Balikpapan TV - Hai Cess! Ledakan baterai drone yang memicu kebakaran di kantor Terra Drone Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, membuat banyak orang tersentak.
Peristiwa tragis pada Selasa (9/12) itu merenggut 22 nyawa dan menyisakan luka mendalam bagi para penyintas, keluarga, serta bubuhan pekerja yang selamat. Dari gedung ruko bertingkat yang sehari-hari jadi tempat orang mengejar impian, berubah sekejap menjadi lokasi duka.
Di balik kabar duka itu, ada cerita manusiawi yang membuat dada ikut sesak. Cerita tentang kepanikan, rasa kehilangan, dan perjuangan menyelamatkan diri di tengah situasi yang tak terduga. Inilah kisah yang mengajak ikam melihat lebih dekat apa yang sebenarnya terjadi, Cess.
Apa saja penjelasan awal dari pihak perusahaan terkait kondisi kantor Terra Drone Indonesia
Human Resource Business Partner Terra Drone Indonesia, Umaidi Suhari atau akrab disapa Umay, angkat bicara terkait kondisi kantor yang ditempati perusahaan sejak 2023 itu. Menurutnya, gedung tersebut merupakan ruko seperti pada umumnya, dengan fasilitas lift dan tangga yang tersedia di dalamnya. Ia menegaskan bahwa struktur gedung serupa dengan ruko-ruko lain yang umum dijumpai di Jakarta.
Umay menyebut bahwa kondisi di hari kejadian benar-benar di luar kendali. Ia mengaku seluruh penghuni gedung berada dalam situasi panik, sehingga tidak semua prosedur dapat berjalan ideal. Saat ditemui di RS Polri Kramat Jati pada Rabu (10/12), ia menyampaikan bahwa investigasi terkait jalur evakuasi dan akses keluar masih berlangsung. Hal ini menjadi poin yang krusial karena informasi awal menyebut hanya ada satu pintu keluar yang bisa digunakan.
Dalam kesempatan itu, Umay juga menerima pertanyaan mengenai keberadaan APAR di gedung tersebut. Ia menyatakan hal tersebut juga tengah masuk dalam investigasi kepolisian. Menurutnya, perusahaan menunggu hasil pemeriksaan lengkap agar semua fakta bisa benar-benar jelas. Ia menyebut peristiwa itu benar-benar berat untuk seluruh bubuhan karyawan yang bekerja di sana.
Bagaimana temuan awal kepolisian mengenai akses keluar dan penyebab kebakaran yang terjadi
Pihak Kepolisian mengonfirmasi bahwa gedung tersebut hanya memiliki satu pintu keluar yang berada di lantai satu. Plt Kabid Fiskomfor Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Romylus Tamtelahitu, mengatakan sejak siang hingga sore, akses keluar yang terlihat memang hanya satu. Hal ini membuat proses evakuasi semakin sulit ketika api mulai membesar dan asap menutup pandangan.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, turut menegaskan temuan tersebut. Menurutnya, pintu keluar dan masuk memang hanya satu, dan lift pun hanya satu unit. Beruntung, tidak ada korban ditemukan di dalam lift saat pemeriksaan dilakukan. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa penghuninya terjebak karena akses terbatas.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari baterai drone yang meledak di lantai 1. Efek ledakan itu memicu kepanikan, membuat sejumlah penghuni berlari ke lantai atas dan akhirnya terjebak.
Polisi masih memeriksa delapan saksi, termasuk HRD dan jajaran manajemen, untuk merangkai kronologi lengkap. Situasi yang terjadi begitu cepat, sehingga tak memberi banyak waktu bagi para korban untuk menyelamatkan diri.
Bagaimana kisah dramatis penyintas muda SA yang berhasil keluar dari kepungan api
Di tengah kabar duka itu, muncul kisah dramatis dari seorang staf HRD berinisial SA (20). Ia selamat dengan luka psikologis yang begitu dalam setelah berlari menuruni tangga saat suara ledakan terdengar keras dari lantai bawah. Menurut ibunya, Dea Anjani (52), SA menghubunginya tepat saat insiden terjadi dengan suara bergetar, memberitahu bahwa kantornya meledak sebelum sambungan telepon terputus.
Dea menceritakan bagaimana tubuhnya langsung lemas saat mendengar kabar tersebut. Ia bergegas menuju lokasi kebakaran tanpa pikir panjang, berharap putrinya selamat. Sesampainya di sana, ia menemukan SA dalam kondisi shock berat, tubuh bergetar, namun masih hidup. Momen itu membuat Dea tak mampu menahan tangis. SA hanya mampu mengatakan bahwa ia berhasil keluar dari gedung.
Menurut cerita SA, kejadian itu berawal sekitar pukul 12.00 WIB, tak lama setelah jam makan siang. Saat berada di lantai 3, suara ledakan dari bawah membuat seluruh ruangan bergetar. Ia langsung menuruni tangga secepat mungkin hingga mencapai lantai dasar. Sayangnya, ia menjadi satu-satunya orang dari divisinya yang selamat.
Trauma semakin kuat ketika di luar gedung, teleponnya kembali berdering. Panggilan terakhir dari temannya yang masih terjebak di atas, meminta tolong dengan suara yang mulai lemah.
Apa dampak emosional yang dialami keluarga korban dan bagaimana suasana investigasi berlanjut
Bagi Dea, kejadian itu menjadi luka batin yang tidak mudah sembuh. Mendengar suara putrinya yang panik, merasakan ketakutan luar biasa, hingga akhirnya melihat SA menangis saat berpelukan dengannya, semuanya menjadi pengalaman yang membekas. SA sendiri menghadapi beban psikologis yang berat karena harus mendata nama-nama korban selamat dan korban meninggal, sementara wajah teman-temannya terus terbayang.
Sementara itu, polisi masih bekerja merangkai rangkaian kejadian. Delapan saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak HRD dan manajemen. Proses ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti, kelengkapan fasilitas keselamatan, dan jalur evakuasi yang tersedia. Investigasi ini menjadi penting karena menyangkut keselamatan pekerja di gedung ruko yang banyak digunakan sebagai kantor.
Gedung tersebut diketahui menyimpan 22 jenazah korban meninggal yang terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Suasana rumah sakit pun dipenuhi keluarga yang menunggu kabar, antara harapan dan kecemasan. Tragedi di Terra Drone menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar prosedur, tetapi hak yang harus mendapat perhatian serius.
Insiden kebakaran di kantor Terra Drone Indonesia memicu duka mendalam setelah 22 orang meninggal dunia. Penjelasan perusahaan, temuan awal kepolisian soal akses keluar yang terbatas, hingga kisah penyintas SA memberi gambaran betapa tragisnya peristiwa tersebut. Investigasi masih berjalan dan keluarga korban terus menanti kejelasan.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham perkembangan kasus ini Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Adakah informasi resmi terkait penyebab pasti kebakaran ini
Belum. Pihak kepolisian menyebut penyebab awal dari ledakan baterai drone, namun investigasi lengkap masih berlangsung.
Apakah benar hanya ada satu akses keluar di gedung tersebut
Ya, menurut pemeriksaan awal polisi, pintu keluar hanya satu dan berada di lantai satu.
Apakah seluruh jenazah korban sudah teridentifikasi
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Polri, proses selanjutnya menunggu hasil identifikasi lengkap.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma