Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: “Style” menjadi salah satu lagu ikonik 1989 lewat perpaduan kisah cinta rumit, gitar khas, synth pop, dan produksi modern.
Balikpapan TV - Hai Ces! “Style” merupakan lagu Taylor Swift dari album 1989 yang kemudian menjadi single ketiga dan memperlihatkan perubahan besar dirinya menuju pop. Lagu ini menarik bukan hanya karena melodinya, tetapi karena cara Swift menggambarkan hubungan yang terus berulang meski keduanya tahu kisah itu tidak sederhana.
Ada sesuatu yang membuat “Style” tetap terdengar segar bertahun-tahun setelah dirilis. Bukan karena ceritanya sempurna, justru karena hubungan di dalamnya terasa berantakan, tarik-ulur, dan sulit benar-benar selesai. Yuk, kenali perjalanan lagu ini.
Berawal dari sebuah instrumental
“Style” memiliki proses kreatif yang cukup berbeda dibandingkan gambaran umum tentang lagu Taylor Swift.
Menurut gitaris Niklas “Nikk” Ljungfelt, ia dan Ali Payami awalnya membuat instrumental untuk mereka sendiri. Musik tersebut kemudian dimainkan Payami kepada Max Martin. Swift mendengar instrumental itu dan tertarik mengembangkannya menjadi lagu.
Fondasi awal tersebut sudah memberi “Style” identitas yang kuat. Ada gitar elektrik dengan karakter yang menonjol, groove elektronik, dan atmosfer yang lebih gelap dibandingkan beberapa lagu pop Swift sebelumnya.
Ljungfelt menyebut inspirasi awalnya datang dari musik elektronik yang funky, termasuk Daft Punk. Bagi Swift, materi tersebut juga menjadi langkah yang lebih jauh dari musik yang sebelumnya ia buat.
Di sinilah “Style” terasa penting dalam perjalanan 1989. Lagu ini bukan sekadar Swift memasukkan gitar ke dalam musik pop. Ia mengambil elemen gitar dan elektronik, lalu menjadikannya bagian dari identitas pop yang lebih dewasa.
Ketika kisah cinta tidak lagi hitam-putih
Secara tematik, “Style” berbicara tentang hubungan yang sulit benar-benar berakhir.
Alih-alih menggambarkan percintaan sebagai sesuatu yang sepenuhnya indah atau sepenuhnya buruk, Swift menempatkan kedua karakter dalam wilayah abu-abu. Ada ketertarikan, kebiasaan untuk kembali, sekaligus kesadaran bahwa hubungan tersebut membawa masalah.
Pendekatan ini sejalan dengan perubahan perspektif Swift dalam 1989. GRAMMY mencatat bahwa album tersebut memperlihatkan cara Swift memandang cinta dan patah hati dengan perspektif yang lebih matang dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Itulah salah satu kekuatan “Style”. Pendengar tidak harus mengetahui seluruh detail kehidupan pribadi Swift untuk memahami situasinya. Perasaan tentang hubungan yang selalu kembali bisa berdiri sendiri sebagai pengalaman yang lebih universal.
Baca Juga: Tak Ingin Pisah Lagi Marion Jola dan Rizky Febian, Kisah Cinta yang Berujung Kolaborasi
Produksinya justru membuat ceritanya semakin kuat
“Style” ditulis oleh Taylor Swift, Max Martin, Shellback, dan Ali Payami. Produksinya dikerjakan Max Martin, Shellback, dan Ali Payami.
Komposisi tersebut membuat lagu terasa berbeda dari pop yang hanya mengejar chorus besar.
Gitar menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali. Di atasnya, produksi elektronik memberikan ruang yang cukup untuk vokal Swift. Hasilnya adalah lagu pop yang terdengar mewah, tetapi tidak kehilangan ketegangan.
Pendekatan itu cocok dengan visi besar 1989. Swift memang sengaja membuat album yang secara sonik lebih kohesif dengan tim produser yang relatif kecil. Dalam sejarah lisan 1989, Swift menjelaskan bahwa ia ingin bekerja dengan tim terbatas dan membangun kesatuan suara untuk album tersebut.
“Style” akhirnya menjadi salah satu contoh paling jelas dari eksperimen tersebut.
Dari album menjadi single
1989 dirilis pada 27 Oktober 2014 dan “Style” menjadi track ketiga dalam edisi standar album. Lagu ini kemudian dikirim sebagai single ketiga pada Februari 2015.
Video musiknya dirilis pada 13 Februari 2015. Visualnya memperkuat sisi hubungan yang penuh tarik-ulur melalui potongan gambar Swift dan seorang pria dalam suasana yang misterius dan sinematik.
Menariknya, video tersebut tidak mencoba menjelaskan hubungan itu secara gamblang. Visualnya justru bekerja seperti potongan ingatan: wajah, bayangan, kaca retak, alam, dan dua orang yang tampaknya masih terhubung meski hubungan mereka tidak benar-benar stabil.
Performa “Style” di tangga lagu
Secara komersial, “Style” menjadi salah satu keberhasilan penting era 1989.
Di Billboard Hot 100 Amerika Serikat, lagu ini debut di posisi 60 dan kemudian mencapai posisi keenam pada Maret 2015. “Style” juga menjadi single ketiga berturut-turut dari 1989 yang masuk 10 besar setelah “Shake It Off” dan “Blank Space”.
