Balikpapan TV - Hai Cess! Ledakan dan kobaran api di Gedung Kantor PT Terra Drone, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang, mengejutkan bubuhan pekerja dan warga sekitar. Dari insiden yang merenggut 22 nyawa itu, seorang staf HRD berinisial SA (20) menjadi satu-satunya orang di lantai 3 yang selamat.
SA sempat menelepon ibunya sambil panik, Ia berada di sebuah gedung kantor tanpa alat keselamatan memadai, dan detik-detik yang menguji keberaniannya. Kisah ini bukan sekadar cerita duka, tetapi juga jadi pengingat buat bubuhan Balikpapan bahwa keamanan kerja itu penting. Banyak detail yang bikin bulu kuduk naik, dan makin terasa getir ketika mendengar bagaimana SA menyelamatkan diri Cess!
Mengapa SA bisa jadi satu-satunya yang selamat dari lantai 3
SA selamat setelah mendengar ledakan keras dari bawah gedung tepat setelah makan siang. Ia langsung bergerak cepat menuju tangga darurat, menurut keterangan ibunya, Dea Anjani (52). Dea menceritakan bahwa anaknya sempat menelepon sambil panik, menyampaikan bahwa gedung “meledak” dan bosnya sudah meninggal. Kalimat pendek itu saja sudah membuat seorang ibu limbung berdiri.
Naluri SA untuk segera turun ke lantai dasar membuatnya selangkah lebih cepat daripada pekatnya asap yang naik menyelimuti lantai atas. Para korban lain memilih bertahan atau tidak sempat bergerak.
Ketika api membesar dari baterai drone yang sedang di-charge di lantai 1, situasi berubah drastis. Sebagian karyawan keluar saat jam makan siang, namun yang masih berada di dalam gedung naik ke lantai atas untuk menyelamatkan diri, keputusan tragis yang tidak mampu menolong mereka.
Kecepatan membaca situasi membuat perbedaan terbesar. Bagi ikam yang kerja di gedung bertingkat, penting betul memahami jalur evakuasi, titik kumpul, hingga cara menghadapi asap tebal. Itu sudah, karena risiko bisa datang kapan saja.
Bagaimana kondisi SA setelah melihat rekan kerjanya meninggal
Dea mengatakan putrinya syok berat. Dari cerita SA, pagi itu mereka masih bercanda dengan bosnya. Saat makan siang, mereka masih kompak menikmati waktu rehat. Tak terpikir semua berubah secepat kedipan mata. Setelah selamat sampai bawah, SA mendengar telepon dari salah satu rekannya yang masih terjebak di lantai atas.
Temannya menangis sambil berkata, “gue udah enggak kuat, tolongin gue.” Kalimat itu terus terngiang di kepala SA dan membuatnya makin terpukul. Menurut ibunya, beberapa rekan SA sempat mengeluhkan sesak napas sebelum akhirnya tak tertolong.
Berat rasanya bagi SA yang bekerja di bagian HRD, karena ia juga harus mendata daftar korban meninggal dan selamat. Melihat nama teman sendiri tertera sebagai korban tentu bukan hal mudah ikam bayangkan.
Di momen seperti ini, dukungan keluarga dan bubuhan terdekat sangat penting. SA sedang berjuang memulihkan diri, dan proses ini tidak sekejap. Butuh ruang aman untuk bercerita dan melepaskan trauma Cess.
Apa penyebab kebakaran menurut saksi di lokasi
Dari keterangan saksi, api pertama kali muncul dari baterai drone yang sedang di-charge di lantai 1. Saat salah satu karyawan melihat asap, mereka mencoba memadamkan api dengan APAR seadanya. Namun api justru membesar, menyambar cepat ke bagian lain ruko tujuh lantai itu.
Ledakan terdengar sekitar pukul 12.40 WIB, membuat suasana lantai-lantai atas kacau. Petugas Damkar tiba sekitar 10 menit kemudian dan langsung melakukan evakuasi. Sayangnya, korban di lantai 3, 5, dan 6 tidak sempat menyelamatkan diri. Data resmi menunjukkan 22 korban jiwa terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan, termasuk satu korban yang sedang hamil.
