Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pabrik Sepatu Legendaris Bata Pamit dari Purwakarta: Kisah Kejayaan, Kerugian, dan PHK Massal

Arya Kusuma • Selasa, 7 Mei 2024 | 15:29 WIB

Pabrik sepatu Bata di Purwakarta tutup karena merugi ratusan miliar
Pabrik sepatu Bata di Purwakarta tutup karena merugi ratusan miliar

BalikpapanTv.id - Era kejayaan PT Sepatu Bata Tbk di Purwakarta harus berakhir. Pabrik yang telah berdiri kokoh selama 85 tahun ini resmi menutup operasionalnya per 30 April 2024, meninggalkan luka mendalam bagi ratusan karyawan dan menjadi tanda perubahan zaman di industri alas kaki Indonesia.

Penutupan pabrik ini bukan tanpa alasan. Bata telah merugi selama empat tahun berturut-turut, dengan total akumulasi mencapai Rp525 miliar. Kondisi ini diperparah dengan pandemi COVID-19 yang menghantam permintaan global dan domestik.

Laporan keuangan Bata di Bursa Efek Indonesia menunjukkan performa perusahaan yang memburuk sejak 2020. Pada tahun itu, Bata mencatatkan kerugian Rp177,76 miliar. Kerugian terus berlanjut di tahun 2021 dan 2022, masing-masing sebesar Rp61,23 miliar dan Rp106,12 miliar. Puncaknya di tahun 2023, kerugian Bata membengkak menjadi Rp190,56 miliar.

Di tengah situasi sulit ini, manajemen Bata mengaku telah berupaya keras untuk bangkit. Namun, permintaan pelanggan yang terus menurun dan kapasitas produksi pabrik yang jauh melebihi kebutuhan pasar membuat mereka tak punya pilihan lain selain menghentikan operasional di Purwakarta.

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta," ujar Direktur Bata Hatta Tutuko, seperti dikutip dari Instagram @ngomonginuang.

Penutupan pabrik Bata di Purwakarta membawa dampak signifikan bagi ratusan karyawan. Mereka harus menerima kenyataan pahit di-PHK dan kehilangan mata pencaharian. Hal ini tentu menambah deretan pengangguran di Purwakarta dan memperparah dampak sosial dari pandemi.

Menurutnya, pihak manajemen Sepatu Bata sudah melaporkan kondisi ini awal Mei kemarin. Manajemen dari produsen sepatu tersebut telah melaporkan, jika mereka akan menghentikan aktivitas produksinya di Kabupaten Purwakarta sejak pertengahan Ramadan 2024.   
 
Alasannya, kata dia, karena selama empat tahun terakhir atau terhitung sejak 2020 pabrik Sepatu Bata ini mengalami kerugian akibat sepi order. Sehingga, terpaksa harus melakukan pemberhentian aktivitas di pabrik dikarenakan tidak mampu lagi melanjutkan proses produksi.
 
Didi menjelaskan, dari laporan yang diterima jajarannya, sejak mengalami kolaps PT Sepatu Bata ini telah melakukan PHK para pegawainya secara bertahap (terminasi). Untuk jumlah pegawainya sendiri, dilaporkan ada sebanyak 233 orang.

Kepergian Bata dari Purwakarta tak hanya menandai berakhirnya era kejayaan sebuah perusahaan sepatu ternama, tetapi juga menjadi pengingat akan ketatnya persaingan di industri alas kaki dan bagaimana perubahan perilaku konsumen dan kondisi global dapat mengguncang fondasi bisnis yang telah mapan selama berpuluh-puluh tahun.

Kisah Bata di Purwakarta adalah kisah pilu tentang kejayaan, perjuangan, dan akhirnya kejatuhan. Namun, di balik kesedihan, ada juga pelajaran berharga yang bisa dipetik. Penutupan pabrik ini menjadi pengingat bagi semua pelaku usaha untuk selalu beradaptasi dengan perubahan dan terus berinovasi agar dapat bertahan di tengah gempuran zaman.

Editor : Arya Kusuma
#purwakarta #sepatu bata #bangkrut