Balikpapan TV - Hai Cess! Angin segar datang dari Purwokerto, membawa kisah manusia tentang perjuangan hidup seorang penarik becak lanjut usia, Al Maskur (63 tahun), yang kini mendapatkan becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Perjumpaan sederhana antara kebutuhan, harapan, dan uluran tangan ini jadi titik balik yang dirasakan Maskur untuk terus menjaga dapur tetap berasap demi istri dan anaknya yang masih duduk di bangku SD. Cerita ini cepat menyebar, menyentuh hati bubuhan di banyak daerah, sebab kisah Maskur terasa dekat dengan kehidupan banyak orang: bekerja keras, menjaga harapan tetap hidup, dan terus melangkah Cess!
Apa harapan Maskur setelah menerima becak listrik dari Presiden Prabowo
Maskur membuka ceritanya dengan nada penuh syukur. Ia sudah hampir satu dekade hidup dari menarik becak kayuh di Purwokerto. Saat menerima becak listrik melalui program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), ia mengaku muncul harapan baru untuk membawa pulang uang lebih banyak ke rumah. Kalimatnya mengalir sederhana, apa adanya, tanpa dibuat-buat: “Mudah-mudahan dengan becak listrik ini kita bisa nyari (penumpang) lebih jauh.
Mangkal kan banyak kawan. Jadi kami bersyukur karena Pak Prabowo bisa membantu kami dengan becak listrik ini. Semoga lebih ringan, terutama buat kesehatan.”
Dari ungkapan itu, terlihat jelas bahwa kehadiran transportasi ramah tenaga ini bukan sekadar alat kerja baru, tetapi juga peluang untuk memperpanjang napas usaha bagi para tukang becak lansia. Ia tahu betul bahwa usianya tak lagi muda, tenaganya tidak sekuat dulu, dan persaingan mencari penumpang makin ketat.
Di rumah, tanggung jawab menunggu. Istrinya bekerja sebagai buruh, sementara anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar. Maskur menegaskan bahwa semua upayanya hanya satu: bertahan. “Prinsipnya, kami tetap berusaha untuk menghidupi keluarga. Anak sekolah SD alhamdulillah, ya bagaimana caranya tetap kita atasi masalah-masalah dana,” tuturnya.
Harapan seperti ini terasa sangat manusiawi. Banyak bubuhan di Balikpapan pun pasti paham ritme hidup seperti Maskur. Saat tuntutan ekonomi makin naik, hadirnya becak listrik jelas meringankan bahunya Cess.
Program pembagian becak listrik yang bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo juga dianggapnya sebagai bentuk solidaritas nyata. Tidak hanya di Purwokerto, bantuan ini sudah tersebar ke banyak daerah—Rembang, Demak, Pati, Jepara, Banjarnegara, Brebes, hingga Purbalingga. Buat para lansia yang bertahan hidup dari becak kayuh, ini itu sudah terasa seperti bensin semangat yang baru.
Bagaimana perjalanan hidup Maskur sebagai penarik becak dalam satu dekade terakhir
Kisah Maskur bukan kisah baru. Ia mulai mengayuh becak bukan karena pilihan, tetapi karena keadaan mendesaknya waktu itu. Di balik setiap tarikan pedal, ada cerita tentang menjaga rumah tetap hangat dan dapur tetap menyala. “Pengalaman saya jadi tukang becak itu sebenarnya karena kebutuhan keluarga. Masih belum bisa mencukupi keluarga, jadi cari tambahan. Tapi syukur alhamdulillah tetap berusaha walaupun jadi tukang becak,” ungkapnya.
Satu kalimat pendek itu mencerminkan banyak hal: rasa syukur, kelelahan yang dipendam, sekaligus kegigihan yang tak pernah padam.
Di Banyumas, ia mengaku suasananya ramah. Warga yang santun membuatnya betah dan merasa diterima. Itulah yang membuat ia tetap bertahan meski usianya terus bertambah. Katanya, rasa capek sering muncul, tetapi rasa syukur jauh lebih besar.
Suka duka dalam pekerjaannya pun diceritakannya dengan jujur. “Sukanya kalau tarikan sedang bagus. Kalau sedang sepi, ya sehari pulang dicuekin istri,” tuturnya sambil tersenyum getir. Humor kecil itu menyamarkan kerasnya realitas hidup seorang tulang punggung keluarga.
Sembilan sampai sepuluh tahun sudah ia lalui dengan mengandalkan becak kayuh. Saat ia bercerita, tampak jelas bagaimana satu dekade itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang tahan banting. Tidak hanya fisik, tetapi juga mental—bahwa hidup kadang tak memberi banyak pilihan, namun selalu memberi ruang untuk berjuang Cess.
Seberapa besar arti bantuan becak listrik bagi para penarik becak lansia
Bagi Maskur, menerima becak listrik seperti mendapat tenaga baru tanpa harus menguras napas panjang setiap hari. Ia tahu, untuk para lansia yang masih harus bekerja seperti dirinya, beban fisik adalah tantangan paling besar. Bantuan ini membuatnya bisa menjangkau penumpang lebih jauh tanpa takut cepat tumbang.
