Anone Soredene Ramai di Media Sosial, Ternyata Berasal dari Lagu Toire Ikitai

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi karakter imut dengan ekspresi sedang bercakap mengikuti tren audio Anone Soredene. (BTV/AI)
Ilustrasi karakter imut dengan ekspresi sedang bercakap mengikuti tren audio Anone Soredene. (BTV/AI)
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Anone Soredene ramai di TikTok lewat potongan percakapan imut dari lagu Jepang Toire Ikitai yang mudah diingat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Audio “Anone Soredene” ramai digunakan di TikTok dan video pendek, dengan pola percakapan imut yang ternyata berasal dari lagu Jepang “Toire Ikitai” karya るの (Runo), dinyanyikan menggunakan suara sintetis Kasane Teto dan Otomachi Una.

Yang bikin penasaran, banyak orang mengenalnya bukan dari judul lagu aslinya, melainkan dari potongan “anone”, “un-un”, “soredene”, dan “un-un” yang terdengar seperti obrolan ringan. Dari sinilah audio tersebut gampang ditempelkan ke berbagai meme, cosplay, animasi, sampai video keseharian.

Baca Juga: LE SSERAFIM Made My Night: Chemistry Malam dan Dunia Overwatch

Dari Obrolan Imut, Ternyata Ceritanya soal Mau ke Toilet

Kalau hanya mendengar bagian pendeknya, “Anone Soredene” memang terdengar seperti dua orang yang sedang ngobrol santai.

Namun, cerita lengkap lagu “Toire Ikitai” justru punya premis yang cukup kocak.

Lagu ini dibuat oleh るの, yang juga menangani musik, ilustrasi, dan videonya. Karakter dalam lagu digambarkan sedang menikmati percakapan, sementara salah satunya sebenarnya ingin pergi ke toilet tetapi kesulitan menyela pembicaraan.

Masalah kecil itu kemudian berkembang. Keinginan pergi ke toilet makin mendesak, tetapi kesempatan untuk meninggalkan percakapan tak kunjung datang. Bahkan, setelah berhasil mencari toilet, masih ada persoalan lain yang harus dihadapi.

Di situlah letak kelucuan lagu ini: situasinya sangat sederhana, tetapi dibuat menjadi cerita musikal yang terus meningkat.

Kenapa Potongan “Anone Soredene” Mudah Nempel?

Ada satu hal yang membuat potongan ini cocok untuk media sosial: bentuknya seperti percakapan sehari-hari.

Lagu tersebut memakai pola seseorang bercerita, lalu mendapat respons berupa “un-un”, sebelum kembali melanjutkan cerita. Pola ini membuat pendengar seolah sedang berada di dalam percakapan dua orang.

Format seperti itu juga fleksibel.

Kreator bisa menggunakannya untuk menggambarkan teman yang terlalu banyak cerita, pasangan yang sedang ngobrol, karakter anime yang saling mendengarkan, sampai situasi ketika seseorang pura-pura menyimak.

TikTok Trend Report dari perusahaan pemasaran Jepang Niji to Mangetsu mencatat tren “Anone, un-un, soredene, un-un” sebagai salah satu tren TikTok pada akhir Agustus 2026. Laporan berikutnya menyebut tren tersebut kembali berkembang dengan berbagai versi turunan.

Jadi, kekuatannya bukan sekadar pada bunyi yang lucu. Potongan audionya memberi template percakapan yang bisa diisi ulang dengan banyak situasi.

Bukan Lagu “Anone Soredene”

Ini bagian yang sering bikin orang salah mencari.

“Anone Soredene” bukan judul resmi lagu tersebut. Nama yang perlu dicari jika ingin menemukan versi utuhnya adalah “Toire Ikitai”.

Lagu ini dipublikasikan oleh るの pada 28 Maret 2026. Versi resminya menampilkan Kasane Teto dan Otomachi Una, dengan durasi sekitar 3 menit 43 detik. Rilis digitalnya kemudian tercatat pada April 2026.

