Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: “UNETHICAL” menjadi lagu personal Faouzia tentang hubungan menyakitkan, proses penyembuhan, dan kaitannya dengan “PRETTY STRANGER”.
Balikpapan TV - Hai Ces! Ada lagu yang terasa seperti curhat setelah semuanya selesai. Ada juga lagu yang justru menangkap seseorang ketika masih berada di dalam hubungan yang membuatnya terluka. “UNETHICAL” milik Faouzia berada di wilayah kedua: gelap, personal, dan penuh pertanyaan tentang batas sebuah hubungan.
Lagu ini menjadi bagian dari album debut FILM NOIR yang dirilis pada 7 November 2025. Faouzia menulisnya bersama Arthur Besnainou, yang juga terlibat sebagai produser. Dalam wawancara dengan EUPHORIA, Faouzia menyebut “UNETHICAL” dan “PRETTY STRANGER” sebagai dua lagu yang sangat personal dan rentan, bahkan menggambarkan “PRETTY STRANGER” sebagai akhir pahit-manis dari cerita “UNETHICAL”.
“UNETHICAL” sebenarnya bercerita tentang apa?
Kalau didengar sekilas, “UNETHICAL” terdengar seperti lagu patah hati. Tetapi semakin diperhatikan, ceritanya lebih spesifik: seseorang menyadari bahwa dirinya terus terluka dalam sebuah hubungan, tetapi masih berusaha mempertahankannya.
Faouzia menggunakan gambaran yang sangat intens untuk memperlihatkan ketidakseimbangan tersebut. Ada usaha memberikan diri sepenuhnya, menunggu permintaan maaf, berharap mendapat belas kasih, sampai akhirnya muncul pertanyaan apakah hubungan seperti itu sudah melewati batas.
Di titik ini, kata “unethical” tidak harus dibaca hanya sebagai “tidak bermoral”. Kata tersebut terasa seperti pertanyaan terhadap kondisi ketika seseorang terus memberikan dirinya kepada hubungan yang justru membuatnya kehilangan diri sendiri.
Faouzia menulis lagu ini tanpa banyak menyaring perasaannya
Bagian menarik dari “UNETHICAL” justru datang dari proses pembuatannya.
Dalam wawancara BuzzFeed pada Agustus 2026, Faouzia mengatakan ia menulis lagu tersebut dengan sangat jujur dan memilih tidak menyaring apa yang ingin disampaikan. Baginya, lagu itu sudah memiliki arti penting bahkan sebelum didengar orang lain karena proses menulisnya sendiri menjadi sebuah pengalaman penyembuhan.
Setelah lagu dilepas ke publik, maknanya berkembang. Faouzia membaca cerita pendengar yang merasa terhubung dengan lagu tersebut dan melihat bahwa pengalaman personal yang dituangkan ke dalam musik ternyata bisa menjadi bagian dari proses penyembuhan orang lain.
Di situlah “UNETHICAL” terasa lebih dari sekadar lagu tentang hubungan. Ceritanya berpindah dari pengalaman seorang penulis lagu menjadi pengalaman yang bisa ditemukan kembali oleh pendengarnya.
Baca Juga: The Weeknd ke Jakarta Akhir Pekan Ini, dari Blinding Lights hingga Babak Baru Kariernya
Kenapa nuansanya terasa gelap dan sinematik?
Jawabannya ada pada dunia FILM NOIR.
Faouzia mengatakan kepada EUPHORIA bahwa setiap lagu dalam album tersebut dirancang seperti cerita sinematik. Ia membayangkan musiknya sebagai rangkaian kisah yang emosional, penuh gairah, gelap, dan dramatis.
Konsep tersebut membuat “UNETHICAL” terasa pas berada di dalam album. Lagu ini tidak hanya bercerita tentang hubungan yang menyakitkan, tetapi menjadi salah satu adegan dalam dunia FILM NOIR yang lebih besar.
Album versi awal FILM NOIR memiliki 11 lagu. Kemudian, pada 12 Juni 2026, Faouzia merilis FILM NOIR (fin) dengan total 14 lagu. “UNETHICAL” tetap berada di dalam daftar lagu tersebut bersama “PRETTY STRANGER”.
“UNETHICAL” dan “PRETTY STRANGER” seperti dua bab cerita
Ini mungkin bagian yang paling menarik untuk pendengar yang ingin memahami FILM NOIR lebih dalam.
Faouzia sendiri menjelaskan bahwa “UNETHICAL” dan “PRETTY STRANGER” saling terhubung. Jika “UNETHICAL” menangkap seseorang ketika masih terjebak dalam hubungan yang menyakitkan, “PRETTY STRANGER” terasa seperti fase setelahnya—ketika hubungan tersebut sudah berubah dan seseorang mulai menerima bahwa dirinya harus pergi.
Keduanya bahkan muncul dalam album sebagai dua titik yang berdekatan secara naratif. “UNETHICAL” berada di posisi ketiga dalam FILM NOIR (fin), sedangkan “PRETTY STRANGER” berada di posisi ke-11.
Menariknya, “PRETTY STRANGER” bukan sekadar lagu tambahan yang berdiri sendiri. Faouzia memang sejak awal memosisikannya sebagai respons pahit-manis terhadap “UNETHICAL”.
