Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Petani PPU Makin Melek Legalitas,Disbun Kaltim Dorong Koperasi Perkebunan Jadi Pilar Ekonomi Rakyat

AdminBTV • Kamis, 30 Oktober 2025 | 09:21 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Kemitraan perkebunan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) makin disorot serius. Selama dua hari, 27–28 Agustus 2025, Dinas Perkebunan Kaltim menggelar Pertemuan Pembinaan dan Peningkatan Kemitraan di Hotel IKA, Jalan Provinsi. Tujuannya? Biar tata kelola koperasi makin rapi, transparan, dan tentu aja berdampak nyata buat kesejahteraan petani sawit di daerah.

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tapi langkah nyata untuk bikin kemitraan perkebunan jadi lebih sehat dan berkelanjutan. Yuk lanjut baca, biar makin paham kenapa acara dua hari ini penting banget buat masa depan sawit di PPU! 

Apa sih fokus utama kemitraan perkebunan di PPU?

Menurut Plt. Kepala Disbun Kaltim, lewat Kabid Usaha Muhammad Arnains, kemitraan bukan cuma soal harga tandan buah segar (TBS) yang bagus, tapi juga soal kepastian usaha dan perlindungan jangka panjang.

“Kemitraan harus memberi nilai tambah berkelanjutan. Petani tidak hanya mendapat harga lebih baik, tetapi juga kepastian usaha dan peningkatan pendapatan,” ujar Arnains.

Dia juga menekankan, koperasi adalah pondasi penting untuk ngatur usaha tani yang sehat dan akuntabel. Jadi, bukan cuma urusan jual-beli, tapi soal cara bareng-bareng bangun sistem yang adil dan tangguh.

Baca Juga: Healing Murah Meriah di Palaran?Pemancingan Bantuas, Tempat Mancing Santai dengan Suasana Tenang di Samarinda

Kenapa koperasi jadi kunci penting buat petani sawit?

Data Disbun nyebutin, sampai Agustus 2025 ada 336 koperasi di PPU, dan 18 di antaranya koperasi produsen perkebunan. Dari forum ini, para petani makin sadar kalau gabung koperasi itu bukan cuma formalitas. Ada banyak manfaat nyata: akses pupuk subsidi, bunga pinjaman rendah, sampai kepastian pasar dan perlindungan hukum.

Cuma ya, belum semuanya mulus. Salah satu contoh, Koperasi Mitra Bersama Babulu yang bermitra dengan PT. Gawi Makmur Kalimantan dinilai perlu negosiasi ulang karena ada ketidakterbukaan perjanjian kerja sama. Disbun pun bakal dampingi biar semua pihak diuntungkan.

Bagaimana peran legalitas usaha dalam memperkuat sektor ini?

Masuk hari kedua, fokusnya geser ke legalitas usaha lewat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Kabid Perkebunan PPU, Rusdy Ma’Juleka, menegaskan pentingnya STDB sebagai dasar hukum petani. Hingga kini, sudah 309 STDB diterbitkan dengan luas 639,25 hektare, sementara 329 lainnya masih proses.

Langkah ini jadi penting buat mastiin usaha perkebunan punya payung hukum yang jelas, sekaligus mendorong praktik berkelanjutan. Petani pun jadi punya pegangan kuat buat ngatur arah bisnisnya ke depan.

Apa tantangan terbesar di lapangan dan gimana solusinya?

Buhairi, Pengawas Benih Tanaman dari UPTD PBP Disbun Kaltim, mengingatkan soal bahaya bibit palsu. Menurutnya, “Penggunaan benih bersertifikat bukan hanya soal produktivitas, tapi juga keberlanjutan usaha.”
Petani pun berharap ada tindakan tegas terhadap bibit ilegal dan penambahan pengawas benih di lapangan. Mereka juga minta pelatihan yang lebih intensif supaya makin paham aturan perbenihan.

Dari sisi lain, Arnains menutup forum dengan pesan optimistis:

“Dengan tata kelola koperasi yang sehat, kemitraan transparan, dan kepatuhan regulasi, perkebunan rakyat PPU akan tumbuh sebagai sektor yang produktif, legal, dan berkelanjutan.”

PPU mulai memantapkan diri jadi contoh kemitraan perkebunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Dari tata kelola koperasi sampai legalitas usaha, semuanya disiapkan buat masa depan sawit yang bukan cuma untung, tapi juga adil dan beretika. 

Jadi, kalau kamu salah satu pelaku usaha atau petani sawit lokal, sekarang waktu yang tepat buat ikut aktif di koperasi dan pastikan legalitas usaha kamu lengkap. Biar hasilnya makin cuan dan aman, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” Satya

 

FAQ

1. Apa manfaat utama petani gabung koperasi?
Selain akses pupuk subsidi dan pasar, koperasi memberi perlindungan hukum dan pendampingan usaha.

2. Kenapa STDB penting buat pekebun?
Karena STDB jadi dasar legal usaha, bukti kepemilikan, dan syarat biar kebun diakui secara resmi.

3. Apa langkah pemerintah daerah selanjutnya?
Fokusnya peningkatan transparansi, pendampingan koperasi, dan pemberantasan bibit sawit ilegal.

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Redaksi. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Suasana forum kemitraan perkebunan di Hotel IKA Penajam, menyoroti kolaborasi petani dan pemerintah untuk sawit berkelanjutan.
Suasana forum kemitraan perkebunan di Hotel IKA Penajam, menyoroti kolaborasi petani dan pemerintah untuk sawit berkelanjutan.

Editor : Arya Kusuma
#STDB Penajam #Koperasi sawit Kaltim #Kemitraan perkebunan PPU