Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: “twilight zone” Ariana Grande menggambarkan perasaan asing ketika sebuah hubungan yang pernah nyata terasa seperti sesuatu yang terjadi di dunia lain.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pernah nggak, Ces, melihat kembali sebuah hubungan yang sudah berakhir lalu bertanya-tanya bagaimana semuanya pernah terasa begitu nyata?
Perasaan seperti berada di antara kenyataan dan bayangan itu menjadi salah satu daya tarik “twilight zone”, lagu Ariana Grande yang dirilis pada 28 Maret 2025 sebagai bagian dari eternal sunshine deluxe: brighter days ahead. Lagu ini membawa suasana pop yang lembut dan dreamy, sambil membuka ruang untuk membaca kembali pengalaman emosional yang pernah dilalui.
Menariknya, lagu ini juga muncul ketika Ariana sedang memperluas cerita dari era eternal sunshine, sehingga “twilight zone” bukan sekadar tambahan lagu, tetapi bagian dari kelanjutan narasi album tersebut.
Kenapa judulnya “Twilight Zone”?
Istilah twilight zone biasanya menggambarkan keadaan yang berada di antara kenyataan dan sesuatu yang terasa tidak masuk akal.
Konsep itu pas dengan isi lagu.
Ariana membangun narasi tentang seseorang yang melihat kembali sebuah hubungan dan mulai mempertanyakan pengalamannya sendiri. Bukan semata-mata karena masih ingin kembali, tetapi karena hubungan tersebut terasa begitu asing ketika dilihat dari jarak waktu.
Secara musikal, pendekatan ini juga diperkuat oleh produksi synth-pop yang minimalis dan atmosferik. Beberapa ulasan menggambarkan lagu tersebut memiliki nuansa dreamy sekaligus sedikit haunting, sehingga musiknya ikut menciptakan perasaan seperti berada di ruang antara mimpi dan kenyataan.
Dengan kata lain, judulnya bukan sekadar hiasan. Twilight Zone menjadi metafora untuk kondisi emosional ketika seseorang sudah keluar dari sebuah hubungan, tetapi masih mencoba memahami bagaimana dirinya bisa berada di dalam hubungan tersebut sebelumnya.
Apakah lagu ini tentang Dalton Gomez?
Di sinilah “twilight zone” menjadi menarik.
Sejumlah media mengaitkan lagu tersebut dengan hubungan Ariana Grande dan mantan suaminya, Dalton Gomez. ELLE, misalnya, membaca lagu ini sebagai kemungkinan pesan terakhir Ariana terhadap hubungan tersebut. Namun Ariana sendiri tidak secara terbuka menyatakan bahwa lagu ini secara eksplisit ditujukan kepada Dalton.
Karena itu, lebih aman membaca konteks tersebut sebagai interpretasi terhadap lirik, bukan fakta bahwa Ariana telah mengonfirmasi siapa tokoh di balik lagu.
Liriknya memang memberikan ruang bagi interpretasi tersebut. Lagu ini berbicara tentang hubungan yang terasa salah dikenali, sesuatu yang dulu nyata tetapi kemudian terasa asing ketika dikenang kembali.
Yang menarik, narasinya bukan tentang keinginan untuk mengulang masa lalu.
Justru ada jarak.
Ada semacam kesadaran: aku sudah berada di tempat yang seharusnya sekarang.
Itulah yang membuat lagu ini terasa berbeda dari lagu patah hati konvensional.
Baca Juga: Die On This Hill Sienna Spiro Ternyata Lahir dari Kesalahan Piano, Kisahnya Bikin Merinding
Ariana tidak sedang meminta masa lalu kembali
Salah satu kekuatan “twilight zone” adalah cara Ariana menempatkan ketidakpercayaan terhadap masa lalu berdampingan dengan penerimaan terhadap masa kini.
Ia tidak sepenuhnya menyangkal bahwa hubungan tersebut pernah berarti. Tetapi ia juga tidak menempatkan masa lalu sebagai sesuatu yang harus diselamatkan.
Ini sejalan dengan dunia emosional Eternal Sunshine.
Album tersebut sejak awal banyak bermain dengan gagasan ingatan, cinta, perpisahan, dan keinginan untuk menghapus atau memahami pengalaman masa lalu. Versi deluxe kemudian memperluas dunia itu melalui enam lagu baru, termasuk “twilight zone”, “warm”, “dandelion”, “past life”, dan “Hampstead”.
Jadi, “twilight zone” terasa bukan seperti lagu tambahan yang ditempelkan begitu saja.
Ia memperpanjang percakapan emosional yang sudah dibangun Ariana di Eternal Sunshine.
Baca Juga: The Lazy Song Bruno Mars: Lagu Santai yang Lahir dari Rasa Jenuh di Studio dan Jadi Hit Global
Produksinya sengaja tidak terlalu ramai
Kredit produksi mempertemukan Ariana dengan dua kolaborator yang sudah sangat penting dalam katalog popnya: Max Martin dan Ilya Salmanzadeh. Ketiganya tercatat sebagai composer sekaligus producer untuk lagu tersebut.
Pendekatan produksinya cukup menarik.
Alih-alih mengandalkan beat besar atau chorus yang dibuat untuk ledakan stadion, “twilight zone” mempertahankan atmosfer yang relatif tipis. Synth menjadi ruang bagi suara Ariana untuk membawa cerita.
