Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Tanggul Irigasi Jebol! Ribuan Hektare Sawah di Banjarnegara Terancam Kekeringan, Begini Penjelasan BPBD Banjarnegara

Arya Kusuma • Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:10 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Hujan deras tiga hari berturut-turut bikin tanggul saluran irigasi Siwuluh HM 53 di Desa Ampelsari, Kabupaten Banjarnegara, jebol pada Kamis (23/10/2025) pagi. Dampaknya cukup besar — aliran air terhenti total, mengancam pasokan irigasi untuk ribuan hektare sawah di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. “Tanggul irigasi jebol akibat tingginya intensitas hujan. Dampaknya, aliran irigasi terhenti dan berpotensi mengganggu pasokan air untuk sekitar 1.500 hektare sawah di tiga kecamatan,” ujarnya.

Peristiwa ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi juga soal keberlangsungan hidup petani yang menggantungkan hasil panen dari aliran air yang kini terputus. Yuk, kita ulas lebih dalam, Cess!

Apa yang Terjadi di Tanggul Irigasi Ampelsari?

Selama tiga hari terakhir, wilayah Banjarnegara diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, tanggul saluran irigasi Siwuluh HM 53 di Desa Ampelsari tak mampu menahan debit air yang meningkat. Sekitar pukul 07.00 WIB, tanggul tersebut jebol dan air meluap deras.

Jebolnya tanggul ini membuat pasokan air ke sawah di Kecamatan Banjarnegara, Kecamatan Bawang, dan Desa Parakan (Kecamatan Purwanegara) terhenti. Total sekitar 1.500 hektare lahan pertanian kini terancam kekeringan sementara.

Baca Juga: Paket Spooktober Hot Wings Balikpapan, Kombinasi Chicken Burger dan Spicy Chicken yang Bikin Nagih dengan Sensasi Rasa Pedas Nampol!

Bagaimana Dampaknya ke Warga dan Akses Jalan?

Selain sawah, warga juga terdampak secara langsung. Jalan di sisi utara saluran irigasi yang menjadi akses utama menuju Perumahan Pesona Harmoni Ampelsari terputus total. Aktivitas warga pun tersendat, termasuk distribusi logistik dan pergerakan petani.

Aji Piluroso menambahkan, “Enam rumah di Kelurahan Semarang RT 3 RW 2 yang dihuni lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa juga sempat terancam, karena air dari tanggul yang jebol meluap ke aliran Sungai Blimbing.”

Langkah Cepat Apa yang Dilakukan BPBD dan Pihak Terkait?

BPBD Banjarnegara langsung turun tangan melakukan kaji cepat bersama Polres, Kodim 0704, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, serta perangkat kecamatan dan kelurahan. Mereka menutup sementara akses jalan di sekitar lokasi guna mencegah risiko tambahan.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta, karena saluran irigasi tersebut berada di bawah kewenangan pusat. “Tim dari BBWSSO akan segera turun untuk melakukan kaji cepat dan menyiapkan rencana penanganan,” ujar Aji.

Apa yang Diharapkan dari Petani dan Warga Sekitar?

BPBD mengimbau agar warga, terutama para petani, bersiap menghadapi gangguan distribusi air selama masa perbaikan berlangsung. Pihaknya juga meminta masyarakat tidak melintas di sekitar lokasi tanggul yang jebol.

“Saat ini belum diperlukan alat berat, karena masih menunggu hasil kajian dari BBWSSO dan tim geologi BPBD. Namun kami mengingatkan warga agar menjauhi area tersebut untuk mencegah potensi kecelakaan atau longsor susulan,” jelas Aji Piluroso.

Bagaimana Peran Pemerintah Pusat dalam Penanganan?

Karena saluran irigasi ini berada di bawah BBWSSO, tanggung jawab perbaikan dan rekonstruksi utama akan melibatkan pemerintah pusat. Laporan kejadian juga telah disampaikan ke BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB. Harapannya, penanganan bisa dilakukan segera agar pasokan air ke lahan pertanian tak terhenti terlalu lama.

Koordinasi lintas lembaga menjadi kunci. Dalam situasi seperti ini, sinergi cepat antara pemerintah daerah dan pusat bisa menyelamatkan ribuan hektare sawah dari ancaman gagal panen.

Tanggul yang jebol ini seolah jadi pengingat pentingnya perawatan infrastruktur irigasi, apalagi di tengah musim hujan yang semakin tak menentu. Warga berharap, proses perbaikan bisa dilakukan sesegera mungkin agar kehidupan mereka kembali normal.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

 

FAQ

1. Mengapa tanggul irigasi di Banjarnegara bisa jebol?
Karena curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut menyebabkan peningkatan debit air hingga tanggul tak mampu menahan tekanan.

2. Siapa pihak yang menangani perbaikan tanggul ini?
Penanganan dilakukan BPBD Banjarnegara bersama BBWSSO Yogyakarta yang memiliki kewenangan atas saluran irigasi tersebut.

3. Berapa luas lahan pertanian yang terdampak?
Sekitar 1.500 hektare lahan pertanian di tiga kecamatan — Banjarnegara, Bawang, dan Purwanegara — terdampak akibat terhentinya aliran air irigasi.

 

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Petugas BPBD Banjarnegara meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Ampelsari — banjir, irigasi, dan ancaman kekeringan bagi petani.
Petugas BPBD Banjarnegara meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Ampelsari — banjir, irigasi, dan ancaman kekeringan bagi petani.

Editor : Arya Kusuma
#BPBD Banjarnegara #BBWSSO Yogyakarta #tanggul jebol #irigasi Ampelsari