Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Sungai Pitap Meluap, Sejumlah Desa di Balangan Terendam Banjir, Ribuan Rumah Terdampak Banjir di Lima Kecamatan

Arya Kusuma • Senin, 29 Desember 2025 | 18:31 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan hingga Senin (29/12) pagi. Laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan mencatat genangan air terjadi di lima kecamatan, dengan kondisi debit air di beberapa titik mulai menunjukkan penurunan, terutama di Kecamatan Tebing Tinggi. Meski begitu, kewaspadaan tetap jadi kunci karena potensi hujan masih ada.

Nah, situasi di lapangan bukan cuma soal air yang surut atau naik. Ada ribuan rumah terdampak, aktivitas warga yang tersendat, hingga langkah penanganan darurat yang terus berjalan. Ikam yang pengin tahu gambaran utuh kondisi banjir Balangan, bertahan sebentar dan simak sampai habis Cess!

Apa kondisi terbaru banjir di Kabupaten Balangan per Senin pagi?

Berdasarkan laporan harian Pusdalops-PB Balangan per Senin pukul 07.30 Wita, banjir masih melanda Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan, Halong, Juai, dan Paringin Selatan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disebut masih berpotensi turun, sehingga genangan di beberapa wilayah belum sepenuhnya hilang.

Secara hidrologi, Sungai Balangan berada dalam kondisi normal. Namun, Sungai Pitap dilaporkan meluap dan menjadi salah satu penyebab utama banjir di sejumlah desa. Kiriman air dari wilayah hulu, khususnya dari Tebing Tinggi dan Halong, juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

BPBD Balangan mengingatkan, kenaikan debit air masih mungkin terjadi jika curah hujan kembali meningkat. Karena itu, pemantauan terus dilakukan agar pergerakan air dapat diantisipasi sejak dini, pahamlah ikam.

Baca Juga: Apa Hasil Uji Teknis PUPR Kaltim pada Jembatan Mahulu Samarinda?

Berapa jumlah rumah dan warga yang terdampak banjir Balangan?

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menyebut dampak banjir cukup luas. Total rumah yang terdampak mencapai 2.590 unit, dengan 4.144 kepala keluarga dan 11.024 jiwa ikut merasakan dampaknya.

Di Kecamatan Tebing Tinggi, beberapa desa mencatat dampak signifikan. Desa Mayanau terdampak pada 172 KK atau 625 jiwa. Sementara di Desa Simpang Bumbuan, banjir merendam rumah 128 KK atau 347 jiwa. Di desa ini juga dilaporkan satu rumah hanyut, 13 rumah rusak berat, serta sekitar 70 rumah mengalami kerusakan hingga 30 persen.

Desa lain yang turut terdampak di Tebing Tinggi antara lain Langkap, Sungsum, Tebing Tinggi, Ajung, Gunung Batu, Ju’uh, dan Simpang Nadong. Kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan material masih jadi persoalan utama.

Wilayah mana saja yang terdampak paling parah dan bagaimana kondisinya?

Kecamatan Awayan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran dampak luas. Sedikitnya sembilan desa terdampak, yakni Muara Jaya, Pulantan, Putat Basiun, Awayan Pasar, Badalungga Hilir, Badalungga, Awayan Hilir, Baramban, Desa Baru, dan Pudak.

Di Desa Muara Jaya, banjir merendam rumah 160 KK atau 560 jiwa. Dua langgar dan satu masjid ikut terdampak, sementara ruas jalan desa sepanjang sekitar 500 meter tergenang air setinggi 10 hingga 60 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Pulantan dan Putat Basiun, dengan sekolah, kantor kecamatan, pasar, dan tempat ibadah ikut terendam.

Genangan air yang menutup jalan desa membuat aktivitas warga terganggu. Akses terbatas dan fasilitas umum terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan, nah’ itu sudah, kondisi lapangan memang tidak sederhana.

Langkah apa yang dilakukan pemerintah dan BPBD saat ini?

Pemerintah Kabupaten Balangan telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 3 Januari 2026. Penetapan ini bertujuan agar penanganan pascabanjir bisa dilakukan lebih optimal dan terkoordinasi.

BPBD Balangan menyebut kondisi pascabanjir mulai terkendali. Selain penyaluran bantuan logistik, fokus berikutnya adalah pembersihan rumah warga, terutama di wilayah yang terdampak banjir bandang. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat kembali beraktivitas.

Rahmi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dampak yang tercatat berupa kerugian material dan kerusakan bangunan. Pemantauan terus dilakukan melalui radio komunikasi, internet, serta laporan langsung petugas dan relawan. Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Balangan juga tetap aktif untuk pengendalian operasi dan distribusi bantuan bersama TRC serta instansi terkait.

Ikhtisar Singkat
Banjir masih melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Balangan hingga Senin (29/12) pagi, dengan ribuan rumah dan warga terdampak. Debit air di beberapa titik mulai menurun, namun potensi hujan membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga awal Januari 2026, sementara BPBD fokus pada bantuan logistik, pemantauan, dan pembersihan rumah warga agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi terkini banjir Balangan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ
Apakah banjir di Balangan sudah sepenuhnya surut?
Belum sepenuhnya. Beberapa titik mulai menurun, namun genangan masih ada di sejumlah wilayah.

Apakah ada korban jiwa akibat banjir ini?
BPBD Balangan memastikan tidak terdapat korban jiwa, hanya kerugian material dan kerusakan rumah.

Sampai kapan status tanggap darurat diberlakukan?
Status tanggap darurat bencana ditetapkan hingga 3 Januari 2026.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Kondisi banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Balangan dengan genangan air masih terlihat di sejumlah desa.
Kondisi banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Balangan dengan genangan air masih terlihat di sejumlah desa.

Editor : Arya Kusuma
#BPBD Balangan #Banjir Balangan #sungai pitap #Kabupaten Balangan