Balikpapantv.id - Hai Cess! Kalau kamu pikir hujan deras itu cuma bikin suasana syahdu, kayaknya kamu belum lihat kondisi Samarinda dini hari tadi.
Kota yang biasanya sibuk penuh aktivitas, hari ini mendadak lumpuh total. Yup, banjir besar melanda di 36 titik sekaligus, bikin warga panik dan kendaraan mogok di mana-mana. Nggak main-main, bencana kali ini bahkan menelan korban jiwa, Cess!
Hujan Deras Ekstrem Sejak Dini Hari
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, curah hujan kali ini masuk kategori ekstrem. “Intensitas hujan mencapai 135 milimeter,” ungkap Suwarso.
Dengan angka segede itu, wajar kalau Samarinda langsung keteteran. Hujan mulai turun sejak Senin (12/5) dini hari, dan nggak berhenti sampai siang.
Jangan bayangin cuma hujan biasa, ya. Air yang turun udah bercampur lumpur, bikin jalanan kayak arena offroad dadakan. Puluhan ruas jalan di Samarinda, dari pusat kota sampai ke pinggiran, terendam setinggi lutut orang dewasa.
36 Titik Banjir Lumpuhkan Samarinda
Data dari BPBD mencatat, ada 36 titik banjir yang tersebar di seluruh penjuru Samarinda. Paling parah di kawasan Jalan DI Panjaitan, Jalan PM Noor, hingga Jalan Juanda.
Genangan air bahkan menembus area perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum lain. Aktivitas warga pun langsung lumpuh, banyak yang akhirnya terpaksa bertahan di rumah.
“Memang ada beberapa titik yang sudah mulai surut, tapi sebagian lainnya masih tergenang. Drainase belum bisa mengalirkan air dengan cepat,” tambah Suwarso. Yup, sistem drainase yang nggak memadai bikin kondisi makin kacau.
Warga yang mau ke Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto pun kesulitan. Beberapa akses jalan ke bandara nggak bisa dilewati kendaraan kecil.
Fasilitas Umum & Kantor Ikut Kebanjiran
Yang bikin sedih, beberapa sekolah dan kantor pemerintahan juga ikut tenggelam. Aktivitas belajar-mengajar otomatis dihentikan, sementara pegawai pemerintahan pun banyak yang nggak bisa masuk kerja. Beberapa warga yang udah telanjur berangkat, terjebak di jalanan tanpa tahu harus ke mana.
BPBD dan dinas terkait langsung turun ke lapangan, bantu evakuasi warga dan kendaraan yang mogok. Petugas pun terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan longsor.
Longsor Parah di Samarinda Utara, Empat Rumah Tertimbun
Bukan cuma banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di beberapa kawasan perbukitan. Kejadian paling tragis terjadi di Jalan Belimau Raya, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Di lokasi itu, empat rumah warga tertimbun longsor.
Tragisnya, satu keluarga yang tinggal di salah satu rumah tersebut ikut tertimbun. Dari empat anggota keluarga, dua orang ditemukan meninggal dunia: Hamdana (50) dan anak laki-lakinya Nasrul (24). Sementara dua korban lain, Sakira (17) dan Fitri (14), masih dalam pencarian.
Evakuasi Dramatis & Pencarian Dihentikan Sementara
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu menggali timbunan tanah tebal. Karena kondisi medan yang berat dan minim pencahayaan, pencarian sempat dihentikan pukul 18.00 WITA.
“Pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Selasa pagi pukul 08.00 Wita. Kami juga memastikan pencahayaan tetap tersedia di lokasi, terutama di sekitar rumah korban dan area bukit longsoran,” jelas Suwarso.
Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Melihat kondisi cuaca yang masih belum stabil, BPBD Samarinda mengimbau warga untuk tetap waspada. Terutama buat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor.
Suwarso mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca.
“Diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung. Nanti kami koordinasi lagi dengan BMKG untuk menyiapkan skema kewaspadaan,” tegasnya.
Drainase Jadi Sorotan Warga
Di media sosial, banyak warga yang ngeluh soal buruknya sistem drainase di Samarinda. Sebagian bahkan mempertanyakan ke mana anggaran infrastruktur selama ini. “Banjir tiap tahun, tapi drainase nggak pernah bener,” tulis akun @SamarindaInfo.
Bahkan ada yang bilang, ini bukan lagi soal cuaca ekstrem, tapi soal tata kelola kota yang perlu dibenahi. Warga berharap, bencana kali ini bisa jadi pelajaran buat pemerintah daerah untuk lebih serius menangani masalah banjir.
Bandara Nyaris Lumpuh, Aktivitas Warga Tertunda
Bandara Internasional APT Pranoto jadi salah satu titik yang paling terdampak. Jalan akses utama menuju bandara tergenang setinggi lutut, bikin banyak penerbangan tertunda karena penumpang nggak bisa masuk. Beberapa warga yang nekat menerobos genangan, akhirnya balik arah karena kendaraan mereka mogok.
Suasana di bandara pun lengang. Jadwal keberangkatan di layar monitor dipenuhi tulisan “DELAYED”. Petugas bandara mengimbau penumpang untuk mengutamakan keselamatan dan terus memantau informasi dari maskapai masing-masing.
Pemerintah Siapkan Skema Darurat
Melihat situasi yang makin nggak kondusif, Pemkot Samarinda bersama BPBD menyiapkan skema darurat. Posko bantuan mulai didirikan di beberapa titik, sementara dapur umum disiapkan untuk warga terdampak.
Wali Kota Samarinda juga sudah menginstruksikan agar dana tanggap darurat segera dicairkan. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ucap salah satu pejabat Pemkot.
Wah, serem juga ya Cess kondisi Samarinda sekarang. Semoga tim evakuasi diberi kelancaran, dan warga yang terdampak bisa segera pulih. Nah, kalau kamu punya kerabat di sana, jangan lupa cek kabarnya ya! Share info ini biar makin banyak yang waspada.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'