Insiden ini menjadi peringatan keras tentang bahaya baterai lithium yang tidak ditangani sesuai prosedur. Jika bekerja di kantor yang bergantung pada perangkat seperti drone, perlu betul memastikan tempat pengisian baterai berada di area aman, memiliki ventilasi cukup, dan jauh dari bahan mudah terbakar.
Mengapa Gubernur Jakarta menyoroti minimnya alat keselamatan gedung
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendatangi lokasi dan menyatakan bahwa gedung enam lantai itu tidak memiliki alat pemadam api yang memadai. Ia menegaskan bahwa standar keselamatan dasar seperti APAR, jalur evakuasi yang jelas, hingga sistem peringatan dini seharusnya wajib ada di gedung bertingkat.
“Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal penting,” ujarnya di lokasi. Tanpa persiapan keselamatan, situasi darurat bisa berubah menjadi tragedi dalam hitungan menit. Pernyataan ini menyoroti pentingnya pengawasan pemerintah dan kepatuhan pemilik usaha terhadap aturan keselamatan.
Bagi masyarakat Balikpapan, pesan ini sangat relevan, apalagi banyak kantor dan gudang industri berdiri di kota ini. Perhatikan apakah tempat kerja ikam punya jalur evakuasi yang jelas dan APAR yang bisa diakses. Kalau ragu, tanya langsung ke manajemen. Ingat, keselamatan kerja adalah hak setiap pekerja Cess.
Apa saja langkah penting untuk mencegah tragedi serupa terjadi lagi
Pelajaran terbesar dari kebakaran Terra Drone adalah pentingnya tata kelola keselamatan. Beberapa langkah yang bisa diterapkan di banyak kantor di Balikpapan antara lain:
-
Pemeriksaan rutin alat pemadam: Jangan hanya jadi pajangan di tembok.
-
Simulasi evakuasi minimal dua kali setahun: Agar bubuhan karyawan tidak bingung saat situasi darurat.
-
Ruang khusus charging device: Terutama untuk baterai lithium yang rentan memicu api.
-
Ventilasi dan sensor asap: Dua hal sederhana tapi sering diabaikan.
Saat kejadian darurat, refleks tercepat sering jadi penentu nyawa. Karena itu, pelatihan sederhana seperti cara menghadapi asap, tes APAR, dan mengenali jalur keluar bisa membantu mencegah korban jiwa. Biarpun sederhana, ini investasi keselamatan jangka panjang Cess.
SA selamat dari kebakaran di Kantor Terra Drone berkat refleks cepat saat mendengar ledakan. Sang ibu, Dea, menceritakan bagaimana putrinya syok karena kehilangan banyak rekan kerja. Kebakaran dipicu baterai drone yang meledak saat di-charge, diperparah minimnya alat keselamatan gedung.
Gubernur Jakarta menegaskan pentingnya standar keamanan gedung. Banyak pelajaran berharga untuk tempat kerja di Balikpapan dan kota-kota lain.
NAMA KORBAN MENINGGAL :
1. Aril (L)
2. Apri (L)
3. Yoga (L)
4. Ninda (P)
5. Pariyem (P)
6. Novia Lt. 5 (P)
7. Nisa (P)
8. Nazel Lt. 3 (P)
9. Risda Lt. 3 (P)
10. Assyifa Lt. 3 (P)
11. Della Lt. 3 (P)
12. Siti Lt. 3 (P)
13. Emelia Lt. 2 (P)
14. Vina Lt. 2 (P)
15. Sandra Lt. 3 (P)
16. Tasya Lt. 3 (P)
17. Cendy Lt. 3 (L)
18. Chintya Lt 5 (P)
19. Rosdiana lt 6 (P)
20. Raehan lt 5 (L)
21. Mirja lt 6 (L)
22. Syaiful lt 6 (L)
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang sadar pentingnya keselamatan kerja dan tahu apa yang harus dilakukan saat darurat.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Adakah informasi terbaru soal kondisi keluarga korban
Saat ini keluarga korban masih menerima pendampingan, terutama bagi yang kehilangan lebih dari satu anggota keluarga.
2. Bagaimana kondisi SA setelah kejadian
Menurut ibunya, SA masih dalam proses pemulihan mental karena menyaksikan langsung momen sebelum para rekannya meninggal.
3. Apakah ada tindak lanjut dari pemerintah
Gubernur meminta evaluasi gedung tanpa standar keselamatan dan menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.