Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Duet Marion Jola dan Rizky Febian ini merangkai kisah cinta, pop-R&B, serta perjalanan kolaborasi yang berujung penghargaan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Lagu “Tak Ingin Pisah Lagi” mempertemukan Marion Jola dan Rizky Febian dalam duet pop bernuansa R&B yang dirilis pada 17 Mei 2019, menghadirkan kisah hubungan yang ingin diperbaiki.
Bukan sekadar lagu cinta biasa, karya ini menarik karena mempertemukan dua karakter vokal muda dengan Laleilmanino di balik proses kreatifnya.
Lagu yang lahir sebelum duetnya terjadi
“Tak Ingin Pisah Lagi” ditulis dan diproduksi oleh Laleilmanino, trio yang beranggotakan Lale, Ilman, dan Nino. Demo lagu tersebut tercatat sudah ditulis pada 18 Oktober 2018, beberapa bulan sebelum versi Marion Jola dan Rizky Febian dipublikasikan.
Kehadiran tanggal tersebut menarik karena menunjukkan bahwa lagu ini tidak lahir semata-mata dari momentum duet dua penyanyi. Materinya sudah lebih dulu tersedia, kemudian menemukan bentuk akhirnya melalui karakter Marion dan Rizky.
Laleilmanino juga menangani produksi lagu. Secara musikal, karya ini bergerak di wilayah pop dengan sentuhan R&B, sebuah pendekatan yang memberi ruang bagi karakter vokal keduanya tanpa membuat aransemen terasa terlalu rumit.
Dua karakter vokal yang dibuat saling melengkapi
Marion Jola ketika itu dikenal dengan warna vokal yang khas dan ekspresif, sementara Rizky Febian sudah memiliki identitas vokal sendiri sebagai penyanyi solo.
Pertemuan keduanya menjadi salah satu daya tarik utama lagu.
Rizky mengatakan proses pengerjaan lagu berjalan lancar karena Laleilmanino sudah memahami karakter vokal mereka. Ia dan Marion juga mengaku menikmati proses tersebut.
Bagi Marion, kolaborasi ini memiliki arti tersendiri. Ia mengaku sudah lama mengagumi Rizky Febian dan warna musiknya. Duet tersebut akhirnya menjadi kesempatan untuk bekerja bersama penyanyi yang sebelumnya ia idolakan.
Jadi, chemistry dalam lagu ini bukan hanya dibangun melalui suara. Ada kecocokan karakter dan pengalaman musikal yang membuat duet tersebut terasa natural.
“Tak Ingin Pisah Lagi” bukan kisah cinta yang serba mulus
Daya tarik utama lagu ini justru berada pada cerita hubungan yang pernah mengalami keretakan.
Secara tematik, “Tak Ingin Pisah Lagi” menggambarkan pasangan yang mencoba membuka kembali hubungan setelah melewati kekecewaan. Ada keraguan, luka, permintaan untuk memulai kembali, sekaligus keinginan mempertahankan hubungan.
Itulah sebabnya lagu ini tidak berhenti pada romantisme.
Ada gagasan tentang kesempatan kedua: dua orang yang pernah terluka mencoba kembali percaya bahwa hubungan mereka masih layak diperjuangkan.
Tema seperti ini membuat lagu relatif mudah diterima pendengar karena persoalannya sederhana tetapi dekat dengan pengalaman hubungan manusia—kehilangan, penyesalan, kemudian memilih untuk mencoba lagi.
Baca Juga: EVAN Resmi Debut Solo dengan “Death of Me”, Awal Baru Lee Heeseung Setelah ENHYPEN
Perilisannya membawa kolaborasi ini ke pendengar yang lebih luas
Single ini dirilis secara digital pada 17 Mei 2019 oleh Universal Music Indonesia dan NET. Visi Media. Lagu berdurasi sekitar 4 menit 25 detik tersebut kemudian tersedia di berbagai platform musik.
Video musik resminya dirilis pada 16 Mei 2019 melalui kanal resmi Marion Jola. Video tersebut disutradarai Risky Jusuf dan diproduksi AVCD Films.