Hasilnya adalah lagu yang terasa intim tetapi tetap pop.
Dan ini penting, karena materi seperti ini mudah jatuh menjadi balada patah hati biasa. “Twilight zone” justru memilih dunia suara yang sedikit surreal—sesuai dengan gagasan bahwa hubungan yang dibicarakan terasa seperti sesuatu yang terjadi di dimensi lain.
Dirilis sebagai bagian dari era Brighter Days Ahead
“twilight zone” resmi hadir pada 28 Maret 2025 melalui eternal sunshine deluxe: brighter days ahead. Edisi tersebut dirilis setahun setelah Eternal Sunshine dan berisi enam lagu baru.
Rilisan tersebut juga tidak berdiri sendirian.
Pada hari yang sama, Ariana merilis short film Brighter Days Ahead, yang ditulis dan disutradarai bersama Christian Breslauer. Film itu melanjutkan dunia visual yang sudah dibangun melalui era Eternal Sunshine, termasuk karakter Peaches dari video “we can’t be friends (wait for your love)”.
Dengan demikian, Brighter Days Ahead bekerja sebagai perluasan dunia Eternal Sunshine—bukan hanya tambahan beberapa lagu.
Baca Juga: That’s My Girl Fifth Harmony: Kisah di Balik Anthem Pemberdayaan yang Bikin Perempuan Bangkit
Dari patah hati menuju jarak
Kalau “we can’t be friends (wait for your love)” terasa seperti berada di tengah proses berpisah, “twilight zone” terasa seperti berada setelah seseorang mulai mendapatkan jarak.
Perbedaannya kecil, tetapi penting.
Ada fase ketika seseorang masih bertanya:
Kenapa ini berakhir?
Lalu ada fase berikutnya:
Bagaimana mungkin dulu aku berada di dalam hubungan seperti itu?
“Twilight zone” lebih dekat dengan pertanyaan kedua.
Itulah mengapa lagu ini bisa terasa personal bagi pendengar tanpa harus mengetahui kehidupan pribadi Ariana. Pengalaman yang dibicarakan cukup universal: melihat kembali sebuah hubungan lama dan menyadari bahwa versi diri kita yang dulu terasa seperti orang berbeda.
Poin Penting
- “twilight zone” dirilis 28 Maret 2025.
- Lagu ini menjadi bagian dari eternal sunshine deluxe: brighter days ahead.
- Durasi lagu sekitar 3 menit 18 detik.
- Ariana Grande, Max Martin, dan Ilya Salmanzadeh tercatat sebagai penulis sekaligus produser.
- Tema utamanya berkisar pada kebingungan, jarak emosional, dan melihat kembali hubungan masa lalu.
- Sejumlah media menginterpretasikannya sebagai lagu yang berkaitan dengan perceraian Ariana dan Dalton Gomez, tetapi hubungan tersebut tidak dikonfirmasi Ariana secara eksplisit.
- Lagu ini memperluas tema Eternal Sunshine tentang cinta, ingatan, perpisahan, dan proses bergerak maju.
Insight Redaksi
Yang membuat “twilight zone” menarik bukan karena Ariana menyampaikan kisah percintaan dengan cara paling dramatis.
Justru kekuatannya ada pada rasa asing setelah semuanya selesai.
Ketika sebuah hubungan berakhir, kita tidak selalu langsung mendapatkan jawaban. Kadang yang tersisa hanyalah kemampuan untuk melihat masa lalu dengan mata yang berbeda.
Dan di situlah Ariana menempatkan “twilight zone”: bukan sebagai tempat untuk kembali, tetapi sebagai ruang emosional antara “itu pernah terjadi” dan “aku sudah bukan orang yang sama.”
Jika kamu menyukai Eternal Sunshine karena sisi introspektifnya, “twilight zone” terasa seperti salah satu kepingan penting untuk memahami bab terakhir dari cerita tersebut.
Bagikan artikel ini kepada teman yang sedang memasuki fase “kok dulu aku bisa sampai di situ, ya?”—mungkin mereka akan mengerti kenapa lagu ini terasa begitu dekat.
Karena kadang, lagu patah hati yang paling kuat bukan yang membuat kita ingin kembali. Justru yang membuat kita sadar bahwa kita sudah benar-benar pergi.
FAQ
1. Kapan “twilight zone” Ariana Grande dirilis?
28 Maret 2025, sebagai bagian dari eternal sunshine deluxe: brighter days ahead.
2. Siapa penulis dan produsernya?
Ariana Grande, Max Martin, dan Ilya Salmanzadeh.
3. Apakah “twilight zone” tentang Dalton Gomez?
Sejumlah media menafsirkan demikian berdasarkan lirik dan konteks kehidupan Ariana, tetapi Ariana tidak mengonfirmasi secara eksplisit bahwa lagu tersebut tentang Dalton.
4. Apa makna “twilight zone” dalam lagu ini?
Metafora untuk keadaan ketika sebuah hubungan masa lalu terasa begitu asing atau tidak nyata setelah seseorang memperoleh jarak emosional darinya.
5. “twilight zone” ada di album apa?
Lagu ini terdapat di eternal sunshine deluxe: brighter days ahead, versi deluxe dari album Eternal Sunshine.