BalikpapanTv.id - Hai Cess! Semakin digital, makin praktis! Teras Samarinda telah memulai langkah besar dengan beralih ke pembayaran non-tunai untuk fasilitas parkir, makanan, hingga minuman.
Namun, dalam proses transisi ini, banyak tantangan menarik yang terjadi di lapangan, termasuk adanya "jukir liar" yang masih memungut biaya parkir tunai. Yuk, simak kisahnya!
Transisi ke Non-Tunai: Dukung Rencana Modernisasi Pemerintah
Langkah menuju transaksi non-tunai ini bukan cuma buat keren-kerenan, lho! Inisiatif ini mendukung rencana pemerintah untuk menciptakan sistem pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi di Teras Samarinda.
Di area parkir, Varia Niaga, yang ditunjuk sebagai pengelola jangka panjang, sedang menyiapkan segala sesuatu agar pengunjung bisa lebih praktis menggunakan transaksi digital.
Tantangan di Lapangan: "Jukir Liar" Belum Terhubung dengan Sistem
Meski beberapa alat parkir elektronik sudah terpasang, kendala masih saja terjadi. Belum semua area terkoneksi penuh dengan sistem non-tunai, apalagi di area taman seperti Teluk Lerong Garden.
"Jukir liar" masih memungut biaya parkir dari pengunjung secara tunai. Salah satu pengunjung, Pratama, mengaku pernah diminta bayar tunai hingga Rp 3.000. “Biasanya ada ibu-ibu yang meminta bayaran tunai,” katanya sambil tertawa.
Pembayaran Non-Tunai di SPBU Bekas, Lebih Nyaman!
Berbeda cerita saat Pratama parkir di lahan bekas SPBU yang dikelola langsung oleh petugas Varia Niaga.
Di sini, pembayaran non-tunai mulai diterapkan, lengkap dengan karcis sebagai tanda bukti. Menurut Pratama, “Saya jarang bawa uang tunai, jadi sekarang lebih sering parkir di sini.” Nah, ini salah satu manfaat nyata pembayaran digital, anti-ribet!
Peran Satgas dan DLH Kota Samarinda
Meskipun Perumda Varia Niaga sudah ditetapkan sebagai pengelola jangka panjang, sementara ini operasional taman masih di bawah koordinasi Satgas yang dibentuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda.
Satgas ini bertugas mengawal transisi non-tunai supaya berjalan lancar, dan mereka akan terus beroperasi hingga Desember mendatang.
Varia Niaga Janjikan Solusi
Syamsudin Hamade, Direktur Utama Varia Niaga, mengakui tantangan yang ada tetapi optimis soal perubahan ini.
“Transisi ini penting agar masyarakat terbiasa dengan sistem non-tunai, terutama untuk parkir,” ujarnya. Lebih lanjut, Syamsudin berjanji akan menindaklanjuti soal parkir ilegal begitu pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada Varia Niaga.
Parkir Elektronik, Kapan Terlaksana Penuh?
Meski semangat non-tunai sudah digaungkan, izin operasional penuh dari Bankaltimtara masih dalam proses. Namun, Syamsudin optimis, “Ini hanyalah soal waktu dan kesiapan sistem.” Dengan adanya izin ini, Teras Samarinda diharapkan bisa segera menerapkan sistem parkir elektronik di semua area parkir.
Peran DLH untuk Pemantapan Transisi
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Kota Samarinda, Basuni, menambahkan bahwa Satgas yang ada saat ini bersifat sementara, di mana setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut berkontribusi dalam transisi ini.
“Rencana awalnya, Satgas akan beroperasi hingga Desember,” pungkasnya. Jadi, Desember akan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu untuk peralihan penuh.
Manfaat Bagi Pengunjung dan Ekonomi Lokal
Dengan transaksi non-tunai, diharapkan pengunjung bisa lebih nyaman dan aman beraktivitas tanpa khawatir bawa uang tunai berlebih.
Selain itu, transaksi digital juga membantu ekonomi lokal dengan lebih transparan dan modern. Ini juga bentuk dukungan bagi warga sekitar yang belum sepenuhnya tergabung dalam sistem non-tunai agar mulai beradaptasi.
Kesimpulan: Ayo Dukung Transisi ke Era Digital!
Mendukung inisiatif non-tunai ini bukan cuma soal ikut tren, tapi juga berkontribusi untuk kemajuan kota Samarinda yang lebih modern dan teratur. Kalau Cess belum coba parkir non-tunai, yuk, mulai sekarang dukung perubahan ini!
Bagikan artikel ini kalau kamu setuju dengan transisi non-tunai di Samarinda. Ayo, bantu ajak teman-teman agar makin banyak yang tahu!
Editor : Arya Kusuma