Balikpapan TV – Hai Cess! Langkah nyata Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dalam memperkuat ekonomi rakyat makin terlihat. Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan komitmennya menjadikan Alun-Alun Penyembolum sebagai pusat aktivitas UMKM aktif setiap hari, bukan sekadar hidup saat ada event besar.
Dalam momentum 1st Anniversary Himpunan UMKM Taman Alun-Alun (HUTA), Sabtu (18/10/2025), Mudyat menegaskan bahwa peran UMKM bukan hanya sebagai pelengkap kegiatan seremonial, tapi motor ekonomi yang harus berdenyut terus-menerus.
“Kita akan gelar diskusi, pembinaan, dan berbagai kegiatan. Targetnya, UMKM tidak hanya berjualan saat event besar, tapi bisa hidup setiap hari,” ujar Mudyat Noor penuh semangat.
Momentum ulang tahun HUTA itu sekaligus menjadi pengingat bahwa geliat ekonomi rakyat di PPU terus mencari bentuk terbaiknya. Yuk lanjut baca, karena di balik acara meriah ini, ada cerita besar tentang semangat kemandirian ekonomi lokal.
Apa Langkah Konkret Pemkab PPU untuk UMKM?
Pemkab PPU menyiapkan dukungan menyeluruh, mulai dari ruang usaha, pembinaan rutin, hingga membuka akses kolaborasi antarkelompok UMKM.
Bupati Mudyat menegaskan pemerintah hadir bukan untuk mengatur terlalu dalam, tapi memfasilitasi agar pelaku usaha kecil bisa berkembang alami, mandiri, dan berkelanjutan.
“Kami akan semaksimal mungkin mendukung UMKM agar terus hidup. Ini adalah salah satu cara kita meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Langkah ini juga diharapkan memperkuat Alun-Alun Penyembolum agar tak hanya jadi tempat nongkrong, tapi jadi “etalase ekonomi rakyat” yang hidup 24 jam ide dan kolaborasi.
Baca Juga: Pertukaran Jenazah Israel-Hamas Buntu, Netanyahu: Bukan Sandera yang Kami Cari!
Bagaimana Dampak Pemotongan Dana Pusat terhadap UMKM di PPU?
Tantangan fiskal nasional juga ikut dirasakan di PPU, termasuk pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun, Bupati Mudyat tetap optimistis bahwa sektor UMKM bisa menjadi bantalan kuat menghadapi tekanan anggaran tersebut.
“Seluruh daerah memang terdampak pemotongan anggaran, tapi kita tetap berupaya agar Penajam tetap bisa berjalan baik. Salah satunya dengan memperkuat pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Dengan fokus ke ekonomi rakyat, Pemkab berharap roda ekonomi tetap berputar tanpa harus menunggu stimulus besar. Prinsipnya sederhana: semakin kuat UMKM, semakin tahan daerah menghadapi krisis.
Seberapa Meriah Perayaan 1 Tahun HUTA?
Perayaan 1st Anniversary HUTA berlangsung dua hari, 17–18 Oktober 2025, dan sukses menarik ribuan pengunjung.
Lebih dari 100 pelaku UMKM ikut memeriahkan acara dengan menampilkan produk unggulan dan kuliner khas daerah.
Suasana makin hangat dengan pertunjukan seni, musik lokal, dan DJ Pehol yang menutup malam dengan gebrakan enerjik.
Selain hiburan, acara ini juga jadi ajang evaluasi bersama—antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—tentang arah pengembangan UMKM ke depan.
Apa Harapan Bupati PPU untuk UMKM ke Depan?
Di akhir kegiatan, Mudyat Noor menegaskan pentingnya semangat kolektif untuk menjaga kualitas dan inovasi produk.
“Harapan kami, UMKM bisa terus berbenah, meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya, serta bersama-sama membangun kesejahteraan masyarakat PPU,” tutupnya.
Kalimat itu jadi penanda: perjalanan UMKM PPU baru saja dimulai.
Dari Alun-Alun Penyembolum, geliat ekonomi rakyat Penajam tumbuh—perlahan tapi pasti—menuju kemandirian.
Pemkab PPU serius jadikan Alun-Alun Penyembolum pusat aktivitas UMKM aktif setiap hari.
Dukungan diberikan lewat fasilitas usaha, pembinaan, hingga kolaborasi antarpelaku UMKM.
Meski dihadang tantangan fiskal, pemerintah tetap optimistis: penguatan UMKM adalah kunci menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Yuk sebarkan semangat ekonomi kerakyatan ini ke teman dan komunitas kamu.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia — “Bukan Sekadar Info Biasa!” Satya
FAQ
1. Apakah Alun-Alun Penyembolum sudah resmi menjadi pusat UMKM aktif?
Masih dalam tahap perencanaan dan penguatan, namun aktivitas UMKM di area tersebut sudah mulai rutin.
2. Apa bentuk dukungan nyata Pemkab PPU untuk UMKM?
Meliputi penyediaan ruang usaha, pembinaan berkala, promosi produk lokal, dan kolaborasi lintas komunitas.
3. Mengapa UMKM penting bagi ekonomi daerah seperti PPU?
Karena sektor ini menyerap tenaga kerja lokal, menjaga sirkulasi uang di daerah, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.