Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Kisah di balik Almost Is Never Enough, duet Ariana Grande dan Nathan Sykes yang lahir dari kejutan studio dan menjadi favorit penggemar.
Balikpapan TV - Hai Ces! “Almost Is Never Enough” mempertemukan Ariana Grande dan Nathan Sykes dalam balada pop-soul tentang cinta yang nyaris berhasil, tetapi akhirnya tetap berjarak. Lagu ini dirilis pada 2013 untuk soundtrack The Mortal Instruments: City of Bones dan kemudian masuk ke album debut Ariana, Yours Truly.
Menariknya, duet ini sebenarnya bukan rencana awal. Ariana mengungkapkan bahwa ia mula-mula merekam lagu tersebut sebagai balada solo. Beberapa hari kemudian, manajernya, Scooter Braun, mengirimkan versi yang sudah diberi vokal Nathan Sykes. Ariana mengaku langsung menyukai hasilnya.
Awalnya Bukan Duet Ariana Grande dan Nathan Sykes
Di balik suara dua penyanyi yang terdengar seperti memang dirancang berpasangan, ada sebuah keputusan kreatif yang datang belakangan.
Ariana mengatakan kepada Teen Vogue pada 2013 bahwa “Almost Is Never Enough” awalnya dibuat sebagai salah satu balada untuk album debutnya. Ia merekam lagu tersebut seorang diri sebelum menerima versi baru dengan vokal Nathan.
Respons Ariana terhadap versi tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik dari perjalanan lagu ini. Ia merasa suara Nathan cocok dengan karakter balada yang sudah direkamnya.
Dari sinilah sebuah lagu yang semula merupakan karya solo berubah menjadi percakapan vokal antara dua penyanyi muda yang saat itu sama-sama sedang membangun karier.
Keputusan tersebut juga terasa masuk akal secara musikal. Suara Ariana yang tinggi dan fleksibel bertemu dengan karakter vokal Nathan yang lebih berat dan soulful. Hasilnya bukan duet yang saling berebut perhatian, melainkan dua perspektif dari hubungan yang sama.
Mengapa Judulnya “Almost Is Never Enough”?
Kekuatan lagu ini justru berada pada gagasan sederhana: hampir berhasil tetap berarti gagal ketika yang dibutuhkan adalah benar-benar bersama.
Cerita dalam lagu menggambarkan dua orang yang sebenarnya memiliki perasaan satu sama lain. Masalahnya bukan semata-mata tidak ada cinta, tetapi mereka tidak pernah sampai pada titik ketika perasaan itu diwujudkan menjadi hubungan yang benar-benar berhasil.
Karena itu, kata “almost” menjadi pusat emosinya.
Mereka nyaris bersama.
Nyaris memahami perasaan masing-masing.
Nyaris mendapatkan kesempatan kedua.
Tetapi “nyaris” tetap tidak sama dengan “berhasil”.
Tema seperti ini membuat lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Tidak semua kisah cinta berakhir karena seseorang berhenti mencintai. Ada pula hubungan yang kandas karena waktu, keadaan, ketidaksiapan, atau karena dua orang tidak pernah benar-benar mengatakan apa yang mereka rasakan.
Baca Juga: Ride or Die EVAN: Debut Solo Eks Heeseung ENHYPEN yang Buka Babak Baru
Ada Cerita Ariana, Nathan, dan Harmony Samuels
“Almost Is Never Enough” tidak hanya dibangun oleh dua vokalisnya.
Kredit penulisan lagu mencantumkan Ariana Grande, Harmony Samuels, Carmen Reece, Al Sherrod Lambert, Moses Ayo Samuels, dan Olaniyi Michael Akinkunmi. Harmony Samuels juga menjadi sosok penting dalam produksi lagu tersebut.
Menariknya, kolaborasi tersebut kemudian menjadi bagian dari hubungan profesional Nathan dengan Harmony Samuels.
Dalam wawancara beberapa tahun setelahnya, Nathan menjelaskan bahwa pengalaman bekerja dengan Harmony pada “Almost Is Never Enough” ikut mempertemukan mereka kembali dalam perjalanan solo Nathan setelah The Wanted.
Jadi, lagu ini bukan hanya menjadi duet Ariana dan Nathan. Ia juga menjadi salah satu titik awal hubungan kerja yang kemudian berlanjut dalam karier Nathan sebagai penyanyi solo.