Judul “Toire Ikitai” sendiri berkaitan langsung dengan inti cerita lagu, yakni keinginan untuk pergi ke toilet.

Menariknya, justru bagian percakapan yang bukan inti judul itulah yang kemudian menjadi identitas baru ketika dipakai dalam video pendek.

Dari Lagu Utuh Menjadi Bahasa Meme

Perjalanan audio ini menunjukkan cara kerja musik di era video pendek.

Sebuah lagu tidak harus digunakan secara utuh. Satu bagian beberapa detik bisa memiliki kehidupan sendiri ketika cocok dengan format video.

Dalam kasus “Anone Soredene”, bagian percakapan tersebut dapat dilepas dari cerita asli dan diberi konteks baru oleh kreator.

Karakter yang sedang curhat bisa memakai audio itu. Dua sahabat bisa menggunakannya untuk menggambarkan kebiasaan ngobrol. Cosplayer dan kreator animasi pun bisa menyesuaikannya dengan ekspresi serta gerakan masing-masing.

Sejumlah video yang menggunakan audio tersebut juga muncul dalam format VTuber, cosplay, animasi, hingga konten karakter.

Karena konteksnya bisa berubah, pendengar baru bahkan dapat mengenal audionya terlebih dahulu sebelum mengetahui cerita lagu aslinya.

Baca Juga: I Like Me Better Lauv: Kisah Cinta Pertama yang Mengubah Dirinya Saat Tinggal di New York

Ada Versi Remix yang Membawa Tren ke Indonesia

Di Indonesia, audio ini juga mendapat sentuhan kreator lokal melalui berbagai remix, termasuk versi koplo dan bass yang membuat karakter audionya terasa berbeda dari versi aslinya.

Perubahan aransemen semacam ini membuat satu potongan suara punya umur yang panjang di media sosial. Versi original tetap bisa digunakan untuk meme atau percakapan, sementara versi remix dapat masuk ke konten dance dan hiburan.

Pada akhirnya, satu audio bisa memiliki banyak “kehidupan” tergantung bagaimana kreator mengemasnya.

Itulah salah satu alasan audio sederhana bisa terasa terus muncul di linimasa.

Poin Penting

Insight Redaksi

Yang menarik dari “Anone Soredene” bukan cuma bunyinya yang imut, tetapi cara satu potongan lagu berubah menjadi bahasa meme. Kada harus lagu rumit untuk diingat; pola percakapan sederhana justru bisa paling gampang menempel di kepala.

Kalau ikam penasaran, cari versi utuh “Toire Ikitai” dulu, baru bandingkan dengan meme yang berseliweran. Di situ pang kelihatan kenapa potongan pendeknya terasa berbeda ketika tahu cerita lengkapnya.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang tiap dengar “anone” langsung ikut jawab “un-un”, supaya sama-sama tahu asal audionya.

Mau tahu cerita di balik audio viral lainnya? Pantengin Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Anone Soredene?

“Anone Soredene” adalah sebutan untuk potongan audio percakapan “anone, un-un, soredene, un-un” yang digunakan dalam berbagai video pendek.

2. Apa judul asli lagu Anone Soredene?

Judul aslinya adalah “Toire Ikitai”, karya るの dengan Kasane Teto dan Otomachi Una sebagai pengisi suara sintetis.

3. Apa arti “anone” dan “soredene”?

Dalam konteks percakapan Jepang, “anone” dapat dipakai seperti pembuka “eh, tahu tidak”, sedangkan “soredene” berfungsi seperti “terus ya” atau “lalu begini”.

4. Kenapa audio ini cocok untuk meme?

Karena bentuknya menyerupai percakapan dua orang sehingga mudah disesuaikan dengan situasi pasangan, teman, karakter animasi, cosplay, maupun konten komedi.

5. Siapa yang membuat Toire Ikitai?

Lagu tersebut dibuat oleh るの, yang menangani musik, ilustrasi, dan video, dengan Kasane Teto serta Otomachi Una sebagai suara utama.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Anone Soredene Toire Ikitai Kasane Teto Otomachi Una