Balikpapan TV - Hai Cess! Jumat (3/10) menjadi hari kelima pencarian korban insiden ambruknya gedung musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Tim SAR gabungan kembali menemukan empat jenazah santri, menambah daftar korban meninggal dunia menjadi sembilan orang.
Reruntuhan lantai empat gedung itu kini menjadi saksi bisu. Lebih dari 400 personel gabungan bekerja 24 jam tanpa henti untuk menemukan para santri yang masih tertimbun. Dari data absensi ponpes, masih ada 54 santri yang belum ditemukan, sementara 111 lainnya sudah terdata baik dalam kondisi selamat, luka, maupun wafat.
SAR 24 Jam Nonstop: Tenaga, Air Mata, dan Harapan
Sejak hari pertama tragedi, suara sirine, suara alat berat, dan lantunan doa terdengar bersahutan di lokasi. Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan bahu-membahu, siang dan malam, memastikan tidak ada celah yang terlewat.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan, “Lebih dari 400 personel tim SAR gabungan bekerja siang dan malam selama 24 jam,” dari posko darurat Buduran. Mereka memanfaatkan peralatan modern seperti Search Cam Flexible Olympus dan Xaver 400 untuk mendeteksi tanda kehidupan.
Ikhlas dan Doa Keluarga: Luka yang Mendalam, Tapi Tabah
Di tengah reruntuhan, para keluarga korban berkumpul, menanti kabar. Malam hari, suasana kerap dipenuhi lantunan doa dan tangis tertahan. Mereka sudah diberi penjelasan, bahwa tanda-tanda kehidupan hampir mustahil ditemukan.
“Seluruh pihak keluarga korban sudah merelakan dan mengikhlaskan apabila kemudian alat berat ini masuk akan mengganggu kondisi jenazah di bawah reruntuhan,” tutur Suharyanto. Kalimat itu terasa berat, tapi juga menegaskan betapa tabahnya para keluarga menghadapi kenyataan pahit.
Baca Juga: The Real Has Come : Ketika Anti-Pernikahan Harus Menikahi Instruktur Hamil dalam Kontrak Maut
Data Korban Terkini: 166 Santri Terdampak, 54 Masih Dicari
BNPB merilis data per Kamis (3/10) pukul 11.45 WIB: total 166 orang terdampak. Dari jumlah itu, 111 sudah ditemukan, 14 masih dirawat, 89 pulang, dan sembilan meninggal dunia. Data ini terus bergerak seiring evakuasi berjalan.
Korban luka tersebar di berbagai rumah sakit: RSUD RT Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, RS Unair, hingga RS Sakinah Mojokerto. Ada yang sudah kembali ke rumah, ada pula yang masih menanti pemulihan di ruang rawat.
BNPB dan Relawan: Dukungan Logistik Hingga Alat Berat
Di balik kerja lapangan, BNPB juga mengucurkan dukungan logistik: 200 kantong jenazah, ribuan masker, ratusan APD, serta insentif operasional untuk petugas. Semua diprioritaskan untuk memastikan kelancaran misi kemanusiaan ini.
Tak ketinggalan, alat berat dikerahkan: tiga unit crane, excavator breaker, dump truck, alat pemotong beton, hingga puluhan ambulans. Semua bergerak demi mempercepat pencarian, meski setiap detik penuh risiko dan perhitungan matang.
Lebih dari Sekadar Evakuasi: Cerita Manusia di Balik Reruntuhan
Bagi relawan, bukan hanya sekadar menjalankan tugas, tapi ada nilai kemanusiaan yang tak ternilai. Di sela lelah, mereka menyapa keluarga, menenangkan santri yang selamat, hingga menyalurkan logistik dasar.
Kisah santri selamat yang digandeng keluar reruntuhan menjadi secercah harapan di tengah duka. Setiap nama yang berhasil ditemukan, baik selamat atau tidak, menjadi doa yang diiringkan oleh seluruh masyarakat yang ikut mendoakan.
Tips Bermanfaat: Siaga Bangunan dan Edukasi Bencana di Pesantren
Tragedi ini menyadarkan banyak pihak soal pentingnya mitigasi. Untuk ponpes atau sekolah, periksa rutin kondisi bangunan, gunakan material sesuai standar, dan lakukan simulasi evakuasi minimal dua kali setahun.
Santri juga bisa diajarkan basic safety: mengenali jalur evakuasi, mengerti tanda bahaya, hingga membiasakan diri dengan latihan tanggap bencana. Hal sederhana ini bisa menyelamatkan banyak nyawa ketika musibah datang tiba-tiba.
Harapan Baru: Dari Duka Menuju Bangkit
Proses pencarian mungkin akan berakhir dalam hitungan hari, namun duka akan dikenang lebih lama. Tragedi ini bukan hanya soal bangunan ambruk, tapi tentang keluarga, tentang kehilangan, dan tentang ketabahan manusia.
Kepala BNPB menutup pernyataannya dengan harapan, “Potensi penemuan jenazah akan ada lagi. Nanti akan kita sampaikan ke depannya.” Kalimat yang sederhana, tapi mengandung janji bahwa setiap nama akan ditemukan, satu per satu.
Duka ini adalah duka bersama. Mari kirim doa terbaik untuk para korban dan keluarga, serta sebarkan kabar ini agar semakin banyak yang peduli. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'