Balikpapantv.id - Hai Cess! Kabar duka datang dari Polres Dairi, Sumatera Utara. Kepergian Bripda Fahri Al Azhari, seorang anggota muda yang dikenal ramah dan ceria, menyisakan luka mendalam bagi keluarga, teman, dan rekan sejawatnya.
Di balik senyum terakhirnya, terdapat kisah pilu yang masih menjadi misteri. Yuk, simak selengkapnya!
Jenazah Bripda Fahri Dibawa ke Rumah Neneknya
Jenazah Bripda Fahri tiba di rumah duka di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, pada Senin (13/1/2025) pukul 19.00 WIB.
Rumah ini adalah tempat di mana Fahri menghabiskan masa kecilnya bersama neneknya. "Di sini ini tempat neneknya. Kalau orang tuanya di Diski," ujar Kiki, tetangga sebelah rumah duka.
Tidak sedikit warga yang bertanya-tanya mengapa jenazahnya dibawa ke rumah neneknya, bukan ke rumah orang tuanya di Kecamatan Sunggal. Namun, Kiki menjelaskan bahwa sejak kecil Fahri memang lebih dekat dengan neneknya.
Ibunda Tak Kuasa Menahan Tangis
Tina, ibunda Fahri, terlihat mengenakan mukena putih sambil terus menangis di sudut ruangan. Tangisannya pecah saat melihat banyak kerabat dan tetangga yang datang untuk menguatkannya.
"Ia tidak ikut ke pemakaman karena tak kuasa melihat anaknya dikubur," kata seorang kerabat.
Pemandangan ini sungguh memilukan, Cess. Membayangkan seorang ibu harus merelakan kepergian anaknya di usia muda, sungguh bukan perkara mudah.
Tragedi di Ruang Kerja
Bripda Fahri ditemukan tewas di ruang kerjanya di Mapolres Dairi. Ia diduga gantung diri menggunakan kabel komputer. Kejadian ini mengguncang rekan-rekannya.
Foto terakhir Fahri yang diambil pada Jumat (10/1/2025) menunjukkan dirinya tersenyum saat berjabat tangan dengan Kapolres lama, AKBP Agus Bahari.
Namun siapa sangka, di balik senyum itu, mungkin ada beban yang tak terlihat oleh orang lain. Cess, inilah yang sering disebut orang, “Senyum bisa menyembunyikan seribu luka.”
Lagu ‘Sampai Jumpa’ dan Kepergian Mendadak
Sebelum kepergiannya, Fahri sempat memutar lagu "Sampai Jumpa" milik Endank Soekamti di ruang kerjanya.
Lagu ini, yang memiliki lirik penuh makna perpisahan, menjadi pengingat pahit bagi mereka yang ditinggalkan.
"Kami masih tidak percaya Fahri pergi secepat ini," ungkap salah seorang rekannya.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Kapolres Dairi, AKBP Faisal Andri Pratomo, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian ini. “Kami keluarga besar Polres Dairi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan YME,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian Fahri. "Kami minta masyarakat tidak berspekulasi dan percayakan penyelidikan kepada kami," tegas Faisal.
Rekan Kerja Masih Syok
Rekan-rekan kerja Fahri di Polres Dairi mengaku kaget dengan keputusan tragis ini. Salah satu dari mereka bahkan mengatakan bahwa Fahri tidak menunjukkan tanda-tanda stres atau masalah. "Dia selalu terlihat ceria," kata seorang rekan.
Pesan Penting di Balik Tragedi
Cess, tragedi seperti ini menjadi pengingat betapa pentingnya peduli dengan orang di sekitar kita. Kadang, mereka yang tampak bahagia di luar justru menyimpan luka paling dalam.
Jangan ragu untuk bertanya, “Apa kabar?” karena mungkin itu bisa menyelamatkan hidup seseorang.
Pentingnya Menunggu Hasil Investigasi
Kematian Fahri menjadi pembelajaran penting untuk tidak terburu-buru membuat asumsi. Polisi terus bekerja untuk mengungkap fakta di balik tragedi ini. Semoga hasil penyelidikan membawa kejelasan bagi keluarga dan semua pihak.
Cess, kehilangan selalu berat, tapi hidup harus terus berjalan. Jangan lupa untuk berbagi cerita ini agar lebih banyak orang peduli dengan kesehatan mental orang di sekitarnya. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'