Jadi, kalau “UNETHICAL” terdengar seperti seseorang yang masih bertanya mengapa dirinya terus bertahan, “PRETTY STRANGER” terasa seperti bagian ketika pertanyaan itu mulai menemukan jalan keluar.
Baca Juga: Dangerously Charlie Puth: Kisah Cinta yang Sengaja Dicintai Sampai Hancur
Cerita “UNETHICAL” justru semakin kuat ketika dibawa ke panggung
Pada 2026, lagu tersebut mendapatkan kehidupan baru melalui penampilan langsung.
Dalam wawancara BuzzFeed, Faouzia mengatakan “UNETHICAL” semakin terasa istimewa ketika ia melihat respons penonton secara langsung selama tur.
Hal serupa juga muncul dalam wawancara Melodic Magazine pada September 2026. Faouzia mengatakan lagu tersebut sangat terasa resonansinya dengan penonton setiap malam selama tur. Dalam penampilan festivalnya di Chicago pada 2026, “UNETHICAL” juga termasuk lagu yang dibawakan dalam set-nya.
Ada sesuatu yang menarik di sini. Lagu yang awalnya ditulis dari pengalaman personal akhirnya tidak lagi sepenuhnya menjadi milik penciptanya.
Pendengar membawa pengalaman masing-masing ketika mendengarnya.
FILM NOIR bukan cuma tentang patah hati
Membaca “UNETHICAL” hanya sebagai lagu tentang hubungan yang buruk sebenarnya membuat cerita FILM NOIR menjadi terlalu sederhana.
Faouzia menggambarkan album tersebut sebagai karya yang lahir dari periode sulit dalam hidupnya. Dalam wawancara 2026, ia menjelaskan bahwa proses membuat FILM NOIR berkaitan dengan kehilangan hal-hal yang sebelumnya ia kenal dan kemudian harus membangun kembali dirinya.
Karena itu, luka dalam “UNETHICAL” bukan akhir dari keseluruhan cerita.
Ada proses setelahnya.
Ada keputusan untuk melepaskan.
Ada penerimaan.
Dan ada upaya menemukan kembali diri sendiri.
Versi FILM NOIR (fin) bahkan memperluas cerita tersebut dengan tiga lagu tambahan yang membuat perjalanan album terasa semakin lengkap. Apple Music mencatat versi ini sebagai album 14 lagu yang dirilis pada 12 Juni 2026.
Poin Penting
- “UNETHICAL” menjadi bagian dari album debut Faouzia, FILM NOIR.
- Faouzia menyebut lagu ini sebagai salah satu karya yang paling personal dan rentan.
- Ceritanya menggambarkan hubungan yang menyakitkan tetapi sulit dilepaskan.
- “PRETTY STRANGER” berkaitan langsung dengan cerita “UNETHICAL”.
- FILM NOIR (fin) dirilis pada 12 Juni 2026 dengan 14 lagu.
- Respons penonton membuat “UNETHICAL” memiliki kehidupan baru ketika dibawakan secara langsung.
Insight Redaksi
“UNETHICAL” menarik bukan karena sekadar menggambarkan hubungan yang berantakan, tetapi karena memperlihatkan proses ketika seseorang mulai menyadari batas dirinya. Dalam dunia FILM NOIR, luka tidak langsung selesai; ia bergerak pelan menuju penerimaan. Buat pendengar, bagian paling kuat justru ada pada perjalanan dari bertahan menuju berani melepaskan.
Kalau sedang mendengarkan lagu ini, coba nikmati “UNETHICAL” lalu lanjutkan ke “PRETTY STRANGER”. Urutannya bisa membuat cerita Faouzia terasa lebih utuh.
Bagikan artikel ini ke teman yang suka membedah makna lagu, terutama kalau dark pop dan cerita sinematik memang masuk playlist harian.
Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa—karena setiap lagu punya cerita yang layak dibaca lebih dalam.
FAQ
1. Kapan “UNETHICAL” dirilis?
“UNETHICAL” menjadi bagian dari album FILM NOIR yang dirilis pada 7 November 2025. Lagu tersebut juga telah dirilis sebagai single sebelum album tersebut hadir.
2. Siapa penulis “UNETHICAL”?
Faouzia menulis lagu tersebut bersama Arthur Besnainou, yang juga tercatat sebagai produsernya.
3. Apa hubungan “UNETHICAL” dengan “PRETTY STRANGER”?
Faouzia menjelaskan bahwa keduanya saling berkaitan. Ia menyebut “PRETTY STRANGER” sebagai respons atau akhir pahit-manis dari “UNETHICAL”.
4. Apa album terbaru Faouzia pada 2026?
Versi terbaru dari era FILM NOIR adalah FILM NOIR (fin), dirilis 12 Juni 2026 dengan 14 lagu.
5. Mengapa “UNETHICAL” terasa sangat personal?
Faouzia mengatakan ia menulis lagu tersebut dengan sangat jujur dan tanpa banyak filter. Ia juga melihat proses penulisannya sebagai pengalaman penyembuhan bagi dirinya.