Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Seekor Babi Liar Mengamuk dan Menyerang Pasutri Saat Mandi Hingga Terluka Parah di Sukorambi Jember, Begini Kronologi Lengkapnya!

Rizkiyan Akbar • Kamis, 24 April 2025 | 14:12 WIB

Babi ini dihabisi warga setelah menyerang pasutri di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.
Babi ini dihabisi warga setelah menyerang pasutri di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa sangka, suasana pagi yang biasanya adem di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Sukorambi, Jember malah berubah jadi tegang abis!

Seekor babi liar tiba-tiba menyerang pasutri yang sedang mau mandi ke sumber mata air. Warga pun langsung geger dan kejadian ini sukses bikin heboh jagat medsos lokal.

Yuk, kita bongkar kronologi lengkapnya bareng-bareng di sini, Cess!

Pasutri Jadi Korban Saat Menuju Sumber Air

Insiden tak biasa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (22/4/2025). Pasutri berinisial S (40) dan S (35) awalnya hendak mandi ke sumber mata air di desa mereka.

Belum sempat basah-basahan, eh tiba-tiba seekor babi liar nyelonong dan langsung menyeruduk S (35). Serem banget kan, Cess?

Baca Juga: Benarkah Babi Ngepet Bisa Mencuri Uang atau Hanya Mitos Semata? Simak Penjelasan dan Fakta-fakta Menarik Dibalik Fenomena Misterius Ini!

Diseruduk Babi Liar, Pasutri Alami Luka Serius

Tanpa ampun, babi liar itu langsung menyerang S (35), membuat korban mengalami luka cukup parah di bagian paha dan pinggul.

Suaminya, S (40), mencoba jadi hero dadakan dengan memukul si babi pakai kayu, tapi alih-alih takut, babinya malah makin ngamuk dan balik menggigit S (40). 

Saksi Mata Sempat Panik dan Naik Pohon

Seorang saksi berinisial E (45) yang kebetulan ada di sekitar lokasi, kaget bukan main lihat kejadian itu. Dia coba bantu ngusir si babi, tapi malah diserang juga.

E akhirnya loncat naik pohon sambil teriak-teriak minta bantuan. “Baru sekarang ini ada babi liar menyerang warga sampai luka parah di paha belakang,” katanya.

Warga Ramai-ramai Tangkap dan Habisi Babi Liar

Mendengar teriakan E, warga langsung berdatangan. Beberapa orang membawa kayu, senjata seadanya, bahkan ada yang bawa senapan.

Babi liar itu akhirnya berhasil ditangkap, dipukuli ramai-ramai hingga tewas di lokasi kejadian. Gak heran sih, warga panik dan takut kejadian serupa terulang.

Kapolsek Sukorambi Pastikan Kejadian

Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, membenarkan insiden ini.

“Korban mengalami luka-luka di bagian paha belakang setelah diseruduk babi liar tersebut. Alhamdulillah, babi liar itu berhasil ditangkap oleh warga dan langsung dihabisi. Korban dilarikan ke RS Citra Husada,” jelasnya.

Kenapa Bisa Ada Babi Liar?

Menurut warga sekitar, babi hutan biasanya jarang masuk ke area pemukiman, apalagi sampai menyerang manusia.

Baca Juga: Rumah Minimalis Anti Stres! Oase Tenang di Tengah Hiruk Pikuk Kota, Seperti Begini Konsepnya

Diduga, habitat babi tersebut terusik akibat perubahan lingkungan dan hutan yang mulai tergerus.

Apalagi sekarang musim paceklik, babi liar keluar cari makan ke area desa. Duh, sedih juga ya, Cess.

Warga Diminta Waspada, Potensi Serangan Susulan

Pihak aparat desa bersama polisi kini terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk lebih waspada, apalagi kalau beraktivitas di area terbuka atau dekat hutan.

“Warga yang mau ke sumber air atau ladang sebaiknya bareng-bareng, jangan sendirian, dan bawa alat pengaman,” pesan Sudarsono.

Kronologi Lengkap & Fakta Menarik

Dari hasil investigasi sementara, babi itu menyerang tanpa provokasi. Korban saat itu hanya berjalan santai menuju sumber mata air.

Kejadian ini jadi yang pertama dalam 10 tahun terakhir di desa tersebut. Warga berharap pemerintah desa bisa lebih rutin patroli, khususnya ke wilayah perbatasan hutan.

Nah, gimana Cess? Seru sekaligus ngeri-ngeri sedap ya ceritanya. Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu yaa! Biar makin waspada kalau ke alam bebas.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Memang Beda!
Memang Beda!

Editor : Arya Kusuma
#menyerang #jember #pasutri #babi liar