Balikpapan TV - Hai Cess! Hari Kesaktian Pancasila tahun ini terasa berbeda bagi insan listrik di Kalimantan. Bukan sekadar upacara rutin, tetapi sebuah momentum untuk meneguhkan tekad: menghadirkan listrik yang merata hingga ke pelosok. Di balik seragam rapi dan barisan tegap, ada semangat yang membara—semangat mewujudkan keadilan sosial melalui terang yang bisa dinikmati semua orang.
PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) bersama PLN Grup Kalimantan baru saja menggelar upacara bendera bertema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.” Di sana, ratusan pegawai berdiri tegak, mengingat kembali fondasi bangsa sekaligus pedoman dalam berkarya. Bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi bahwa listrik bukan hanya energi, melainkan jembatan persatuan dan harapan.
Energi dan Pancasila: Dua Kekuatan yang Menyatukan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kalimantan jadi ajang pengingat nilai luhur. Di lapangan upacara, semangat gotong royong terasa kental. Seragam rapi, langkah mantap, dan wajah-wajah penuh tekad seakan berkata: “Kami ada untuk rakyat.”
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan, “Pancasila adalah fondasi bangsa sekaligus pedoman bagi PLN dalam berkarya. Melalui nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial, PLN UIP KLT terus berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan.” Ucapan itu bukan sekadar retorika, melainkan janji yang dikejar setiap hari.
Proyek Strategis: Dari SUTT Hingga Pembangkit Baru
Komitmen itu diwujudkan lewat deretan proyek strategis. Mulai dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Gardu Induk (GI), sampai pembangkit listrik di Kalimantan Utara, Timur, dan Selatan. Semua dikebut demi menghadirkan sistem kelistrikan yang tangguh.
Tak hanya soal pasokan stabil, infrastruktur ini juga jadi pendorong ekonomi. Dengan listrik andal, usaha kecil bisa berkembang, sekolah makin nyaman, dan warga pelosok tak lagi gelap saat malam tiba. Terang listrik jadi pintu masuk menuju hidup yang lebih berkualitas.
Listrik Merata, Hidup Masyarakat Ikut Naik Kelas
Bayangkan desa yang dulu hanya diterangi lampu minyak, kini berubah terang oleh cahaya listrik. Anak-anak bisa belajar tanpa takut kehabisan pelita, pedagang bisa berjualan lebih lama, dan masyarakat punya kesempatan membuka usaha baru.
Basuki menegaskan, “Dengan listrik yang merata dan andal, masyarakat dapat tumbuh bersama, membuka peluang usaha baru, hingga meningkatkan kualitas hidup. Inilah wujud pengamalan Pancasila dalam keseharian.” Cerita sederhana yang mengubah wajah daerah, satu kabel demi satu kabel.
Dari Upacara ke Aksi: PLN sebagai Agen Pembangunan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini seakan meneguhkan: PLN bukan hanya penyedia listrik, melainkan agen pembangunan. Nilai kemanusiaan dan keadilan sosial diterjemahkan lewat kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Optimisme itu diramu dengan tekad untuk menghadirkan Indonesia maju, mandiri, dan berkeadilan. Dari Kalimantan untuk Nusantara, PLN UIP KLT memastikan terang listrik tak hanya berhenti di kota besar, tapi juga sampai ke sudut desa yang sebelumnya tertinggal.
Terang bukan sekadar cahaya. Di baliknya ada kerja keras, ada cerita perjuangan, ada semangat Pancasila yang hidup dalam tiap tiang listrik yang berdiri. Yuk, sebarkan cerita inspiratif ini biar makin banyak orang tahu bahwa energi bisa jadi perekat bangsa.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'