Tapi sinyalnya sudah cukup kuat untuk jadi bahan evaluasi serius. Kada bisa dianggap sepele, Cess.

Apakah penanganan masalah di BGN sudah tepat?

Menurut Hari, respons internal BGN cenderung reaktif. Istilahnya tambal sulam. Ada masalah, ditutup. Muncul lagi, ditambal lagi.

“Penanganan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan tambal sulam, bukan pembenahan sistemik,” ujarnya.

Pendekatan seperti ini berisiko. Bukan cuma soal efisiensi anggaran, tapi juga kualitas layanan program. Kalau akar masalah kada disentuh, persoalan bakal berulang. Terus begitu saja.

Ini yang bikin desakan evaluasi makin kuat. Bukan sekadar perbaikan teknis, tapi harus sampai ke sistem dan kepemimpinan.

Langkah apa yang didorong untuk ke depan?

Hari menekankan evaluasi harus menyeluruh. Kada cukup administratif. Harus menyentuh kepemimpinan.

Ia juga mengingatkan soal risiko jika penilaian hanya berbasis loyalitas tanpa indikator kerja jelas. Bisa jadi beban dalam pemerintahan. Kalimatnya lugas, tanpa basa-basi.

Di sisi lain, ia menilai masih banyak sumber daya manusia yang punya kapasitas memimpin BGN dengan lebih profesional dan akuntabel. Artinya, opsi perbaikan tetap terbuka.

Menjelang dua tahun masa pemerintahan, momentum evaluasi ini dianggap penting. Supaya program prioritas seperti MBG tetap berjalan sesuai tujuan awal. Nah, ikam pasti pahamlah, ini soal arah kebijakan jangka panjang.

Baca Juga: WNA Belanda Mengamuk di Bandara Sepinggan Balikpapan, Dugaan Depresi Picu Keributan Area Keberangkatan

Poin Penting yang Perlu Diperhatikan:
1. Kritik menyorot pengelolaan BGN yang dinilai belum sistematis
2. Program MBG menghadapi tantangan dari perencanaan hingga pengawasan
3. Pengadaan bernilai besar memicu perhatian publik soal transparansi
4. Penanganan masalah disebut masih tambal sulam, bukan sistemik
5. Evaluasi kepemimpinan dinilai penting untuk perbaikan menyeluruh

Insight: Evaluasi BGN bukan sekadar ganti posisi, tapi soal arah kebijakan publik. Kalau pembenahan hanya di permukaan, efeknya kada terasa. Tapi kalau menyentuh sistem dan kepemimpinan, dampaknya bisa panjang. Di lapangan, masyarakat butuh hasil nyata, bukan sekadar program besar. Nah, di sinilah tantangannya, memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan tanpa bocor di tengah jalan.

Bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin paham situasinya. Biar diskusi makin luas, kada cuma di pusat pang.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

1. Apa alasan utama desakan pencopotan Kepala BGN?
Karena kinerja dinilai belum sistematis, terutama dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.

2. Apa itu program MBG yang disebut dalam isu ini?
Program Makan Bergizi Gratis, salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

3. Kenapa pengadaan barang jadi sorotan?
Karena nilainya besar dan memunculkan pertanyaan soal transparansi serta efisiensi anggaran.

4. Apakah sudah ada tanggapan dari Kepala BGN?
Hingga berita ini diposting, belum ada konfirmasi dari Kepala BGN terkait desakan tersebut.

Editor : Arya Kusuma
#Hari Purwanto #Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) #Dadan Hindayana #Mbg