Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tragedi Kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut Manado, Renggut Belasan Nyawa, Ini Daftar 16 Orang yang Selamat

Arya Kusuma • Senin, 29 Desember 2025 | 10:50 WIB

Suasana evakuasi Korban kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut Manado
Suasana evakuasi Korban kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut Manado

Balikpapan TV - Hai Cess! Kabar duka datang dari Sulawesi Utara. Kebakaran hebat melanda Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, pada Minggu malam, 28 Desember 2025. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita itu merenggut nyawa sedikitnya 16 penghuni panti, mayoritas lansia dengan keterbatasan mobilitas. Api dengan cepat melahap sebagian besar bangunan, memicu proses evakuasi yang berlangsung dramatis hingga larut malam.

Kejadian ini langsung menyita perhatian warga sekitar. Api pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan, kemudian menjalar cepat ke berbagai ruangan. Warga, relawan, hingga petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menyelamatkan penghuni yang masih bisa dievakuasi.

Cerita di balik malam mencekam itu penuh keberanian dan kepedulian. Terus simak sampai tuntas, supaya ikam benar-benar memahami kronologi, proses evakuasi, hingga kondisi para korban, Cess!

Bagaimana kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut pertama kali diketahui?

Kebakaran diketahui setelah adanya laporan dari warga sekitar yang melihat kepulan asap dan api dari bangunan panti. Informasi itu segera diteruskan ke aparat setempat. Kepala lingkungan Ranomuut, Johana Tumuju, menyebutkan bahwa saat dirinya tiba di lokasi, api masih aktif menyala di sejumlah ruangan dan belum sepenuhnya terkendali.

Situasi di lokasi terbilang genting. Asap tebal memenuhi area panti, membuat jarak pandang terbatas. Kondisi tersebut memperlambat upaya awal penyelamatan. Namun, warga tidak tinggal diam. Bubuhan di sekitar lokasi langsung berdatangan, berusaha membantu semampu mereka.

Api diduga bermula dari area dapur di lantai atas atau bagian belakang bangunan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan agar tidak ada informasi yang keliru, pahamlah ikam.

Baca Juga: Lautan Manusia dan Solidaritas Warga, Mengapa 5 Rajab di Sekumpul Selalu Dinanti Jutaan Jemaah?

Seperti apa proses evakuasi lansia saat api terus membesar?

Proses evakuasi berlangsung penuh tekanan. Banyak penghuni panti merupakan lansia dengan kondisi fisik terbatas, sebagian menggunakan kursi roda. Saat api membesar dan asap semakin pekat, sejumlah warga dan relawan nekat menerobos masuk demi menyelamatkan mereka yang terjebak.

Evakuasi dilakukan secara estafet melalui pagar samping panti karena pintu utama telah dilalap api. Beberapa lansia harus dibopong satu per satu. Petugas pemadam kebakaran turut masuk ke area berisiko tinggi untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal.

Proses penyelamatan tidak berhenti sampai malam itu saja. Evakuasi dilanjutkan keesokan harinya untuk memastikan seluruh ruangan telah diperiksa. Nah’ itu sudah, betapa krusialnya ketelitian dalam situasi darurat seperti ini.

Berapa jumlah korban dan ke mana para korban dievakuasi?

Dalam peristiwa tragis ini, tercatat 16 penghuni meninggal dunia. Sementara itu, 16 lainnya berhasil diselamatkan. Korban selamat langsung dilarikan ke RSUD Manado guna mendapatkan perawatan medis intensif sesuai kondisi masing-masing.

Jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi lebih lanjut. Langkah ini dilakukan agar data korban tercatat dengan akurat dan pihak keluarga mendapatkan kepastian.

Pemerintah daerah bersama kepolisian dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Situasi di lokasi dijaga agar proses penyelidikan dan penanganan pascakebakaran berjalan tertib, ya’kalo pahamlah ikam.

Siapa saja daftar korban selamat dari kebakaran ini?

Berikut daftar 16 penghuni dan pengurus Panti Werdha Damai yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Informasi ini menjadi penting sebagai bentuk transparansi dan penghormatan kepada para korban.

Daftar Korban Selamat:

  1. Olfa Sumual (76) – Ketua/Pengurus Panti

  2. Rike Kaligis (73)

  3. Meiske Merke (60)

  4. Christian Yusuf (52)

  5. Petrus Fredy (83)

  6. Stien Walelenh (80)

  7. Chia Chin Hin (92)

  8. Olin Kopalit (61)

  9. Joppy Wahani (70)

  10. Paulus Kaonang (70)

  11. Jetty Kandou (86)

  12. Stien Gerungan (70)

  13. Yutindam (70)

  14. Kean She Poe (68)

  15. Rolin Rumeen (64)

  16. Lao Kim Hoa (73)

Nama-nama ini mencerminkan betapa pentingnya respons cepat dalam situasi darurat. Bagikan jua info ini ke kekawalan ikam supaya banyak yang semakin paham, Cess.

Ikhtisar Singkat
Kebakaran hebat di Panti Werdha Damai Ranomuut, Manado, pada 28 Desember 2025, menewaskan 16 penghuni dan menyisakan duka mendalam. Api yang diduga berasal dari area dapur atau bagian belakang bangunan menjalar cepat, mempersulit evakuasi lansia. Warga, relawan, dan petugas bekerja bersama menyelamatkan korban. Enam belas orang berhasil selamat dan dirawat di RSUD Manado, sementara jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk identifikasi.

Ayo bagikan artikel ini ke bubuhan ikam dan kekawalan ikam agar makin banyak yang peduli dan paham soal pentingnya keselamatan di fasilitas lansia, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ
Apa dugaan awal penyebab kebakaran Panti Werdha Damai?
Dugaan awal api berasal dari area dapur di lantai atas atau bagian belakang bangunan, namun masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

Mengapa proses evakuasi berlangsung sulit?
Karena banyak penghuni merupakan lansia dengan keterbatasan fisik serta asap tebal yang memenuhi ruangan.

Ke mana korban selamat dan korban meninggal dievakuasi?
Korban selamat dibawa ke RSUD Manado, sedangkan jenazah korban meninggal ke RS Bhayangkara Manado.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Editor : Arya Kusuma