Bad Blood Taylor Swift: Kisah Konflik, Kendrick Lamar, dan Era 1989 yang Ikonik

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:33 WIB
Potret pemusik Taylor Swift dengan gaya riasan tajam berlatar belakang Nuansa keemasan yang hangat. (BTV/Ai)
Potret pemusik Taylor Swift dengan gaya riasan tajam berlatar belakang Nuansa keemasan yang hangat. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Bad Blood Taylor Swift menjadi bagian penting era 1989 lewat konflik personal, kolaborasi Kendrick Lamar, video sinematik, dan performa global.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bad Blood Taylor Swift menjadi lagu dari album 1989 yang dirilis sebagai singel pada 2015, lalu dikenal lewat kolaborasinya dengan Kendrick Lamar.

Di balik beat pop yang tegas dan visual penuh aksi, lagu ini membawa cerita tentang hubungan yang retak hingga berubah menjadi salah satu karya paling ikonik era 1989.

Dari Lagu Album Menjadi Singel yang Punya Cerita Sendiri

“Bad Blood” pertama kali hadir sebagai bagian dari album 1989 pada 27 Oktober 2014. Pada versi album, lagu tersebut ditulis Taylor Swift bersama Max Martin dan Shellback, yang juga menangani produksinya.

Secara musikal, “Bad Blood” mengambil warna pop dengan sentuhan hip-hop. Produksinya mengandalkan synth, bass yang berdenyut, serta beat yang lebih agresif dibandingkan sejumlah lagu lain di album 1989.

Namun, perhatian publik terhadap lagu ini tidak hanya datang dari musiknya.

Cerita di balik “Bad Blood” ikut membentuk identitas lagu tersebut. Swift sebelumnya mengatakan kepada Rolling Stone pada 2014 bahwa ia pernah mengalami keretakan hubungan dengan seorang penyanyi perempuan yang sebelumnya dianggap sebagai teman dekat. Identitas orang tersebut kemudian banyak dikaitkan dengan Katy Perry.

Menariknya, hubungan personal itu menjadi konteks yang menyertai lagu, tetapi Swift tidak menjadikan nama orang tersebut sebagai bagian dari lirik “Bad Blood”.

Itulah yang membuat lagu ini tetap bisa dibaca lebih luas: tentang kepercayaan yang rusak, hubungan yang berubah, dan rasa kecewa ketika seseorang yang dianggap dekat justru menjadi sumber masalah.

Siapa Saja yang Membentuk “Bad Blood”?

Di balik lagu ini ada tiga nama utama pada versi album: Taylor Swift, Max Martin, dan Shellback.

Swift terlibat sebagai penulis lagu, sementara Martin dan Shellback menjadi penulis sekaligus produser. Kredit tersebut tercatat dalam materi komposisi dan produksi album 1989.

Kombinasi tersebut penting karena “Bad Blood” muncul ketika Swift sedang memperluas identitas musiknya dari akar country menuju pop yang lebih dominan.

Album 1989 sendiri menjadi titik penting dalam perubahan tersebut. “Bad Blood” kemudian mengambil sisi yang lebih keras dan tajam dibandingkan lagu-lagu Swift yang sebelumnya lebih sering menggunakan pendekatan pop-country atau pop romantis.

Ada satu perubahan besar ketika lagu ini dipilih sebagai singel.

Taylor Swift mengajak Kendrick Lamar untuk masuk ke versi remix. Hasilnya bukan sekadar tambahan vokal, tetapi sebuah versi baru dengan dua bagian rap Lamar dan produksi yang lebih berat.

Baca Juga: Dangerously Charlie Puth: Kisah Cinta yang Sengaja Dicintai Sampai Hancur

Kenapa Kendrick Lamar Masuk ke Lagu Ini?

Kolaborasi Taylor Swift dan Kendrick Lamar terdengar tidak biasa jika melihat karakter musik keduanya.

Swift berada di pusat musik pop, sementara Lamar dikenal sebagai salah satu figur penting hip-hop. Pertemuan keduanya justru memberikan energi berbeda pada “Bad Blood”.

Lamar kemudian mengungkap bahwa ketika menerima tawaran tersebut, ia tidak mengetahui konteks konflik yang ramai dikaitkan dengan lagu itu. Dalam wawancara dengan Rolling Stone, ia mengatakan dirinya tidak menyadari bahwa kolaborasi tersebut dianggap berkaitan dengan perseteruan pop tertentu.

Dari sisi musik, kehadiran Lamar membuat versi singel terdengar lebih agresif. Bagian rap memberikan kontras terhadap vokal Swift sekaligus memperkuat karakter lagu sebagai pop dengan pengaruh hip-hop.

Versi bersama Lamar kemudian dirilis pada 17 Mei 2015 sebagai singel.

Video Musiknya Mengubah “Bad Blood” Menjadi Dunia Sinematik

Kalau lagunya sudah terdengar keras, video musik “Bad Blood” membuat ceritanya semakin visual.

