Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Akhir Hidup Paus Sperma Terdampar di Perairan Pantai Teritip

Arya Kusuma • Sabtu, 28 September 2024 | 07:05 WIB

Paus sperma raksasa ditemukan mati di Pantai Teritip Balikpapan. Kematian paus ini menjadi sorotan dan mengundang keprihatinan masyarakat.
Paus sperma raksasa ditemukan mati di Pantai Teritip Balikpapan. Kematian paus ini menjadi sorotan dan mengundang keprihatinan masyarakat.

Hai Cess, Pernah Lihat Paus Raksasa dari Dekat?

Siapa yang nggak sedih denger kabar duka ini? Seekor paus sperma raksasa, panjangnya sekitar 15 meter dan beratnya mencapai 40 ton, ditemukan nggak bernyawa terdampar di perairan Balikpapan, setelah 5 hari para relawan telah berusaha untuk megembalikannya ke perairan laut dalam, Waduh, kenapa bisa gitu ya?

Kejadian ini bikin kita semua bertanya-tanya, ada apa sih sama laut kita? Kok bisa-bisanya si paus sebesar itu sampai mati terdampar di pantai? Yuk, kita bahas bareng-bareng.

Perjuangan Paus Raksasa Kembali Ke Habitat Alamnya.

Kehadiran paus raksasa ini sempat bikin heboh warga Balikpapan. Banyak yang penasaran dan pengen lihat paus itu dapat kembali ke habitat alamnya di perairan laut dalam. Sayangnya, harapan untuk melihat paus ini berenang bebas di laut dalam harus pupus. Setelah berjuang beberapa hari, akhirnya paus ini menyerah dan mati diperairan dangkal pantai teritip balikpapan.

Apa Penyebab Kematiannya?

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie melalui Ahli Muda Pengelola Ekosistem Pesisir dan Laut BPSPL Pontianak, Wilayah Kerja Balikpapan, Hetty P Effendi, melaporkan informasi bahwa paus sudah tidak bernyawa di Pantai Teritip Balikpapan.

“Jadi paus ini sudah dalam keadaan mati. Kami amati setengah jam memang tidak ada pergerakan dan hembusan nafas dari paus,” ucapnya kepada Kaltim Post.

Hetty juga belum bisa memastikan lebih lanjut mengenai matinya paus tersebut. Jadi pihaknya akan melakukan nekropsi atau autopsi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

“Kami tidak bisa memastikan (jadi) perlu nekropsi oleh dokter hewan,” ungkapnya.

Menurut para ahli, kemungkinan besar paus ini mati karena sakit dan kelelahan. Selama beberapa hari terdampar di perairan dangkal, tubuhnya mengalami luka-luka dan kulitnya terkelupas akibat terpapar sinar matahari. Selain itu, paus juga kesulitan bernapas karena berada di lingkungan yang tidak sesuai dengan habitat aslinya.

Nekropsi untuk Cari Tahu Lebih Lanjut

Pengawas Perikanan atau Waskan, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Balikpapan, Hery Saputro, mengatakan atas matinya paus rencananya akan dilakukan nekropsi.

Untuk mengetahui penyebab pasti kematian paus ini, akan dilakukan nekropsi atau autopsi. Dengan begitu, para peneliti bisa menganalisis organ-organ dalam paus dan mencari tahu apakah ada penyakit atau racun yang menyebabkan kematiannya.

Setelah dilakukan proses nekropsi baru dilakukan proses penenggelaman terhadap tubuh paus.

“Kami akan tarik paus ke tengah laut untuk ditenggelamkan,” ucap Hery.

Hery juga mengatakan, bahwa paus berukuran sangat besar sekitar 15 meter dan diperkirakan beratnya 40 ton. Jadi biasanya paus semacam ini berada di laut dalam.

“Saat terdampar paus tidak bisa nyelam sama sekali, sehingga badanya terkena sinar matahari dan ini yang membuat badannya terkelupas,” ujar Hery.

Baca Juga: Paus Raksasa Seberat 40 Ton Tersesat di Pantai Balikpapan! Aksi Heroik Selamatkan Si Mamalia Laut

Bukan Kasus Pertama

Kasus kematian paus terdampar bukan yang pertama kali terjadi di Balikpapan. Sebelumnya, ada beberapa jenis paus lain yang juga ditemukan dalam kondisi yang sama. Ini tentu menjadi pertanda bahwa ada masalah serius yang terjadi di lingkungan laut kita.

Pentingnya Melindungi Laut

Kematian paus raksasa ini harus menjadi perhatian kita semua. Laut adalah rumah bagi berbagai macam makhluk hidup, termasuk paus. Jika kita terus merusak lingkungan laut, maka akan semakin banyak makhluk hidup yang terancam punah.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Sebagai warga negara, kita punya peran penting dalam menjaga kelestarian laut. Beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain:

Yuk, Kita Jaga Laut Kita!

Kematian paus raksasa ini adalah sebuah peringatan bagi kita semua. Kita harus segera bertindak untuk melindungi laut dan semua makhluk hidup yang ada di dalamnya. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik.

Jangan lupa share artikel ini ya, Cess! Biar teman-teman kamu juga tahu tentang pentingnya menjaga kelestarian laut.

Editor : Arya Kusuma
#konservasi laut #balikpapan #nekropsi #paus sperma #kematian paus #mamalia laut