Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Insiden Mencekam di Pondok Pesantren IBU Pakusari Jember: 4 Santri Terseret Arus dan 1 Terjepit Besi, Begini Proses Penyelamatannya!

Rizkiyan Akbar • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:48 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Insiden menegangkan terjadi di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember, Selasa petang, 25 Februari.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pakusari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, hingga mengakibatkan 4 santri terbawa arus.

Tapi, tenang, semua selamat meski proses penyelamatan cukup dramatis.

Siapa sangka, salah satu santri bahkan terjepit besi pengaman yang ada di sekitar area pesantren. Penasaran dengan ceritanya? Baca terus yaa, Cess!

Penyebab Insiden: Hujan Deras Meningkatkan Debit Air

Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur area Pakusari membuat sungai di sekitar pondok pesantren meluap.

Baca Juga: Seorang Ayah Tega Gagahi Anak Kandung Sendiri di Jember, Begini Kesaksian Ibu Korban Saat Menyaksikan Langsung Kejadian Tersebut!

Debit air yang tiba-tiba meningkat membawa dampak luar biasa bagi lingkungan sekitar, termasuk Pondok Pesantren IBU.

Kejadian ini pun memicu terjadinya insiden yang tidak terduga.

4 Santri Terbawa Arus Sungai

Ada empat santri yang terbawa arus saat kejadian. Tiga di antaranya berhasil diselamatkan lebih dulu tanpa cedera berarti.

Namun, satu santri lainnya berinisial, D, harus melalui perjuangan panjang. Ia terjepit di besi pengaman yang ada di tepian sungai.

Sungguh, tidak ada yang menyangka kondisi akan jadi seberbahaya itu!

Penyelamatan D: Proses Dramatis dan Memacu Adrenalin

Penyelamatan D berlangsung dramatis. Saat terseret arus, tubuhnya terjepit oleh besi pengaman di sekitar area pesantren.

D sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya tim penyelamat datang. Tentu saja, situasi itu penuh dengan ketegangan.

"Kami harus memotong besinya dulu untuk melepaskannya," ujar KH Muhammad Hafidi Kholis, pengasuh Yayasan Pendidikan IBU Pakusari.

Proses Pemotongan Besi yang Membutuhkan Ketelitian

Begitu D terjepit, tim penyelamat segera bertindak cepat.

"Kami tahan anak itu agar tetap bisa bernapas, dan besi pengaman akhirnya dipotong menggunakan gerinda," lanjut KH Hafidi.

Baca Juga: Sinergi TNI-Polri Diuji! Kisah di Balik Insiden Tarakan yang Sempat Memanas Berakhir Damai

Setelah melalui perjuangan tersebut, D berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat meskipun dengan luka lecet akibat benturan benda keras saat terbawa arus.

Keberhasilan Evakuasi Santri Putri

Meski insiden terjadi di bagian pesantren putra, tim penyelamat juga tidak melupakan santri putri yang berada di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, santri putri juga berhasil dievakuasi dengan aman. Tidak ada korban di pondok putri,” tambah KH Hafidi, yang juga anggota DPRD Jember.

Keberhasilan ini adalah hasil dari koordinasi yang baik antara pihak pesantren dan tim penyelamat.

Banjir Bandang Bisa Terjadi Kapan Saja

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua orang, terutama di daerah yang rawan banjir.

Seperti yang diungkapkan KH Hafidi, insiden ini penting sebagai peringatan agar semua pihak lebih waspada terhadap potensi bahaya banjir bandang akibat hujan deras.

"Jember ini sudah sering terjadi banjir bandang, jadi kami harus lebih siap dan sigap," tuturnya.

Kesigapan Warga dan Pengasuh Pesantren

Selain itu, warga sekitar juga ikut membantu proses evakuasi. Kerjasama antara pengasuh pesantren, warga, dan tim penyelamat membuahkan hasil yang memuaskan.

Mereka berhasil menyelamatkan semua santri yang terjebak di lokasi kejadian. Kisah ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kesigapan sangat penting dalam situasi darurat.

Pengalaman Berharga yang Tak Akan Terlupakan

Kejadian ini tentu menjadi pengalaman yang berharga bagi pesantren dan semua yang terlibat dalam proses penyelamatan.

Baca Juga: Dari Cinta Virtual hingga Video Viral, Begini Kisah Menyayat Hati Bu Guru Salsa yang Jadi Korban Penipuan Asmara Digital!

Bukan hanya bagi para santri, tetapi juga bagi warga sekitar untuk selalu menjaga kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Semoga insiden ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya kesiapsiagaan.

Peran Pesantren dalam Menumbuhkan Kesadaran akan Kewaspadaan

Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tapi juga tempat yang mendidik santrinya untuk selalu waspada dalam menghadapi situasi tak terduga.

“Kita harus selalu ingat bahwa keselamatan adalah yang utama,” pungkas KH Hafidi.

Jangan lupa share artikel ini yaa, Cess! Siapa tau bisa jadi informasi yang berguna bagi teman-teman yang membutuhkan.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di BalikpapanTv.id! Bukan Sekedar Berita Biasa

Tangkapan video penyelamatan santri yang terjepit besi usai terseret arus sungai di sekitar lingkungan pondok pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember.
Tangkapan video penyelamatan santri yang terjepit besi usai terseret arus sungai di sekitar lingkungan pondok pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember.

Editor : Arya Kusuma
#terseret arus #santri #pondok pesantren #terjepit besi #arus sungai #banjir Jember