Video tersebut disutradarai Joseph Kahn dan dirilis pada 17 Mei 2015.

Taylor Swift tampil sebagai karakter bernama Catastrophe. Video kemudian berkembang seperti film aksi pendek dengan berbagai karakter yang diperankan oleh sejumlah selebritas.

Konsep ini membuat “Bad Blood” tidak berhenti sebagai lagu tentang hubungan yang retak. Lagu tersebut mendapatkan dunia visual sendiri, lengkap dengan karakter, kostum, koreografi, dan adegan aksi.

Pada masa itu, video tersebut juga menjadi salah satu contoh bagaimana video musik pop dapat diperlakukan seperti proyek hiburan besar, bukan sekadar pendamping audio.

Kehadiran banyak figur terkenal ikut membuat publik membicarakan video tersebut sebagai sebuah acara budaya pop tersendiri.

Namun, visualnya juga memunculkan perdebatan. Sejumlah kritik mempertanyakan representasi perempuan dan komposisi “girl squad” yang ditampilkan dalam video tersebut. Perdebatan itu kemudian menjadi bagian dari cara publik membaca kembali era 1989 dan citra Swift pada periode tersebut.

Baca Juga: Konsepnya Gelap, Musiknya Menggoda! MOON BABYMONSTER Hadir dengan Nuansa Southern Trap

Rilis 2015 Membawa “Bad Blood” ke Puncak Chart

Setelah dirilis sebagai singel, “Bad Blood” menunjukkan performa komersial yang kuat.

Lagu ini kembali masuk ke Billboard Hot 100 setelah versi singelnya dirilis dan kemudian mencapai posisi nomor satu. Pencapaian tersebut menjadikannya lagu nomor satu keempat Taylor Swift di tangga lagu tersebut dan yang pertama bagi Kendrick Lamar.

“Bad Blood” juga mencapai posisi nomor satu di tangga Pop Songs Billboard.

Artinya, perubahan aransemen dan kehadiran Lamar bukan hanya menjadi gimmick untuk membuat lagu terdengar berbeda. Versi tersebut berhasil membawa “Bad Blood” menjadi salah satu singel besar dari era 1989.

Ada fakta lain yang memperkuat perjalanan komersialnya: video musik “Bad Blood” juga memperoleh pengakuan besar di industri penghargaan.

Pada Grammy Awards 2016, Taylor Swift dan Kendrick Lamar memenangkan Best Music Video untuk “Bad Blood”.

Baca Juga: The Beatles Tak Pernah Benar-Benar Hilang, Rekaman Langka dari Era Rubber Soul Kembali Dibuka

Dari Konflik Personal Menjadi Bagian dari Budaya Pop

Salah satu hal menarik dari “Bad Blood” adalah bagaimana cerita personal berubah menjadi produk budaya pop yang jauh lebih besar.

Pada awalnya, perhatian publik banyak diarahkan pada siapa yang menjadi inspirasi konflik dalam lagu. Namun, seiring waktu, pembahasan tentang “Bad Blood” berkembang ke musik, video, mode, selebritas, hingga cara Taylor Swift membangun persona publiknya.

Video musiknya juga memperlihatkan bagaimana Swift pada era 1989 mulai bermain lebih jauh dengan karakter dan estetika pop modern.

Alih-alih hanya berdiri di depan kamera sebagai penyanyi, ia membangun sebuah dunia visual yang bisa dibicarakan secara terpisah dari lagunya.

Di sinilah “Bad Blood” menjadi lebih dari sekadar lagu tentang hubungan yang memburuk.

Ia menjadi contoh bagaimana sebuah karya pop dapat menggabungkan musik, narasi personal, kolaborasi lintas genre, selebritas, dan visual menjadi satu paket budaya pop.

“Bad Blood” dan Perubahan Citra Taylor Swift

Era 1989 menandai fase ketika Taylor Swift semakin kuat sebagai bintang pop global. “Bad Blood” ikut menunjukkan sisi lain dari perubahan tersebut.

Jika beberapa lagu Swift sebelumnya lebih banyak menampilkan sisi romantis atau reflektif, “Bad Blood” membawa energi yang lebih konfrontatif.

Namun, lagu ini juga menunjukkan satu karakter penting dalam penulisan Swift: pengalaman personal dapat diubah menjadi cerita yang mudah dikenali pendengar.

Pendengar tidak harus mengetahui siapa yang menjadi inspirasi sebuah lagu untuk memahami sensasi ketika hubungan yang awalnya dekat berubah menjadi konflik.

Itulah sebabnya tema “Bad Blood” tetap mudah ditemukan dalam pengalaman sehari-hari: pertemanan yang renggang, rasa dikhianati, atau hubungan yang tidak lagi bisa kembali seperti sebelumnya.