Konsep visualnya mempertahankan nuansa romantis lagu dengan menempatkan Marion dan Rizky sebagai pusat cerita. Keduanya tampil dalam sejumlah situasi berbeda, termasuk adegan bersama yang memperkuat kesan perjalanan sebuah hubungan.
Menariknya, perilisan video dilakukan sehari sebelum tanggal perilisan digital yang tercatat pada sejumlah layanan musik. Ini membuat rangkaian promosi visual dan audio berjalan berdekatan.
Respons positif tidak berhenti di media sosial
Beberapa bulan setelah dirilis, respons terhadap “Tak Ingin Pisah Lagi” disebut positif oleh kedua penyanyinya.
Pada Juli 2019, Rizky Febian menyampaikan bahwa lagu tersebut mendapat respons positif. Ia juga mengatakan pengerjaannya berjalan lancar karena Laleilmanino memahami karakter mereka.
Marion pun menyebut kolaborasi tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk kembali berkolaborasi dengan Rizky pada proyek berikutnya.
Respons tersebut penting karena menunjukkan bahwa duet ini tidak hanya bekerja di atas kertas. Setelah lagu masuk ke ruang publik, kedua penyanyinya melihat adanya penerimaan dari pendengar.
Baca Juga: Toy Story 5 di tahun 2026 Hadirkan Musuh Baru, Teknologi yang Mulai Merebut Waktu Bermain
Performa digital ikut memperpanjang umur lagu
“Tak Ingin Pisah Lagi” juga memiliki perjalanan streaming yang cukup panjang.
Data Spotify yang terindeks menunjukkan lagu tersebut telah melewati 120 juta streaming pada halaman Spotify yang diakses dalam penelusuran ini. Angka tersebut memperlihatkan bahwa lagu yang dirilis pada 2019 masih memiliki konsumsi digital yang signifikan bertahun-tahun setelah peluncurannya.
Video musik resminya di kanal Marion Jola juga telah menembus 75 juta penayangan berdasarkan angka yang tercantum pada halaman YouTube resmi.
Angka-angka tersebut memang tidak dengan sendirinya menjelaskan kualitas sebuah lagu. Namun, dalam konteks umur karya, keduanya memberi gambaran bahwa “Tak Ingin Pisah Lagi” tidak berhenti sebagai lagu duet yang hanya ramai ketika baru dirilis.
Pengakuan datang lewat Billboard Indonesia Music Awards
Pencapaian terbesar lagu ini datang pada 2020.
“Tak Ingin Pisah Lagi” memenangkan kategori Top Collaboration Song of the Year dalam Billboard Indonesia Music Awards 2020. Lagu tersebut mengungguli sejumlah kolaborasi lain yang juga menjadi perhatian publik pada periode tersebut.
Penghargaan ini menempatkan duet Marion Jola dan Rizky Febian bukan hanya sebagai karya populer, tetapi juga sebagai salah satu kolaborasi yang mendapat pengakuan dalam lanskap musik Indonesia pada masa itu.
Bagi Marion, momentum tersebut semakin berarti karena pada ajang yang sama ia juga meraih penghargaan Top New Artist of the Year.
Dua penghargaan tersebut memperkuat posisi lagu dan penyanyinya dalam fase awal perkembangan karier Marion Jola sebagai salah satu nama penting generasi baru musik pop Indonesia.
Baca Juga: AADC Hadir Lagi 1 September 2026, Cinta dan Rangga Kembali Temani Penonton
Mengapa duet ini masih terasa relevan?
Ada satu alasan sederhana: cerita dalam lagu ini tidak bergantung pada tren musik tertentu.
Produksi pop-R&B menjadi bingkai, tetapi inti ceritanya adalah hubungan yang pernah retak dan keinginan untuk memperbaikinya.
Tema tersebut membuat lagu bisa didengarkan dalam konteks yang berbeda. Bagi sebagian orang, ia dapat menjadi lagu tentang kesempatan kedua. Bagi yang lain, ia mungkin terdengar seperti percakapan antara dua orang yang sedang mencoba meyakinkan satu sama lain.
