Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: EVAN membuka era solo lewat “Death of Me”, mini album personal yang menandai perjalanan baru Lee Heeseung.
Balikpapan TV - Hai Ces! EVAN, nama panggung baru Lee Heeseung, resmi merilis mini album pertamanya, “DEATH OF ME”, pada Senin, 7 September 2026 pukul 18.00 KST atau 17.00 WIB. Rilisan ini menjadi penanda penting setelah ia meninggalkan ENHYPEN dan melanjutkan perjalanan musik sebagai solois di bawah BELIFT LAB.
Bukan sekadar debut dengan nama baru, “DEATH OF ME” membawa cerita tentang seorang musisi yang sedang menentukan sendiri arah musiknya. Dari delapan lagu di dalamnya, EVAN ikut terlibat dalam produksi dan penulisan sebagian besar materi, sehingga album ini terasa seperti perkenalan langsung dengan dirinya sebagai solois.
Dari Heeseung ENHYPEN Menuju EVAN
Perjalanan menuju EVAN dimulai setelah BELIFT LAB mengumumkan bahwa Heeseung berpisah dari ENHYPEN pada Maret 2026. Agensi menyebut keputusan tersebut diambil setelah pembahasan panjang mengenai arah masa depan grup dan visi musik masing-masing, dengan Heeseung kemudian mempersiapkan album solo sebagai artis BELIFT LAB.
Perubahan itu tentu bukan sekadar pergantian nama panggung. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai bagian dari sebuah grup, EVAN kini harus memperkenalkan identitas musikalnya melalui karya yang berdiri atas namanya sendiri.
Dalam showcase perilisan “DEATH OF ME”, EVAN juga membicarakan respons emosional penggemar terhadap keputusannya meninggalkan ENHYPEN. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan sekaligus kekhawatiran yang datang dari penggemar dan mengatakan ingin membalasnya melalui musik serta langkah yang tulus.
Bagi EVAN, fase baru ini bukan berarti menghapus masa lalu. Justru, “DEATH OF ME” menjadi ruang untuk menunjukkan ke mana ia ingin membawa dirinya setelah keluar dari format grup.
“Death of Me” Menjadi Cermin untuk EVAN
Judul “DEATH OF ME” terdengar gelap jika hanya dilihat dari namanya. Namun, gagasan yang dibawa album ini justru berkaitan dengan keinginan untuk terus bergerak ketika seseorang berhadapan dengan ketakutan dan ketidakpastian.
BELIFT LAB menggambarkan album tersebut sebagai karya yang menangkap emosi yang saling bertaut sekaligus tekad EVAN untuk tetap maju. EVAN sendiri menyebut album ini seperti sebuah cermin karena berisi sisi dirinya yang ingin mencapai lebih banyak hal meski masih memiliki rasa takut terhadap masa depan.
Konsep tersebut membuat album ini tidak berhenti pada pertanyaan tentang genre atau suara musik. Ada persoalan yang lebih personal: bagaimana seorang penyanyi membentuk kembali identitasnya ketika ia harus berdiri sendiri setelah sebelumnya menjadi bagian dari grup besar.
Itulah yang membuat “DEATH OF ME” menjadi penting dalam perjalanan awal EVAN.
Delapan Lagu untuk Memperkenalkan Dunia Musik EVAN
Mini album “DEATH OF ME” terdiri dari delapan lagu, dengan “Death of Me” sebagai title track dan “Ride or Die” sebagai lagu yang telah diperkenalkan lebih awal.
Daftar lagunya mencakup:
-
Death of Me
-
Ride or Die
-
Not Enough
-
Noise
-
Twilight
-
Immature
-
Overflow
-
Going Home
Yonhap melaporkan bahwa “Death of Me” mengusung warna pop-R&B, sementara keseluruhan EP memperlihatkan keterlibatan EVAN yang cukup besar dalam proses penciptaan. Ia menulis dan menggubah hampir seluruh materi di dalam proyek tersebut.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bagian paling penting dari debutnya. EVAN tidak hanya hadir sebagai vokalis yang membawakan materi dari tim produksi, tetapi ikut membentuk cerita yang ingin disampaikan melalui album.
Baca Juga: Sampai Tua Nanti Andmesh, Cerita Cinta yang Lahir dari Pengalaman Pribadi
Proses Kreatifnya Lebih Personal
Dalam proyek pertamanya sebagai solois, EVAN mengambil peran kreatif yang lebih luas.
