Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tragedi Sungai Mahakam: Bocah 13 Tahun Hilang Usai Berenang, Ditemukan Tak Bernyawa

Arya Kusuma • Jumat, 30 Mei 2025 | 09:47 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Di tengah hembusan angin pagi yang biasanya menenangkan, warga RT 04 Kelurahan Loa Tebu malah dikejutkan dengan pemandangan memilukan! sesosok tubuh kecil tersangkut di kumpai yang mengapung di aliran Sungai Mahakam. Tubuh itu adalah Muhammad Salman, bocah 13 tahun yang hilang sejak dua hari lalu.

Salman, Anak Aktif yang Dikenal Ramah

Muhammad Salman bukanlah anak asing bagi warga sekitar. Tinggal di Jalan Matlimat RT 09, Kelurahan Loa Tebu, Salman dikenal sebagai anak yang aktif dan doyan main bola.

Tapi tak ada yang menyangka, Selasa sore, 27 Mei 2025, akan jadi hari terakhir ia terlihat bermain.

Menurut cerita warga, selepas bermain bola, Salman dan teman-temannya memutuskan untuk berenang di Sungai Mahakam.

Sore itu terlihat biasa saja, hingga tiba waktunya Salat Magrib dan Salman belum juga terlihat kembali ke darat. Teman-temannya mulai panik, awalnya mengira ia hanya sembunyi. Tapi waktu terus berjalan, dan Salman tak muncul-muncul.

Baca Juga: Hadir Dengan Warna Berani, Tekstur Alami, dan Teknologi Cerdas, Intip Tren Desain Kamar Mandi Minimalis 2025 Berikut yang Bisa Jadi Spot Favorit!

Detik-Detik Hilangnya Salman di Sungai Mahakam

Saat teman-temannya menyadari Salman menghilang usai melompat dari dermaga feri penyeberangan, situasi mulai mencekam.

Warga sekitar yang mendengar kabar langsung berkumpul, berusaha mencari di sekitar dermaga, memanggil-manggil namanya, berharap suara mereka bisa membimbingnya keluar dari sungai. Tapi sayangnya, itu tidak terjadi.

Keesokan harinya, pencarian terus dilakukan dengan dukungan Tim Rescue dari Disdamkarmatan Kukar. Seluruh area sekitar dermaga disisir, termasuk daerah yang tertutup kumpai tebal, tempat di mana arus sungai seringkali menipu pandangan mata.

Proses Pencarian Penuh Tantangan

Tim penyelamat tidak tinggal diam. Mereka melibatkan berbagai elemen untuk mencari Salman. Sungai Mahakam bukan sekadar sungai biasa—arusnya kuat, kumpai menutupi permukaan, dan rintangan alami yang membuat pencarian semakin rumit. Tim gabungan bekerja siang-malam tanpa lelah.

Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Kamis pagi, 29 Mei 2025, sekitar pukul 08.10 WITA. Tubuh Salman ditemukan tersangkut di antara rumput kumpai di sungai, sekitar 1,5 kilometer dari tempat ia melompat.

“Kami menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara,” ungkap Kapolsek Tenggarong, Iptu Budi Santoso.

Evakuasi dengan Hati-Hati dan Haru

Sekitar pukul 09.25 WITA, Tim Rescue berhasil mengevakuasi jasad Salman. Proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengingat medan yang sulit. Kumpai tebal menjadi tantangan tersendiri. Tapi semangat tim tak goyah.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, jasad Salman langsung dibawa ke rumah duka. Atas permintaan keluarga, jenazah segera dimakamkan.

Isak tangis keluarga dan warga sekitar mengiringi proses pemulangan itu, menyisakan duka mendalam di tengah komunitas kecil Loa Tebu.

Sungai Mahakam: Antara Sumber Kehidupan dan Ancaman Bahaya

Sungai Mahakam selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat Tenggarong. Tapi juga, ia menyimpan bahaya yang tak bisa diremehkan, apalagi bagi anak-anak.

Arus yang tak terlihat dari permukaan dan rintangan alami seperti kumpai bisa menjadi jebakan mematikan.

Kasus Salman mengingatkan kita semua bahwa bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan adalah risiko besar. Terlebih di area seperti dermaga feri yang ramai dan sering digunakan warga untuk menyeberang.

Baca Juga: Tanam Pohon, Tanam Harapan: Aksi Gibran di Jantung IKN

Masyarakat Perlu Edukasi Bahaya Bermain di Sungai

Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi warga sekitar—bahwa pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sungai, adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Sungai bukan tempat main-main, meskipun terlihat tenang di permukaan. Edukasi dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kunci.

Tragedi ini juga jadi momentum bagi pihak berwenang untuk memperketat pengawasan dan memberi edukasi tentang keselamatan air, terutama di daerah rawan seperti dermaga.

Kenangan Tentang Salman dan Pesan untuk Semua Orang Tua

Warga mengenang Salman sebagai anak yang ceria dan penuh semangat. Kini, kisahnya menjadi pengingat keras betapa pentingnya keselamatan anak di sekitar perairan.

Bukan hanya soal larangan berenang, tapi juga tentang tanggung jawab semua pihak—orang tua, sekolah, dan masyarakat.

Tragedi ini menyentuh sisi terdalam kita sebagai manusia—karena tidak ada yang siap kehilangan, apalagi dengan cara seperti ini. Semoga kisah Salman menjadi peringatan yang berarti, bukan hanya sebagai berita yang cepat terlupakan.

Baca Juga: Punya Rumah Kecil Tapi Mau Tetap Bisa Nongkrong Bareng? Gini Caranya Biar Kecil Tapi Nggak Mati Gaya!

Duka, Peringatan, dan Harapan

Sungai Mahakam kembali jadi saksi bisu duka mendalam. Tapi semoga, dari tragedi ini, lahir kesadaran baru akan pentingnya keselamatan di sekitar perairan.

Yuk Cess, jangan anggap enteng keselamatan anak di sekitar sungai. Waspada, edukasi, dan pengawasan adalah kunci agar kejadian serupa tak terulang.

Jangan lupa share artikel ini ke keluarga, teman, dan tetangga ya—biar makin banyak yang sadar akan pentingnya keselamatan anak!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Bocah 13 tahun ditemukan meninggal di Sungai Mahakam setelah hilang 2 hari usai berenang. Simak info selengkapnya disini Cess!
Bocah 13 tahun ditemukan meninggal di Sungai Mahakam setelah hilang 2 hari usai berenang. Simak info selengkapnya disini Cess!

Editor : Arya Kusuma
#Sungai Mahakam #Bocah tenggelam Tenggarong #Keamanan sungai untuk anak