Di situlah kekuatan karya ini.
Lagu tidak membutuhkan cerita yang terlalu rumit untuk meninggalkan kesan. Ia menggunakan persoalan hubungan yang familiar, kemudian memberikan ruang kepada dua vokalis dengan karakter berbeda untuk membawanya.
Warisan sebuah duet yang sederhana tetapi efektif
“Tak Ingin Pisah Lagi” memperlihatkan bagaimana kolaborasi dapat bekerja ketika tiga unsur bertemu: lagu yang mudah diterima, produser yang memahami karakter penyanyi, dan dua vokalis yang mampu memberikan identitas masing-masing.
Laleilmanino menyediakan fondasi pop-R&B. Marion Jola membawa warna vokal yang ekspresif. Rizky Febian memberikan karakter vokalnya sendiri. Hasilnya adalah duet yang tidak harus memilih salah satu karakter, tetapi membiarkan keduanya hidup berdampingan.
Beberapa tahun setelah dirilis, lagu ini masih memiliki angka streaming dan penayangan yang besar serta pernah membawa pulang penghargaan kolaborasi bergengsi di Indonesia.
Pada akhirnya, “Tak Ingin Pisah Lagi” bukan hanya cerita tentang dua orang yang tidak ingin berpisah.
Ia juga menjadi catatan tentang satu fase penting musik pop Indonesia ketika dua penyanyi muda bertemu dalam sebuah lagu yang kemudian memiliki umur lebih panjang daripada momentum perilisannya.
Baca Juga: Penyangkalan for Revenge dan Kisah Hubungan Toxic yang Sulit Diakui
Poin Penting
-
“Tak Ingin Pisah Lagi” dinyanyikan Marion Jola dan Rizky Febian.
-
Lagu ditulis dan diproduksi oleh Laleilmanino.
-
Demo lagu tercatat dibuat pada 18 Oktober 2018.
-
Single dirilis pada 17 Mei 2019.
-
Lagu mengusung pop dengan sentuhan R&B.
-
Video musik disutradarai Risky Jusuf.
-
Lagu memenangkan Top Collaboration Song of the Year pada Billboard Indonesia Music Awards 2020.
-
Performa digitalnya tetap kuat bertahun-tahun setelah dirilis.
Insight Redaksi
Yang membuat “Tak Ingin Pisah Lagi” bertahan bukan sekadar nama besar dua penyanyinya. Lagu ini memiliki formula yang cukup sederhana tetapi efektif: tema hubungan yang dekat dengan pendengar, produksi yang tidak berlebihan, serta pertemuan dua karakter vokal yang berbeda namun saling mengisi.
Kalau sedang mencari lagu duet Indonesia yang membawa nuansa romantis tanpa kehilangan cerita tentang luka dan kesempatan kedua, karya ini masih layak masuk daftar dengar.
Kalau artikel ini terasa menarik, bagikan kepada teman yang mungkin punya lagu kenangan sendiri untuk sebuah hubungan yang pernah hampir berakhir.
Karena kadang sebuah lagu tidak mengingatkan kita pada siapa yang pernah pergi, tetapi pada alasan mengapa seseorang pernah ingin bertahan. Balikpapantv.id, teman update setia, bukan sekadar berita biasa.
FAQ
1. Siapa penyanyi “Tak Ingin Pisah Lagi”?
Lagu ini dinyanyikan oleh Marion Jola dan Rizky Febian.
2. Siapa pencipta lagu “Tak Ingin Pisah Lagi”?
Lagu ditulis oleh Laleilmanino, yang juga menangani produksinya.
3. Kapan lagu ini dirilis?
Single ini dirilis pada 17 Mei 2019.
4. Apa genre “Tak Ingin Pisah Lagi”?
Lagu ini berada di jalur pop dengan sentuhan R&B.
5. Apakah lagu ini pernah memenangkan penghargaan?
Ya. “Tak Ingin Pisah Lagi” memenangkan Top Collaboration Song of the Year pada Billboard Indonesia Music Awards 2020.
6. Berapa durasi lagunya?
Durasi lagu tercatat sekitar 4 menit 25 detik.