Dari Album Yours Truly ke Soundtrack Film
“Almost Is Never Enough” memiliki dua konteks penting.
Versi soundtrack berdurasi sekitar 3 menit 30 detik dan menjadi bagian dari The Mortal Instruments: City of Bones soundtrack. Lagu tersebut dirilis pada 19 Agustus 2013, menjelang perilisan film di bioskop pada 21 Agustus.
Sementara itu, versi yang lebih panjang kemudian hadir di album debut Ariana, Yours Truly, yang dirilis pada tahun yang sama. Apple Music mencatat lagu tersebut sebagai bagian dari katalog Yours Truly bersama Ariana Grande dan Nathan Sykes.
Penempatan ini membuat lagu tersebut memiliki dua fungsi sekaligus: menjadi bagian dari promosi film dan menjadi bagian dari identitas musikal Ariana pada era debutnya.
Baca Juga: Makna Lagu “That’s So True” Gracie Abrams: Saat Mantan Move On, Hati Malah Belum
Kenapa Produksinya Terasa Klasik?
Salah satu hal yang membuat “Almost Is Never Enough” berbeda dari banyak lagu pop awal 2010-an adalah pendekatan produksinya.
Lagu ini tidak bergantung pada produksi elektronik yang agresif. Aransemen memberikan ruang besar bagi vokal dan nuansa balada. Kredit Apple Music juga mencatat keberadaan sejumlah pemain string, termasuk violin, viola, dan cello, yang memperkuat karakter dramatisnya.
Produser Harmony Samuels kemudian menggambarkan pendekatannya terhadap Nathan sebagai upaya mempertahankan karakter suara penyanyi tersebut, bukan memaksanya mengikuti bentuk tertentu. Dalam wawancara 2015, Samuels menyebut Nathan memiliki suara yang besar dan bernuansa seperti era musik sebelumnya.
Itulah sebabnya lagu ini terdengar lebih seperti slow ballad yang berorientasi pada vokal daripada lagu pop yang mengejar ledakan produksi.
Dan keputusan itu penting.
Ketika musik dibuat sederhana, ekspresi vokal menjadi pusat perhatian. Tarikan napas, harmoni, perubahan dinamika, hingga perbedaan karakter suara Ariana dan Nathan menjadi bagian dari cerita.
Ketika Dua Suara Berbeda Justru Saling Melengkapi
Ariana membawa karakter vokal yang ringan, tinggi, dan ekspresif. Nathan memberikan warna yang lebih rendah, tebal, dan soulful.
Perbedaan tersebut membuat lagu terasa seperti percakapan.
Bukan sekadar Ariana menyanyikan bagian pertama lalu Nathan mendapat bagian berikutnya, tetapi seperti dua orang yang sedang melihat kembali hubungan yang sama dari sisi berbeda.
Ini pula yang membuat bagian duet terasa penting. Ketika keduanya bernyanyi bersama, lagu seolah mencapai titik yang sejak awal dibangun oleh cerita: dua orang yang akhirnya menyadari bahwa mereka sebenarnya memiliki perasaan yang sama.
Sayangnya, kesadaran itu datang ketika semuanya sudah terlambat.
Baca Juga: deja vu Olivia Rodrigo dan Kisah Mantan yang Berubah Jadi Pop Penuh Sindiran
Respons Publik dan Perjalanan di Tangga Lagu
Secara komersial, “Almost Is Never Enough” bukanlah lagu yang mendominasi tangga lagu global. Namun, performanya menunjukkan bahwa lagu tersebut tetap berhasil mendapatkan perhatian di beberapa pasar.
Di Inggris, lagu ini mencapai posisi No. 49 di Official Singles Chart dan bertahan selama dua minggu di chart tersebut. Di Official Hip Hop and R&B Singles Chart Inggris, lagu ini bahkan mencapai posisi No. 7.
Di Amerika Serikat, lagu ini mencapai puncak sekitar posisi No. 82 di Billboard Hot 100.
Angka tersebut mungkin tidak terlihat spektakuler jika dibandingkan dengan sejumlah hit terbesar Ariana di tahun-tahun berikutnya.
Namun, konteksnya penting.
Saat lagu ini dirilis, Ariana baru berada di awal perjalanan sebagai penyanyi pop. Yours Truly sendiri merupakan album debutnya. Nathan pun masih berada dalam fase transisi dari The Wanted menuju karier solonya.
