Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Pabrik Air Mineral Aqua Disorot! Bagaimana KDM Jaga Keseimbangan Industri dan Lingkungan?

Arya Kusuma • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:02 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Kunjungan Kang Dedi Mulyadi (KDM) ke pabrik air mineral Aqua dan beberapa titik infrastruktur di Jawa Barat memicu diskusi hangat tentang keseimbangan antara industri, lingkungan, dan hak masyarakat atas air bersih.

Dalam video berdurasi hampir setengah jam di kanal Kang Dedi Mulyadi Channel, KDM menyoroti tiga isu besar: rusaknya jalan akibat truk overload, pengelolaan sumber daya air yang timpang, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

KDM menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan perusahaan besar. “Air ini milik rakyat. Negara harus hadir memastikan keadilan sosial di setiap tetesnya,” ucapnya tegas.

Mengapa KDM Soroti Infrastruktur dan Lingkungan Jawa Barat?

Di awal video, KDM tampak meninjau proyek rehabilitasi jembatan dan ruas jalan yang dikelola Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat. Fokusnya ada di Jembatan Cisere dan Anko, Kabupaten Sukabumi. Ia menyoroti progres perbaikan yang mencapai 69% dan menegaskan pentingnya kualitas jalan yang tahan lama.

Selain itu, KDM menyoroti kondisi Ciater yang dulunya kawasan resapan air kini berubah menjadi lahan pariwisata. “Kalau teh diganti beton, air hilang. Kalau air hilang, banjir datang,” katanya. Ia pun berencana menanam kembali tanaman teh di Ciater menggunakan anggaran Pemprov Jawa Barat, agar keseimbangan ekosistem kembali terjaga.

Baca Juga: Nasi Goreng Daging Sapi Asap Aver Coffee Balikpapan, Hadirkan Sensasi Smoky yang Bikin Balik Lagi Jadi Buruan Pecinta Kuliner Balikpapan

Benarkah Air Bawah Tanah Melimpah dan Tak Ganggu Masyarakat?

Kunjungan ke pabrik air mineral menjadi titik panas perdebatan. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa mereka mengambil air dari sumber bawah tanah karena tidak ingin mengganggu sumber air masyarakat. Berdasarkan analisis SWAT dari IPB, debit air bawah tanah diklaim melimpah.

Namun fakta lapangan berkata lain. Warga sekitar pabrik mengaku tidak pernah menikmati aliran air bersih dari perusahaan. “Kami harus beli air. Mau minta satu galon pun susah,” ujar salah satu warga yang juga Ketua RW setempat. Mendengar hal itu, KDM langsung meminta agar pabrik membuat bak penampungan air dan menyalurkannya ke rumah-rumah warga. Menurutnya, air layak tidak seharusnya dibuang percuma.

Truk Overload, Jalan Rusak, dan Nasib Sopir yang Terlupakan

Salah satu sorotan terbesar datang dari aktivitas distribusi produk pabrik. Truk-truk pengangkut air mineral disebut menjadi penyebab utama kerusakan jalan karena membawa muatan melebihi batas. Dalam inspeksi langsung, KDM menemukan satu truk bermuatan 13,6 ton—tiga kali lipat dari batas aman 5 ton.

Ironisnya, para sopir yang memikul tanggung jawab besar itu hanya menerima upah Rp125.000 hingga Rp250.000 per perjalanan. “Mereka ini korban. Bukan hanya jalan yang rusak, tapi manusia juga rusak kalau sistemnya salah,” ujar KDM prihatin. Ia berjanji akan menerbitkan Surat Keputusan Gubernur yang mengatur standar muatan dan sanksi tegas bagi distributor yang melanggar.

Apa Langkah Nyata KDM untuk Atasi Masalah Ini?

KDM tidak hanya menegur, tapi juga memberi solusi konkret. Ia meminta pabrik memasang timbangan digital di pintu keluar agar setiap truk bisa dicek muatannya sebelum jalan. “Bayar petugas Rp4 juta sebulan itu kecil dibanding kerugian jalan yang rusak miliaran,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat agar tercipta keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. “Perusahaan boleh maju, tapi jangan sampai rakyatnya haus di tengah sumber air yang melimpah,” ujarnya menutup dialog dengan warga.

Bagaimana Masyarakat Menyikapi Langkah Ini?

Masyarakat sekitar menyambut positif tindakan cepat KDM. Mereka berharap instruksi pembuatan bak penampungan air segera direalisasikan. “Kalau airnya bisa dialirkan ke rumah warga, tentu sangat membantu,” ungkap salah satu warga yang tampak antusias.

Sementara itu, banyak netizen di kolom komentar YouTube memuji langkah tegas KDM yang dinilai konsisten membela masyarakat kecil. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai “pemimpin yang paham rasa rakyat.”

Kunjungan KDM ini membuka mata publik bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal beton dan pabrik, tetapi juga soal keadilan dan empati. Air, jalan, dan kesejahteraan sopir menjadi simbol keseimbangan antara ekonomi dan kemanusiaan yang kini sedang diperjuangkan di Jawa Barat.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Mengapa KDM menegur pabrik air mineral?
Karena perusahaan dianggap belum memberikan akses air bersih bagi warga sekitar dan truk distribusinya menyebabkan kerusakan jalan.

2. Apa solusi yang diusulkan KDM untuk mengatasi truk overload?
Memasang timbangan di pintu keluar pabrik dan membatasi truk dengan dua sumbu roda sesuai peraturan.

3. Apa yang dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk area Ciater?
Pemprov berencana menanami kembali kebun teh untuk mengembalikan fungsi resapan air dan mencegah banjir. 

 

DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

KDM berdialog dengan warga dan pekerja pabrik air mineral di Jawa Barat — isu air bersih dan truk overload menjadi sorotan utama.
KDM berdialog dengan warga dan pekerja pabrik air mineral di Jawa Barat — isu air bersih dan truk overload menjadi sorotan utama.

Rapat Persiapan Peningkatan Kompetensi Pengurus dan Pendamping KDKMP Diskop UKM NTB bersama perwakilan dari 10 kabupaten/kota se-NTB pada 22–24 Oktober 2025.
Rapat Persiapan Peningkatan Kompetensi Pengurus dan Pendamping KDKMP Diskop UKM NTB bersama perwakilan dari 10 kabupaten/kota se-NTB pada 22–24 Oktober 2025.
Editor : Arya Kusuma
#truk overload #kang dedi mulyadi #pabrik air mineral #air bersih warga