Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Liburan Tragis di Gunung Kayangan, 3 Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin Tewas dan 5 Luka-luka Dalam Kecelakaan, Begini Kesaksian Korban Selamat!

Rizkiyan Akbar • Jumat, 9 Mei 2025 | 07:52 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Bukannya dapat healing di pantai, 8 mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin malah mengalami nasib tragis.

Mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal yang menewaskan 3 dari mereka. Gimana kronologinya dan siapa saja korbannya? Yuk, kita bahas tuntas di bawah ini, Cess!

Baca Juga: Seorang Bocah Tenggelam Saat Sedang Berenang di Sungai Negara Amuntai Selatan, Begini Kronologi dan Keterangan Dari Saksi Mata!

Perjalanan Liburan Berubah Jadi Duka

Sebuah mobil Toyota Avanza dengan pelat DA 1795 LD yang ditumpangi 8 mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin mengalami kecelakaan tunggal.

Kejadian tersebut terjadi di kawasan Gunung Kayangan, Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, Rabu 7 Mei 2025.

Mobil tersebut melaju cukup kencang sebelum akhirnya oleng dan mengalami insiden maut yang tak disangka-sangka.

Kecelakaan ini bukan cuma bikin heboh warga sekitar, tapi juga mengguncang dunia kampus. 3 mahasiswa tewas di tempat, sementara 5 lainnya terluka.

Lokasi kejadian dikenal sebagai jalanan yang berliku dan curam, ditambah lagi minim penerangan saat malam hari.

3 Mahasiswa Kehilangan Nyawa

Identitas ketiga mahasiswa yang meninggal dunia sudah dikonfirmasi. Mereka adalah:

Ketiganya tewas di tempat akibat luka parah dari kecelakaan tersebut. Ini jadi kehilangan besar bagi keluarga, teman, dan kampus yang menaungi mereka.

Korban Luka-Luka Masih Dalam Perawatan

5 mahasiswa lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Mereka adalah:

Seluruh korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Boedjasin Pelaihari dan Borneo Citra Medika untuk mendapatkan perawatan.

Beberapa korban mengalami trauma fisik dan mental. Namun untungnya, kondisi mereka mulai stabil meskipun masih butuh observasi lanjut.

Baca Juga: Rahasia Orang Kota Tetap Waras! Rumah Minimalis 1 Kamar Tidur Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang dan Produktif di Perkotaan

Kesaksian Korban Selamat: “Saya Berpegangan Apa Saja”

SNA, salah satu korban selamat, memberikan kesaksian singkat namun menggugah. Ia duduk di bagian tengah kursi penumpang saat kejadian.

"Penyebabnya tidak tau. Apakah karena menabrak lubang jalan atau ban pecah," katanya dengan suara lemah.

Ia menyebut mobil melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tiba-tiba oleng. Dalam kepanikan, SNA berusaha menyelamatkan diri semampunya. "Saya berpegangan," ujarnya singkat.

Kondisinya saat itu masih lemah, jadi belum bisa menceritakan semuanya secara lengkap. Namun testimoni singkat itu cukup menggambarkan betapa mengerikannya detik-detik kecelakaan tersebut.

Evakuasi Cepat, Respons Warga dan Petugas Top!

Begitu kejadian terjadi, warga sekitar segera membantu proses evakuasi. Mereka menelepon ambulans dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Respons cepat ini sangat membantu menyelamatkan nyawa 5 mahasiswa yang terluka. Rekan-rekan korban dan pihak keluarga juga langsung mendatangi rumah sakit.

Salah satu bentuk kepedulian warga setempat juga terlihat dari bantuan logistik dan dukungan moral yang diberikan kepada para korban dan keluarga.

Baca Juga: Truk Tronton Tabrak Angkot Rombongan Guru SD di Purworejo, 11 Korban Tewas Mengenaskan, Begini Kronologi Detik-detik Kejadiannya yang Bikin Merinding!

UIN Antasari Turut Berduka, Kampus Tunjukkan Empati

Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman, mengucapkan belasungkawa mendalam atas musibah ini.

Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa pihak kampus memberikan bantuan tali asih kepada keluarga korban meninggal maupun mahasiswa yang terluka.

"Meskipun nilainya terbilang kecil, semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar sang rektor.

Dana bantuan tersebut berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus dan disepakati melalui rapat pimpinan yang digelar keesokan harinya.

Bentuk solidaritas ini mencerminkan kepedulian nyata dari pihak kampus terhadap mahasiswanya.

Pelajaran Penting: Keselamatan Bukan Hal Remeh

Tragedi ini jadi pengingat keras bahwa keselamatan berkendara nggak boleh dianggap remeh. Apalagi saat jalanan menanjak dan curam seperti di kawasan Gunung Kayangan.

Harapan besar disampaikan oleh pihak kampus agar para mahasiswa lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan memilih sopir yang berpengalaman jika perlu.

Terakhir, Jangan Anggap Sepele Masalah Jalan Rusak!

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan di kawasan Gunung Kayangan.

Bila memang ditemukan ada kerusakan seperti lubang jalan yang parah, perbaikan seharusnya menjadi prioritas.

Tragedi seperti ini tak boleh terulang lagi hanya karena infrastruktur yang tidak memadai.

Kisah ini adalah pengingat keras buat kita semua, bahwa dalam hidup, detik-detik bisa menentukan segalanya.

Liburan yang harusnya bahagia, bisa berubah jadi duka dalam sekejap. Yuk, selalu prioritaskan keselamatan saat berkendara, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Mobil Toyota Avanza ini mengalami kecelakaan maut di Gunung Kayangan, Pelaihari, Rabu (7/5/2025) siang, 3 penumpang tewas.
Mobil Toyota Avanza ini mengalami kecelakaan maut di Gunung Kayangan, Pelaihari, Rabu (7/5/2025) siang, 3 penumpang tewas.

Editor : Arya Kusuma
#mobil #uin antasari banjarmasin #kecelakaan #kabupaten tanah laut #Gunung Kayangan #Pelaihari