BalikpapanTv.id - Hai Cess! Tahukah kamu kalau lagu Tanah Airku yang sering bikin merinding itu ternyata punya kisah luar biasa di baliknya?
Diciptakan oleh Ibu Soed, seorang maestro musik Indonesia, lagu ini bukan hanya soal melodi, tetapi juga tentang cinta tanah air yang tak lekang oleh waktu. Bahkan saat ini selalu dinyanyikan sporter Sepak Bola Timnas Indonesia.
Yuk, kita telusuri lebih dalam tentang siapa sosok di balik lagu yang terus hidup di hati kita!
Ibu Soed: Maestro Musik Indonesia yang Menginspirasi
Saridjah Bintang Soedibbio, yang kita kenal sebagai Ibu Soed, adalah seniman serba bisa. Ia tidak hanya menciptakan lagu wajib nasional seperti Tanah Airku tetapi juga lebih dari 200 lagu anak-anak yang ceria. Mulai dari Burung Kutilang hingga Tik Tik Bunyi Hujan, karya-karyanya melekat erat di masa kecil banyak generasi.
"Saya ingin anak-anak Indonesia bisa ceria dan mencintai tanah airnya," ujar Ibu Soed di salah satu wawancara.
Asal Usul dan Pendidikan Ibu Soed
Lahir di Sukabumi, Jabar, 26 Maret 1908 dari orang tua berdarah Bugis, sejak kecil dia telah diangkat anak oleh Prof Dr Mr J.F. Kramer, pensiunan Wakil Ketua Hooge Rechtshof (Kejaksaan Tinggi) yang waktu itu menetap di Sukabumi.
Dari ayah angkat berdarah Indo Belanda inilah Ibu Sud memperoleh keteranpilan di bidang musik, pandai bermain biola, selain kepekaan luar biasa seperti kemudian tercermin lewat lagu-lagu ciptaannya.
Kemahirannya bermain biola membawanya ke Hoogere Kweek School (HKS) di Bandung, tempat ia memperdalam seni suara. Kemudian, ia mengajar di sekolah Belanda (HIS) sambil mulai menciptakan lagu-lagu patriotik.
Lagu yang Berawal dari Pengalaman Hidup
Pernah dengar lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut? Lagu ini terinspirasi dari kisah ayah kandungnya, seorang pelaut Bugis. Begitu pula dengan Tik Tik Bunyi Hujan yang lahir dari pengalaman sederhana saat genting rumahnya bocor.
"Lagu-lagu Ibu Soed selalu punya cerita yang dekat dengan kehidupan kita," kata Pak Kasur, rekan sesama pencipta lagu anak-anak.
Tanah Airku: Simbol Cinta Tanah Air
Diciptakan pada 1927, Tanah Airku menggambarkan Kebanggaan dan Kecintaan terhadap tanah yang mendalam. Lagu ini kembali populer setelah dinyanyikan ulang oleh Rita Effendy dan Kotak Band, membuktikan bahwa patriotisme tidak pernah basi.
Lagu ini diciptakan Ibu Soed terinspirasi dari para putra-putri Indonesia yang pergi menuntut ilmu ke negara-negara Eropa. Ibu Soed juga ingin memperkenalkan lagu berbahasa Indonesia mengingat saat itu seringkali hanya lagu berbahasa Belanda yang dinyanyikan anak-anak di sekolah.
Melalui lagu ini, Ibu Soed juga mengungkapkan rasa kecintaannya terhadap Indonesia. Walaupun beliau akan pergi jauh ia takkan pernah melupakan dan selalu membanggakan Tanah Airnya.
Dia juga berharap agar seluruh masyarakat yang lahir dan hidup di Indonesia selalu mencintai dan membanggakan tanah kelahirannya. Meskipun telah pergi jauh ke banyak negara lain, tetapi rumah dan kampung akan mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat Indonesia.
Perjuangan di Tengah Tiga Zaman
Ibu Soed berkarya di masa penjajahan Belanda, pendudukan Jepang, hingga Indonesia merdeka. Ia aktif di organisasi pemuda, menulis naskah sandiwara, hingga mengasuh siaran anak-anak di radio. Bahkan, ia pernah ikut mengiringi lagu Indonesia Raya bersama W.R. Supratman pada Sumpah Pemuda 1928.
Ibu Sud adalah pribadi yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat. Lagu Berkibarlah Benderaku yang penuh greget itu niscaya hanya bisa lahir dari hati yang tak dipenuhi kepura-puraan.
Selain pernah menerima anugerah seni tanggal 17 Agustus 1969 dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Sud juga menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma sebagai pencipta lagu anak-anak dari pemerintah tahun 1992.
Kecintaan pada Budaya Indonesia
Selain musik, Ibu Soed juga dikenal sebagai seniman batik. Baginya, membatik adalah cara lain untuk menunjukkan cinta pada budaya bangsa. Hingga akhir hayatnya, ia terus membatik meskipun bukan pengusaha batik.
Warisan Tak Lekang Waktu
Meski sudah berpulang pada 1993, karya-karya Ibu Soed tetap hidup. Ananda Sukarlan, komponis terkemuka, bahkan mengadaptasi lagu-lagunya menjadi karya piano yang mendunia. Lagu-lagu seperti Berkibarlah Benderaku menjadi simbol semangat perjuangan Indonesia.
Ibu Sud, meninggal dunia di kediamannya di bilangan Cijantung Jakarta Timur, Rabu, 26 Mei 1993 sekitar pukul 05.00 WIB.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Ibu Soed mengajarkan bahwa seni bisa menjadi alat perjuangan. Ia tidak hanya menciptakan melodi, tetapi juga menanamkan cinta tanah air pada generasi muda.
"Jiwa patriotisme itu harus kita rawat, sama seperti menjaga lagu-lagu Ibu Soed," ujar salah satu musisi muda Indonesia.
Menghidupkan Lagi Lagu Anak-Anak
Di tengah dominasi musik komersial, lagu anak-anak karya Ibu Soed adalah harta yang perlu dilestarikan. Bayangkan kalau lagu seperti Hai Becak kembali ramai dinyanyikan, pasti seru banget, kan?
Ini Syair Lagu Tanah Airku
Tanah airku tidak kulupakan
‘kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak ‘kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
yang mahsyur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Tanah airku tidak kulupakan
‘kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak ‘kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai
Daftar lagu ciptaan Ibu Soed Diantaranya:
- Anak Kuat
- Berkibarlah Benderaku
- Bendera Merah Putih
- Burung Kutilang
- Dengar Katak Bernyanyi
- Desaku
- Hai Becak
- Indonesia Tumpah Darahku
- Himne Kemerdekaan
- Kapal Api
- Kampung Halamanku
- Kupu-kupu yang Lucu
- Lagu Bermain
- Lagu Gembira
- Main Ular-Ularan
- Menanam Jagung
- Naik Delman
- Naik-Naik ke Puncak Gunung
- Nenek Moyang
- Pagi-pagi
- Pergi Belajar
- Tanah Airku
- Teka-Teki
- Tidur Anakku
- Tik Tik Bunyi Hujan
- Waktu Sekolah Usai
- Naik Kereta Api
Ayo bagikan artikel ini, Cess!
Mari terus kenang dan lestarikan karya-karya Ibu Soed yang penuh makna. Jangan lupa share ke teman-temanmu supaya mereka juga tahu kisah luar biasa ini!