Ia mengatakan banyak gagasannya tercermin dalam album dan bahwa memasukkan cerita dari sisi dirinya yang paling jujur menjadi bagian terpenting dalam proses tersebut. Karena itu, setiap lagu tidak hanya berfungsi sebagai materi debut, tetapi juga sebagai bagian dari gambaran tentang siapa EVAN setelah era Heeseung di ENHYPEN.
Title track “Death of Me” menjadi salah satu contoh paling jelas. Lagu tersebut ditulis dan digubah bersama oleh EVAN dengan pendekatan pop-R&B yang cukup kuat. Lirik dan energinya membawa pesan untuk tidak berhenti ketika menghadapi batas atau kesulitan dalam perjalanan.
Sementara itu, keberadaan “Ride or Die” di dalam mini album menghubungkan fase pra-rilis dengan keseluruhan cerita debutnya. Lagu tersebut sebelumnya menjadi salah satu langkah awal EVAN memperkenalkan identitas solonya.
Mengapa Debut Ini Berbeda dari Sekadar “Mantan Idol Grup”
Label “mantan anggota ENHYPEN” memang menjadi bagian dari konteks perjalanan EVAN. Namun, “DEATH OF ME” menunjukkan bahwa ia ingin dinilai berdasarkan karya yang sedang dibangun sekarang.
Hal itu juga terlihat dari arah musik yang dibawa. Teen Vogue menggambarkan proyek EVAN sebagai perpaduan sejumlah warna seperti alternative rock, R&B, dan pop-punk, sekaligus mencatat keinginannya untuk dikenal sebagai artis alternatif.
Perbedaan pendekatan tersebut penting karena debut solo memberi EVAN ruang untuk memperluas karakter musikalnya.
Di dalam grup, identitas seorang anggota selalu berada dalam keseluruhan konsep tim. Sebagai solois, keputusan tentang suara, tema, dan cara bercerita menjadi jauh lebih melekat pada dirinya sendiri.
“DEATH OF ME” menjadi titik pertama untuk melihat sejauh mana ruang tersebut digunakan.
Baca Juga: Secukupnya Hindia: Lagu yang Mengubah Rasa Gagal Jadi Ruang untuk Bernapas
Rilis 7 September Menjadi Awal Era Baru
Secara resmi, “DEATH OF ME” dirilis pada 7 September 2026 pukul 18.00 KST. BELIFT LAB juga mengumumkan debut showcase pada hari yang sama di Grand Peace Hall, Kyung Hee University, Seoul, mulai pukul 19.00 KST.
Untuk pendengar Indonesia, waktu perilisan tersebut setara dengan 17.00 WIB. Artinya, penggemar di Indonesia dapat mulai mendengarkan proyek tersebut pada sore hari di tanggal yang sama.
Rilisnya juga disertai berbagai aktivitas digital melalui Weverse, termasuk kegiatan streaming video musik dan pengunduhan lagu.
Sementara itu, situs resmi EVAN di Jepang mengonfirmasi bahwa mini album tersebut mulai tersedia untuk streaming dan mengadakan kampanye digital bertepatan dengan perilisan.
Ada Respons Penggemar yang Tidak Bisa Dipisahkan dari Ceritanya
Debut solo EVAN datang beberapa bulan setelah keputusan besar dalam kariernya. Karena itu, respons terhadap “DEATH OF ME” tidak sepenuhnya berdiri sendiri sebagai respons terhadap musik.
Ada pula rasa penasaran mengenai arah karier barunya.
EVAN menyadari adanya kekecewaan dan kekhawatiran dari sebagian penggemar setelah keputusannya meninggalkan ENHYPEN. Dalam showcase, ia memilih merespons situasi tersebut dengan menyampaikan apresiasi dan mengatakan bahwa dirinya ingin membalas dukungan melalui musik serta tindakan yang tulus.
Di sinilah debutnya menjadi lebih dari sekadar peluncuran mini album.
Ia sedang meminta pendengar untuk melihat perjalanan berikutnya melalui karya yang ia bangun sendiri.
Baca Juga: Makna Lagu “What Do You Mean?” Justin Bieber, Saat Cinta Dibingungkan Sikap yang Berubah
Apa yang Bisa Menjadi Titik Kuat “Death of Me”?