Baca Juga: Girls Like You Maroon 5 feat. Cardi B: Dari Lagu Cinta hingga Video Musik Penuh Inspirasi

Perjalanan “Bad Blood” Tidak Berhenti di 2015

Cerita lagu ini kemudian berlanjut ketika Taylor Swift merekam ulang katalog musiknya.

“Bad Blood (Taylor’s Version)” menjadi bagian dari 1989 (Taylor’s Version) yang dirilis pada 2023. Versi rekaman ulang tersebut juga mempertahankan kolaborasi dengan Kendrick Lamar dalam versi bonus yang diperluas.

Kehadiran kembali lagu ini menunjukkan bahwa “Bad Blood” bukan hanya karya yang melekat pada momentum rilis awal 1989.

Pada 2023, “Bad Blood (Taylor’s Version)” kembali masuk ke Billboard Global 200 ketika lagu-lagu dari 1989 (Taylor’s Version) memenuhi banyak posisi di tangga lagu tersebut.

Sementara itu, hubungan Taylor Swift dan Katy Perry yang dulu menjadi bagian dari narasi publik “Bad Blood” juga berkembang jauh dari konflik lama. Pada 2024, Perry bahkan terlihat menyanyikan lagu tersebut ketika menghadiri konser Swift di Sydney.

Perkembangan tersebut memberi konteks baru terhadap lagu yang dulu sangat identik dengan perseteruan.

Baca Juga: “Aku Milikmu” Dewa 19: Lagu Cinta yang Bikin Nostalgia, Ini Makna dan Pesona Musiknya

Kenapa “Bad Blood” Masih Dibicarakan?

Ada beberapa lapisan yang membuat “Bad Blood” bertahan dalam percakapan musik pop.

Pertama, lagunya berasal dari salah satu fase perubahan terbesar Taylor Swift menuju pop.

Kedua, versi singelnya mempertemukan Swift dengan Kendrick Lamar dalam kolaborasi lintas genre yang tidak biasa.

Ketiga, video musiknya memiliki konsep besar dengan jajaran selebritas dan pendekatan visual sinematik.

Keempat, lagu ini punya performa chart yang kuat dan memenangkan Grammy untuk Best Music Video.

Dan yang tidak kalah penting, cerita personal di belakangnya membuat lagu tersebut memiliki konteks yang terus berubah seiring waktu.

Dulu, orang lebih sibuk bertanya siapa yang dimaksud Swift.

Sekarang, “Bad Blood” juga bisa dilihat sebagai potret bagaimana industri musik pop mengubah konflik personal menjadi karya, visual, percakapan publik, dan akhirnya bagian dari sejarah karier seorang artis.

Poin Penting

Insight Redaksi

“Bad Blood” menarik bukan cuma karena konflik di baliknya, tapi karena musik, visual, dan pop culture menyatu begitu rapat. Di era 1989, Swift tahu cara bikin satu lagu terasa seperti event. Nah, itu yang bikin lagunya masih nyangkut sampai sekarang.

Kalau Ces suka membedah lagu dari cerita di balik produksinya, versi Taylor’s Version juga menarik disimak karena memperlihatkan bagaimana karya lama hidup lagi di era berbeda.

Kalau artikel ini bikin Ces ingat lagu Taylor Swift lain yang punya cerita unik, boleh share ke teman yang sama-sama suka bahas musik, biar obrolannya makin panjang.

Masih penasaran dengan cerita di balik lagu-lagu besar lainnya? Pantengin Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. “Bad Blood” Taylor Swift dirilis tahun berapa?

Lagu “Bad Blood” pertama kali hadir dalam album 1989 pada 27 Oktober 2014, sedangkan versi singel bersama Kendrick Lamar dirilis pada 17 Mei 2015.

2. Siapa yang ikut menyanyikan “Bad Blood” versi singel?

Versi singel menampilkan rapper Kendrick Lamar yang mengisi bagian rap dan ikut tercantum sebagai kolaborator pada rekaman tersebut.

3. Siapa penulis lagu “Bad Blood”?

Versi album ditulis Taylor Swift bersama Max Martin dan Shellback.

4. Apakah “Bad Blood” tentang Katy Perry?

Lagu tersebut secara luas dikaitkan dengan keretakan hubungan Swift dan Katy Perry, berdasarkan pernyataan Swift mengenai konflik dengan seorang penyanyi perempuan dan pemberitaan yang menghubungkannya dengan Perry. Namun, Swift tidak menyebut nama Perry dalam lagu tersebut.

5. Apakah “Bad Blood” memenangkan Grammy?

Ya. Taylor Swift dan Kendrick Lamar memenangkan Grammy 2016 untuk kategori Best Music Video melalui “Bad Blood”.

6. Apakah ada “Bad Blood (Taylor’s Version)”?

Ada. “Bad Blood (Taylor’s Version)” dirilis sebagai bagian dari era 1989 (Taylor’s Version) pada 2023, termasuk versi yang menampilkan Kendrick Lamar dalam edisi bonus.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
1989 Bad Blood Kendrick Lamar Taylor Swift