Toy Story 5 di tahun 2026 Hadirkan Musuh Baru, Teknologi yang Mulai Merebut Waktu Bermain

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 14:52 WIB
Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie menghadapi tantangan teknologi baru yang mengubah cara Bonnie menikmati waktu bermain. (BTV/AI)
Woody, Buzz Lightyear, dan Jessie menghadapi tantangan teknologi baru yang mengubah cara Bonnie menikmati waktu bermain. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Toy Story 5 menghadirkan Woody, Buzz, dan Jessie menghadapi teknologi digital yang mulai mengubah cara Bonnie bermain bersama mainannya.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Toy Story 5 membawa kembali Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan para mainan Pixar dalam petualangan baru ketika teknologi mulai menggeser waktu bermain Bonnie. Film animasi ini disutradarai Andrew Stanton dan resmi tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026.

Bukan cuma soal mainan yang kembali beraksi. Film kelima ini membawa persoalan yang terasa dekat dengan kehidupan anak-anak sekarang: ketika layar dan teknologi semakin mudah mengambil perhatian, apakah mainan tradisional masih punya tempat?

Kali ini, musuhnya bukan mainan lain

Dalam Toy Story 5, Woody, Buzz, Jessie, dan kawan-kawan menghadapi Lilypad, sebuah perangkat tablet baru yang memiliki gagasan sendiri mengenai apa yang terbaik untuk Bonnie.

Konflik tersebut membuat film ini bergerak dari persaingan antarmainan menjadi cerita tentang benturan antara permainan fisik dan teknologi digital. Pixar menyebut pendekatan tersebut sebagai “Toy Meets Tech”.

Premisnya cukup sederhana, tetapi relevansinya luas. Anak-anak kini tumbuh bersama layar, aplikasi, permainan digital, dan berbagai perangkat interaktif. Karena itu, ancaman terhadap para mainan bukan lagi sekadar hadirnya mainan baru, melainkan perubahan cara seorang anak menghabiskan waktu bermain.

Woody dan Buzz kembali dipertemukan

Film ini juga mempertemukan kembali Woody dan Buzz setelah keputusan Woody meninggalkan kelompok pada akhir Toy Story 4 untuk membantu mainan-mainan yang kehilangan anak.

Menurut materi resmi Pixar, Woody kembali ke kamar Bonnie setelah menerima panggilan tak terduga. Ia kemudian bekerja bersama Buzz untuk menghadapi ancaman baru terhadap waktu bermain sekaligus mencari Jessie dan Bullseye yang menghilang.

Kembalinya pasangan karakter ini menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, film kelima tidak sepenuhnya menjadikan Woody sebagai pusat cerita.

Jessie mendapat ruang lebih besar

Salah satu perubahan menarik justru datang dari Jessie. Sejumlah ulasan kritikus menilai film ini memberikan perhatian lebih besar kepada karakter koboi perempuan tersebut.

Roger Ebert menilai fokus yang lebih besar kepada Jessie membuat film memiliki ruang untuk kembali mengeksplorasi pengalaman ditinggalkan sekaligus mempertanyakan pentingnya bermain di tengah dunia digital.

Pendekatan itu membuat Toy Story 5 tidak sekadar mengandalkan nostalgia terhadap Woody dan Buzz. Hubungan Jessie dengan pengalaman masa lalunya ikut memperkaya persoalan yang dibawa film.

Teknologi tidak hanya diposisikan sebagai “penjahat”

Menariknya, film ini tidak sesederhana cerita tentang mainan baik melawan teknologi buruk.

Lilypad hadir sebagai perangkat baru yang justru memiliki pemikiran mengenai apa yang dianggap terbaik untuk Bonnie. Karena itu, konflik berkembang menjadi pertanyaan yang lebih luas: apakah teknologi harus menggantikan permainan tradisional, atau keduanya bisa berjalan berdampingan?

Sejumlah kritik juga melihat film ini lebih bernuansa dalam membahas budaya perangkat digital dibandingkan premis awalnya yang terlihat seperti pertarungan sederhana antara mainan dan teknologi.

Bagi orang tua, tema ini membuat Toy Story 5 bisa dibaca dari dua sisi. Anak-anak dapat menikmati petualangan dan komedinya, sementara penonton yang lebih dewasa bisa melihat persoalan tentang perubahan kebiasaan bermain.

