Pirunduk Tayang 22 Oktober 2026, Horor Banjar tentang Arwah yang Kembali Menuntut Dendam

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:48 WIB
Film horor Pirunduk mengangkat urban legend Banjar, menampilkan kehidupan tepian sungai dan budaya lokal Kalimantan Selatan. (BTV/AI)
Film horor Pirunduk mengangkat urban legend Banjar, menampilkan kehidupan tepian sungai dan budaya lokal Kalimantan Selatan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Film Pirunduk mengangkat urban legend Banjar tentang ilmu terlarang, pengkhianatan, dendam, dan arwah yang kembali menuntut balas.

Ada satu cerita dari tepian sungai Kalimantan Selatan yang kini berpindah dari tradisi tutur ke layar bioskop. Namanya Pirunduk.

Film horor garapan Billy Christian itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026, membawa kisah urban legend Banjar yang berkaitan dengan ilmu terlarang, pengkhianatan, dan dendam masa lalu.

Yang membuatnya menarik bukan cuma sosok arwah yang meneror. Film ini juga mencoba membawa suasana kehidupan masyarakat Banjar, termasuk lanskap permukiman tepian sungai dan budaya lokal ke dalam cerita horor.

Ketika cerita Banjar masuk ke layar lebar

Pirunduk berpusat pada Siti, perempuan muda yang menikah dengan juragan kaya bernama Badarudin demi membantu melunasi utang ayahnya.

Pernikahan itu justru membawa Siti ke kehidupan rumah tangga yang penuh penderitaan. Dalam kondisi terdesak, ia memilih mempelajari ilmu pirunduk untuk menundukkan suaminya.

Pilihan tersebut kemudian menjadi awal petaka.

Dalam cerita film, kekuatan yang digunakan Siti memiliki konsekuensi besar. Setelah kematiannya, ia kembali sebagai arwah yang meneror warga dan mencari orang-orang yang dianggap telah menyakitinya.

Dendam menjadi bagian penting dari konflik, tetapi cerita juga membawa unsur utang masa lalu yang belum selesai.

Apa sebenarnya Pirunduk?

Istilah pirunduk berasal dari bahasa Banjar dan berkaitan dengan makna merunduk atau menundukkan.

Dalam cerita dan kepercayaan lokal yang menjadi latar film, pirunduk dikaitkan dengan amalan atau ilmu untuk memengaruhi orang lain. Sejumlah sumber menyebutnya memiliki hubungan dengan pengasihan, kewibawaan, hingga praktik ilmu hitam.

Film kemudian mengolah kepercayaan tersebut menjadi bagian dari cerita fiksi horor, sehingga kisah masyarakat dan kebutuhan dramatik film berjalan beriringan.

Karena itu, Pirunduk tidak hanya mengambil nama dari sebuah mitos. Ceritanya juga berusaha mempertahankan identitas Banjar melalui latar, bahasa, dan kehidupan masyarakat tepian sungai.

Bukan sekadar horor dengan latar Kalimantan

Salah satu unsur yang cukup menonjol adalah keterlibatan masyarakat lokal.

Produksi film menggunakan sejumlah pemain asal Kalimantan Selatan. Laporan mengenai produksinya menyebut sekitar 70 persen pemain merupakan warga lokal, sementara lokasi syuting mencakup Desa Tatah Masjid di Kabupaten Barito Kuala dan kawasan Sungai Jingah, Banjarmasin.

Film juga memanfaatkan elemen budaya seperti jukung, perahu tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat sungai di Kalimantan Selatan.

Pilihan tersebut membuat ruang cerita tidak hanya menjadi latar untuk adegan menyeramkan, tetapi ikut membentuk identitas film.

Dari cerita tutur menjadi tontonan generasi baru

Pirunduk sebelumnya hidup sebagai bagian dari cerita urban legend yang diwariskan secara lisan di masyarakat Banjar.

Pegiat budaya Banua Faisal Embron, yang disebut terlibat sebagai konsultan budaya film, menilai pengangkatan cerita urban legend ke layar dapat menjadi salah satu cara menjaga cerita rakyat tetap dikenal di tengah perubahan zaman.

Di titik ini, Pirunduk memiliki lapisan cerita yang lebih luas daripada sekadar siapa yang akan diteror.

Ada pertanyaan tentang bagaimana sebuah kisah lokal bertahan ketika medium penyampaiannya berubah—dari cerita yang beredar di masyarakat menjadi film yang ditonton di berbagai daerah Indonesia.

Siapa saja yang bermain?

Aulia Sarah dipercaya memerankan Siti, sementara Bucek Depp memainkan Badarudin.

Film ini juga dibintangi Yoriko Angeline, Bastari Bayu, Ayu Putri, Alam Jaya, Trisia Chandra, Yadi Muryadi, Edi Sutardi, Boy Idrus, dan Rama Juple. Billy Christian bertindak sebagai sutradara, sedangkan skenario ditulis Tubagus Deddy dan Budi Ismanto.

Dengan jajaran tersebut, Pirunduk mencoba mempertemukan pemeran nasional dengan talenta lokal dalam cerita yang sangat berakar pada budaya Banjar.

Baca Juga: Jangan Lupa Bahagia Tayang di Bioskop, Kisah Tiga Saudara Bertahan Setelah Kehilangan Orang Tua

Oktober nanti, bukan cuma soal rasa takut

Jadwal tayang Pirunduk telah ditetapkan pada 22 Oktober 2026.

Bagi penonton Kalimantan Selatan, film ini membawa sesuatu yang lebih dekat: cerita yang mengambil inspirasi dari tanah, budaya, dan tradisi tutur mereka sendiri.

Sementara bagi penonton dari luar Banua, Pirunduk menjadi pintu untuk mengenal salah satu urban legend Kalimantan Selatan melalui medium horor.

Pada akhirnya, arwah dalam film mungkin datang membawa dendam. Tetapi yang membuat Pirunduk menarik untuk ditunggu justru cerita manusia dan budaya yang berada di balik terornya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Horor lokal semakin menarik ketika tidak berhenti pada sosok hantu. Pirunduk membawa penonton masuk ke dunia budaya Banjar, tempat cerita tutur, kehidupan sungai, dan mitos lokal menjadi bagian dari identitas sebuah film.

Bagi masyarakat Kalimantan, kehadiran cerita lokal di layar lebar juga membuat kisah yang sebelumnya dikenal lewat tutur masyarakat mendapatkan ruang baru untuk dikenali generasi berikutnya.

Kalau kamu termasuk yang penasaran dengan horor berbasis cerita daerah, 22 Oktober 2026 menjadi tanggal yang patut dicatat.

Cerita dari tepian sungai Banjar itu sebentar lagi tidak hanya terdengar dari cerita orang ke orang. Kali ini, ia hadir di layar bioskop.

FAQ

Kapan film Pirunduk tayang?
Pirunduk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.

Pirunduk bercerita tentang apa?
Film ini mengisahkan Siti yang mempelajari ilmu pirunduk untuk menundukkan suaminya, lalu menghadapi konsekuensi mengerikan setelah kematiannya.

Siapa pemeran utama Pirunduk?
Aulia Sarah berperan sebagai Siti dan Bucek Depp sebagai Badarudin.

Siapa sutradara Pirunduk?
Film ini disutradarai Billy Christian.

Apakah Pirunduk mengambil budaya Banjar?
Ya. Produksinya menggunakan latar kehidupan masyarakat tepian sungai Kalimantan Selatan dan melibatkan banyak talenta lokal.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pirunduk kalimantan selatan Budaya Banjar film horor indonesia