Ada tiga hal yang membuat proyek ini menarik untuk diperhatikan.
Pertama, keterlibatan kreatif EVAN. Ia mengambil peran besar dalam produksi, penulisan, dan penggubahan materi album. Hal ini memberi ruang lebih luas bagi dirinya untuk menentukan cerita dan suara yang ingin dibawa.
Kedua, perubahan identitas. “DEATH OF ME” adalah proyek pertama yang memperkenalkan EVAN sebagai nama utama, bukan sekadar melanjutkan identitas Heeseung dari ENHYPEN.
Ketiga, keberanian membawa sisi personal. Alih-alih hanya mengandalkan citra baru, album ini dibangun sebagai gambaran tentang ketakutan, ambisi, dan keinginan untuk terus maju.
Dengan begitu, album tersebut menjadi semacam pernyataan awal: EVAN ingin membangun karier berdasarkan musik yang merepresentasikan dirinya.
Perjalanan EVAN Baru Saja Dimulai
Belum tepat untuk menyebut “DEATH OF ME” sebagai warisan besar karena album tersebut baru dirilis. Namun, posisi karya ini sebagai debut membuatnya penting untuk perjalanan karier EVAN ke depan.
Album pertama sering menjadi titik pembanding ketika seorang artis berkembang. Dari sinilah publik dapat melihat perubahan suara, cara menulis, pilihan konsep, hingga keberanian artistik pada karya-karya berikutnya.
EVAN sendiri sudah menyampaikan ambisi untuk tampil di panggung yang lebih besar sekaligus menggunakan musik sebagai sumber kekuatan bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa sulit.
Jadi, “DEATH OF ME” bukan cerita tentang berakhirnya sebuah perjalanan.
Ini justru terdengar seperti bab pertama dari identitas EVAN.
Baca Juga: Hati-Hati di Jalan Tulus: Kisah Cinta yang Tak Sampai, Tapi Jadi Warisan Musik
Poin Penting
-
EVAN adalah nama panggung baru Lee Heeseung setelah berpisah dari ENHYPEN.
-
“DEATH OF ME” merupakan mini album pertamanya sebagai solois.
-
Album dirilis pada 7 September 2026 pukul 18.00 KST atau 17.00 WIB.
-
Mini album berisi delapan lagu.
-
EVAN terlibat besar dalam produksi, penulisan, dan penggubahan materi.
-
“Death of Me” menjadi title track dengan warna pop-R&B.
-
Album membawa tema tentang emosi, ketakutan, ambisi, dan tekad untuk terus maju.
Insight Redaksi
“DEATH OF ME” menarik bukan hanya karena statusnya sebagai debut solo EVAN, tetapi karena album ini menjadi ruang pertama untuk melihat identitas musik yang ingin ia bangun setelah meninggalkan ENHYPEN.
Kalau Ces mengikuti perjalanan EVAN sejak era Heeseung di ENHYPEN, dengarkan mini album ini secara utuh, bukan hanya title track. Urutan delapan lagunya memberi gambaran lebih lengkap mengenai arah musik yang sedang ia bangun.
Bagikan artikel ini kepada sesama penggemar K-pop dan ikuti terus informasi musik terbaru bersama Balikpapan TV di balikpapantv.id.
FAQ
1. Kapan mini album “DEATH OF ME” dirilis?
“DEATH OF ME” dirilis pada 7 September 2026 pukul 18.00 KST atau 17.00 WIB.
2. Siapa EVAN?
EVAN merupakan nama panggung Lee Heeseung, yang sebelumnya dikenal sebagai anggota ENHYPEN sebelum melanjutkan karier sebagai solois.
3. Berapa lagu yang ada di “DEATH OF ME”?
Mini album ini berisi delapan lagu, termasuk “Death of Me”, “Ride or Die”, “Not Enough”, “Noise”, “Twilight”, “Immature”, “Overflow”, dan “Going Home”.
4. Apa genre title track “Death of Me”?
Title track tersebut membawa warna pop-R&B dan menjadi lagu yang ditulis serta digubah bersama oleh EVAN.
5. Apakah EVAN terlibat dalam produksi albumnya?
Ya. EVAN mengambil peran besar dalam produksi proyek tersebut dan menulis serta menggubah hampir seluruh lagu di dalam EP.