Diperkuat suara lama dan karakter baru

Tom Hanks kembali mengisi suara Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear, dan Joan Cusack sebagai Jessie. Greta Lee mengisi suara Lilypad, sedangkan Conan O'Brien hadir sebagai Smarty Pants.

Deretan pengisi suara lainnya juga mencakup Tony Hale, Craig Robinson, Keanu Reeves, Bonnie Hunt, Wallace Shawn, Kristen Schaal, Ernie Hudson, dan sejumlah pemeran lain.

Andrew Stanton menjadi sutradara sekaligus penulis bersama Kenna Harris, yang juga menjadi co-director. Lindsey Collins bertindak sebagai produser, sementara Randy Newman kembali menangani musik untuk film kelima dalam seri tersebut.

Respons kritikus cukup kuat

Secara kritik, Toy Story 5 mendapat respons yang relatif positif.

Rotten Tomatoes mencatat 93 persen Tomatometer dari 326 ulasan kritikus dan 94 persen skor penonton terverifikasi pada data yang tersedia saat ini. Metacritic mencatat 73/100 berdasarkan 55 ulasan kritikus, dengan kategori “Generally Favorable”.

Pujian banyak diarahkan pada animasi, humor, karakter, serta relevansi tema teknologi dan waktu bermain. Namun, tidak semua kritikus menganggap film ini sepenuhnya diperlukan. Ada pula yang menilai beberapa pola emosionalnya masih mengulang formula lama waralaba.

Perbedaan respons tersebut justru menunjukkan tantangan terbesar film kelima: bagaimana mempertahankan karakter yang sudah dicintai tanpa membuat ceritanya terasa seperti pengulangan.

Box office menunjukkan kekuatan nama Toy Story

Dari sisi komersial, Toy Story 5 berhasil menembus angka lebih dari US$1,13 miliar secara global berdasarkan data Box Office Mojo yang tersedia pada September 2026. Angka tersebut menempatkannya di jajaran film dengan pendapatan global terbesar tahun ini.

Indonesia juga menjadi salah satu pasar internasional film ini. Data The Numbers mencatat pendapatan Toy Story 5 di Indonesia sekitar US$5,92 juta.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa daya tarik karakter Woody, Buzz, dan Jessie masih kuat, bahkan setelah waralaba berjalan lebih dari tiga dekade sejak film pertama dirilis pada 1995.

Baca Juga: Resident Evil Reboot 2026, Cerita Baru tapi Jiwa Game Masih Terasa Kuat

Nostalgia bertemu persoalan masa kini

Kekuatan utama Toy Story 5 bukan hanya pada kembalinya karakter lama. Film ini mencoba membawa pertanyaan yang berbeda ke dunia mainan: bagaimana sesuatu yang sudah lama dicintai bisa tetap relevan ketika kebiasaan manusia berubah?

Itulah yang membuat konflik mainan versus teknologi terasa lebih dekat dengan kehidupan sekarang. Mainan tidak sekadar takut kehilangan tempat di kamar Bonnie, tetapi harus berhadapan dengan perubahan cara anak menemukan kesenangan.

Pada akhirnya, Toy Story 5 tetap menawarkan petualangan dan komedi, tetapi lapisan ceritanya mengajak penonton melihat kembali arti bermain, persahabatan, dan hubungan anak dengan benda-benda yang menemani masa kecilnya.

Poin Penting

Insight Redaksi

Toy Story 5 menarik bukan karena sekadar menghidupkan kembali nostalgia, tetapi karena memasukkan persoalan yang benar-benar dekat dengan kehidupan anak-anak sekarang: perubahan cara bermain akibat teknologi.

FAQ

Kapan Toy Story 5 tayang di Indonesia?
Film ini tercatat tayang di Indonesia pada 17 Juni 2026.

Berapa durasi Toy Story 5?
Durasi film sekitar 102 menit atau 1 jam 42 menit.

Siapa sutradara Toy Story 5?
Andrew Stanton menjadi sutradara, dengan Kenna Harris sebagai co-director.

Siapa pengisi suara Woody dan Buzz?
Tom Hanks kembali sebagai Woody, sedangkan Tim Allen mengisi suara Buzz Lightyear. Joan Cusack kembali sebagai Jessie.

Apa konflik utama Toy Story 5?
Woody, Buzz, Jessie, dan para mainan menghadapi perubahan waktu bermain Bonnie setelah hadirnya Lilypad, perangkat tablet baru.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Toy Story 5 Disney Pixar Film 2026