Baginya, kehadiran becak listrik berarti dua hal: efisiensi tenaga dan peluang pendapatan. Dengan jangkauan yang lebih luas, ia bisa mengincar titik-titik ramai tanpa harus menghabiskan tenaga seperti sebelumnya. Inilah yang membedakannya dari becak kayuh yang selama ini ia andalkan.
Becak listrik juga membuka harapan baru untuk kesehatan. Bekerja seharian mengayuh membuat tubuh cepat letih. Tetapi kini, ia merasa lebih ringan dan lebih mampu menjaga ritme harian tanpa berlebih menguras tenaga.
Maskur pun berharap bantuan serupa bisa menjangkau para tukang becak lain di Banyumas. Harapan ini muncul bukan semata karena ia mendapat manfaat dari becak listrik, tetapi karena ia tahu betul kondisi teman-teman seprofesinya. Banyak dari mereka sudah lanjut usia, masih berjuang, dan masih membutuhkan dukungan.
Itu sebabnya ia menyampaikan terima kasih tulus: “Makanya, alhamdulillah Pak Prabowo, saya terima kasih sekali.” Ungkapan sederhana yang menggambarkan betapa besar arti bantuan ini dalam ruang hidupnya yang penuh perjuangan.
Apa momen yang paling berkesan antara Maskur dan Presiden Prabowo
Maskur masih menyimpan satu cerita yang dianggapnya sebagai momen khusus. Ketika Presiden Prabowo datang ke peresmian sumur bor di wilayah itu, ia datang sendiri dengan becak kayuhnya. Ia tidak menyangka bisa bertemu langsung dengan Presiden. “Kemarin ketika Pak Prabowo datang ke peresmian sumur bor, alhamdulillah saya datang ke sana bawa becak sendirian. Alhamdulillah ketemu langsung dengan Bapak,” ceritanya.
Momen itu bukan hanya pertemuan fisik, tetapi pertemuan antara harapan dan kesempatan. Ia datang tanpa ekspektasi besar, tetapi pulang membawa cerita yang kelak akan selalu ia ingat. Perjumpaan itu ia kenang sebagai titik kecil yang kemudian berujung pada bantuan besar: becak listrik yang kini menjadi sumber nafkahnya.
Cerita tersebut nyambung dengan realitas banyak warga Indonesia: pertemuan sederhana kadang mengubah hidup lebih jauh daripada yang dibayangkan. Buat Maskur, itu semacam doa yang dijawab.
Ia bercerita sambil mengingat kembali bagaimana ia menuntun becaknya pelan-pelan di kerumunan warga. Walaupun sederhana, momen itu memperlihatkan sisi lain dari perjuangan: bahkan untuk bertemu pemimpin pun, ia berangkat sendirian dengan alat kerja yang sudah menemaninya bertahun-tahun.
Apa yang dicita-citakan Maskur untuk masa depan keluarganya
Maskur tidak meminta banyak. Ia hanya ingin keluarga kecilnya hidup layak. Istrinya bekerja sebagai buruh, anaknya masih duduk di sekolah dasar. Meski tantangan ekonomi sering menghimpit, ia tetap memupuk harapan.
Bagi Maskur, becak listrik bukan tongkat sihir, tetapi alat bantu untuk memperpanjang upayanya. Ia ingin anaknya tetap sekolah, ingin istrinya tak terlalu khawatir, dan ingin dirinya tetap sehat agar bisa terus mencari rezeki halal.
Ia menegaskan bahwa ia tetap akan berusaha apa pun keadaannya. “Prinsipnya, kami tetap berusaha untuk menghidupi keluarga,” ujarnya.
Harapan seperti ini adalah cerminan dari banyak kepala keluarga di Indonesia, bekerja bukan sekadar mencari uang, tetapi menjaga martabat, menjaga masa depan anak, dan menjaga rasa percaya diri agar tetap tegar di tengah tekanan hidup.
Kisah Maskur menggambarkan bagaimana becak listrik bantuan Presiden Prabowo melalui Yayasan GSN memberi napas baru bagi penarik becak lansia di Purwokerto. Maskur merasa terbantu secara fisik, ekonomi, sekaligus mental untuk terus menafkahi keluarganya. Ia menyimpan harapan sederhana, tetapi penuh makna: tetap sehat, tetap berjuang, dan tetap melihat masa depan keluarganya dengan keyakinan Cess.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami cerita inspiratif orang-orang kecil yang berjasa di jalanan Purwokerto.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Adakah kemungkinan bantuan becak listrik diperluas lagi di masa mendatang
Ada peluang program ini menjangkau daerah lain karena sudah lebih dulu disalurkan ke beberapa wilayah Jawa Tengah.
Bagaimana cara kerja becak listrik untuk membantu para lansia
Tenaganya lebih ringan sehingga tidak membebani fisik penarik becak yang sudah berusia lanjut.
Apakah becak listrik dapat meningkatkan pendapatan penarik becak
Potensinya besar, karena jangkauan operasional lebih luas dan tenaga yang dikeluarkan lebih sedikit.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma