BalikpapanTv.id - Hai Cess! Musibah kebakaran kembali menghanguskan pemukiman padat di Samarinda! Tepatnya di Jalan Lambung Mangkurat, Gang Mawar, RT 6, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, api berkobar hebat pada Sabtu (26/10) siang. Yuk, simak cerita lengkapnya berikut ini.
Kronologi Kejadian: Api Cepat Menjalar
Siang itu, sekitar pukul 11.54 WITA, api tiba-tiba muncul dan langsung menyebar di kawasan pemukiman yang sebagian besar terbuat dari material kayu.
Seorang warga setempat, Rony (27), menyaksikan langsung bagaimana si jago merah dengan cepat membesar, membuat panik warga sekitar. "Cepat sekali membesar karena yang terbakar rumah kayu. Belum diketahui dari mana api berasal," ungkap Rony.
Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, mulai dari baskom, ember, hingga alat pecah belah lainnya. Namun, kobaran api yang begitu besar membuat upaya mereka kurang efektif.
Disdamkar Bergerak Cepat: Tantangan Akses Lokasi
Mengetahui kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda langsung mengerahkan beberapa unit dari posko terdekat setelah menerima laporan pada pukul 12.10 WITA.
"Unit posko terdekat langsung menuju lokasi, tepatnya di Gang Mawar RT 6," ujar Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadaman, M Teguh Setiawardana, Sabtu (26/10).
Meski begitu, tim pemadam mengalami kendala besar. Akses jalan yang sempit dan sulitnya mendapatkan pasokan air di lokasi membuat proses pemadaman semakin menantang. Dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 20 menit bagi petugas untuk mengendalikan si jago merah.
Kerugian Material dan Penyebab Kebakaran yang Diduga Korsleting Listrik
Dalam kebakaran ini, 16 bangunan hangus terbakar. Bangunan yang terdampak meliputi 12 rumah tunggal dan 4 kontrakan (bangsalan) dengan 8 pintu. Teguh menuturkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun diduga berawal dari korsleting listrik.
"Butuh waktu sekitar 1 jam 20 menit api bisa kami kendalikan. Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan tim khusus, tetapi sementara diduga karena korsleting listrik," jelas Teguh.
Kebakaran Susulan di Jalan Pelita
Di tengah proses pemadaman, petugas dibuat semakin kewalahan dengan munculnya kebakaran susulan di Jalan Pelita, yang jaraknya tak jauh dari lokasi pertama di Jalan Lambung.
“Di Jalan Pelita, api muncul di lantai dua salah satu rumah, dan ada dua rumah lain yang ikut terdampak,” jelas Teguh.
Pemadam dan relawan terpaksa membagi tim untuk menangani dua lokasi kebakaran yang terjadi hampir bersamaan.
Korban Mengungsi dan Dampak Kebakaran
Akibat musibah ini, sekitar 44 jiwa kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini, meski kerugian material diperkirakan sangat besar mengingat banyaknya bangunan yang habis dilalap si jago merah.
Dampak Psikologis dan Solidaritas Warga
Kejadian ini tak hanya membawa kerugian material, tapi juga meninggalkan luka psikologis bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. Namun, di sisi lain, solidaritas warga Samarinda terlihat menguat. Warga bahu-membahu membantu para korban dan menyediakan bantuan yang mereka butuhkan.
Langkah Selanjutnya: Pemulihan dan Pencegahan
Setelah kejadian ini, upaya pemulihan kawasan akan segera dilakukan, termasuk bantuan untuk para korban. Pihak berwenang juga diharapkan untuk segera mengevaluasi penyebab kebakaran dan menerapkan langkah pencegahan agar musibah serupa tidak terulang di masa mendatang.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan pemukiman padat dengan bangunan dari material yang mudah terbakar.
Bagikan informasi ini ke keluarga dan temanmu, agar kita semua lebih waspada dan tanggap terhadap bahaya kebakaran. Yuk, berikan dukungan bagi para korban dan pastikan keamanan di lingkungan sekitar kita!
Editor : Arya Kusuma