Pencapaiannya tidak berhenti di Hot 100. “Style” juga mencapai posisi teratas di sejumlah tangga lagu airplay Amerika Serikat, termasuk Pop Songs, Adult Pop Songs, dan Adult Contemporary.
Angka-angka tersebut memperlihatkan sesuatu yang penting: “Style” bukan sekadar lagu album yang kemudian mendapat perhatian penggemar. Ia mampu berdiri sebagai salah satu single utama dari era pop terbesar Swift.
Baca Juga: “That’s So True” Gracie Abrams Meledak, Begini Perjalanan Kariernya hingga 2026
“Style (Taylor’s Version)” dan kehidupan keduanya
Hampir satu dekade kemudian, “Style” mendapatkan kehidupan baru melalui 1989 (Taylor’s Version).
“Style (Taylor’s Version)” dirilis pada 27 Oktober 2023 bersama album 1989 (Taylor’s Version). Kredit resmi versi baru tersebut mencantumkan Swift sebagai vokalis dan produser bersama Christopher Rowe, dengan Max Martin, Shellback, dan Ali Payami tetap tercatat sebagai penulis komposisi.
Respons komersialnya menunjukkan betapa kuatnya daya tahan lagu ini. “Style (Taylor’s Version)” langsung debut di posisi kesembilan Billboard Hot 100 pada November 2023.
Di Billboard Global 200, lagu tersebut bahkan debut di posisi kelima. Pada minggu yang sama, Swift menempatkan beberapa lagu lain dari 1989 (Taylor’s Version) di jajaran atas tangga lagu global.
Jadi, “Style” tidak hanya hidup sebagai nostalgia.
Ia kembali masuk ke percakapan musik global hampir sembilan tahun setelah versi aslinya dirilis.
Baca Juga: EVAN Resmi Debut Solo dengan “Death of Me”, Awal Baru Lee Heeseung Setelah ENHYPEN
Kenapa “Style” masih terasa relevan?
Ada banyak lagu pop yang sangat besar ketika dirilis, tetapi perlahan kehilangan daya tarik setelah zamannya lewat.
“Style” justru punya karakter yang membuatnya mudah dikenali.
Gitar pembukanya menjadi identitas. Produksinya tidak terlalu bergantung pada tren sesaat. Dan tema hubungannya cukup universal untuk tetap bisa dipahami pendengar yang tidak mengalami kisah yang sama.
Lebih dari itu, lagu ini menjadi bagian dari perubahan penting dalam karier Taylor Swift. 1989 menandai transisinya menjadi bintang pop secara penuh, sekaligus membuktikan bahwa perpindahan genre tidak harus membuat kekuatan songwriting-nya hilang. GRAMMY menggambarkan album tersebut sebagai tonggak transformasi Swift dari penyanyi-penulis lagu country menuju kekuatan utama di musik pop.
“Style” berada tepat di tengah perubahan itu.
Ia cukup pop untuk menjadi hit besar, tetapi masih memiliki detail penulisan yang membuat pendengar ingin kembali mendengarkannya.
Dan mungkin itu alasan judulnya terasa tepat.
Bukan karena hubungan dalam lagu tersebut selalu sehat atau ideal, tetapi karena setelah bertahun-tahun, lagunya sendiri memang tidak pernah benar-benar ketinggalan zaman.
Poin Penting
-
“Style” merupakan track ketiga album 1989 dan single ketiganya.
-
Lagu ini ditulis Taylor Swift bersama Max Martin, Shellback, dan Ali Payami.
-
Produksinya dikerjakan Max Martin, Shellback, dan Ali Payami.
-
Fondasi awal musiknya berasal dari instrumental Ali Payami dan Niklas “Nikk” Ljungfelt.
-
“Style” mencapai posisi keenam Billboard Hot 100.
-
“Style (Taylor’s Version)” dirilis pada 27 Oktober 2023.
-
Versi rekaman ulangnya debut di posisi kesembilan Billboard Hot 100 dan kelima Billboard Global 200.
Insight Redaksi
“Style” menarik bukan karena menjadi lagu cinta yang paling manis, melainkan karena ia berani mempertahankan kerumitan sebuah hubungan. Musiknya terdengar elegan dan mudah dinikmati, sementara ceritanya menyimpan ketegangan yang membuat lagu tersebut tidak cepat basi.
Ketika versi Taylor’s Version kembali masuk jajaran atas tangga lagu global pada 2023, kekuatan itu semakin terlihat: nostalgia bisa membawa pendengar kembali, tetapi karakter lagu yang kuatlah yang membuat mereka tetap tinggal.
Kalau lagu ini masih terdengar seperti lagu baru bagi pendengar hari ini, mungkin jawabannya sederhana: beberapa hubungan memang berakhir, tetapi lagu tentang hubungan tersebut belum tentu ikut selesai.
FAQ
1. "Style” ada di album apa?
“Style” merupakan track ketiga dari album studio kelima Taylor Swift, 1989, yang dirilis pada 2014.
2. Siapa yang menulis “Style”?
Taylor Swift menulis lagu ini bersama Max Martin, Shellback, dan Ali Payami.
3. Siapa produser “Style”?
Versi asli diproduksi Max Martin, Shellback, dan Ali Payami.
4. Kapan “Style” menjadi single?
“Style” dikirim sebagai single ketiga 1989 pada Februari 2015.
5. Apa itu “Style (Taylor’s Version)”?
Itu adalah rekaman ulang “Style” yang dirilis sebagai bagian dari 1989 (Taylor’s Version) pada 27 Oktober 2023.