Dengan kata lain, “Almost Is Never Enough” hadir pada masa ketika dua penyanyinya sama-sama sedang mencari bentuk baru dalam perjalanan karier masing-masing.
Baca Juga: APT. ROSÉ dan Bruno Mars Meledak di Dunia, Ternyata Terinspirasi dari Permainan Minum Korea
Chemistry Keduanya Juga Menjadi Perhatian
Ada satu lapisan lain yang membuat duet ini semakin menarik pada masanya: hubungan personal Ariana Grande dan Nathan Sykes.
Keduanya kemudian diketahui pernah berpacaran setelah berkolaborasi. Pada September 2013, ketika E! News menanyakan mengenai Nathan, Ariana bahkan terlihat malu-malu dan memilih menghindari pertanyaan tersebut.
Namun, penting membedakan antara kisah personal mereka dan makna lagu.
“Almost Is Never Enough” tetap merupakan karya yang ditulis dan diproduksi sebelum publik kemudian menjadikan hubungan keduanya sebagai bagian dari cerita di luar musik. Jangan sampai kisah pribadi para penyanyi membuat pembaca menganggap setiap lirik sebagai pengakuan autobiografis.
Yang lebih menarik justru bagaimana chemistry dua penyanyi tersebut membuat penampilan lagu terasa semakin meyakinkan.
Dari Lagu Soundtrack Menjadi Lagu yang Bertahan
Film The Mortal Instruments: City of Bones mungkin tidak menjadikan “Almost Is Never Enough” sebagai lagu yang hanya diingat karena filmnya.
Sebaliknya, lagu tersebut kemudian memperoleh kehidupan sendiri melalui Yours Truly dan berbagai platform musik.
Video musik resminya juga memperlihatkan Ariana dan Nathan sebagai pasangan dalam cerita visual lagu tersebut. Video tersebut dipublikasikan melalui kanal resmi Ariana Grande pada Agustus 2013 dan hingga kini masih tersedia sebagai salah satu dokumentasi penting dari era awal kariernya.
Hal ini menunjukkan sesuatu yang menarik dalam industri musik: sebuah lagu soundtrack tidak selalu berhenti sebagai bagian dari promosi film.
Jika lagunya memiliki identitas yang kuat, ia bisa keluar dari konteks film dan menjadi bagian dari perjalanan karier artis.
Baca Juga: Resident Evil Reboot 2026, Cerita Baru tapi Jiwa Game Masih Terasa Kuat
Mengapa “Almost Is Never Enough” Masih Menarik Didengar?
Lebih dari satu dekade setelah dirilis, daya tarik lagu ini tidak terutama berasal dari produksinya yang mewah atau strategi promosi besar.
Kekuatannya justru sederhana.
Lagu ini berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi: penyesalan karena menyadari perasaan ketika kesempatan sudah hampir lewat.
Tidak ada kemenangan besar di dalam ceritanya.
Tidak ada akhir bahagia yang benar-benar diberikan.
Yang tersisa hanyalah pertanyaan tentang apa yang mungkin terjadi jika dua orang tersebut lebih jujur sejak awal.
Itulah yang membuat lagu ini tetap relevan untuk pendengar yang pernah berada dalam situasi serupa—bukan karena ceritanya identik dengan kehidupan setiap orang, tetapi karena perasaan “seandainya waktu itu...” merupakan pengalaman yang mudah dipahami.
Poin Penting
- “Almost Is Never Enough” merupakan duet Ariana Grande dan Nathan Sykes.
- Lagu ini dirilis pada 19 Agustus 2013.
- Lagu menjadi bagian dari soundtrack The Mortal Instruments: City of Bones.
- Versi lebih panjang kemudian masuk ke album debut Ariana, Yours Truly.
- Ariana awalnya merekam lagu tersebut sebagai balada solo sebelum vokal Nathan ditambahkan.
- Penulisan lagu melibatkan Ariana Grande, Harmony Samuels, Carmen Reece, Al Sherrod Lambert, Moses Ayo Samuels, dan Olaniyi Michael Akinkunmi.
- Lagu mencapai No. 49 di UK Singles Chart dan No. 82 di Billboard Hot 100.
Insight Redaksi
“Almost Is Never Enough” menunjukkan bahwa lagu cinta tidak selalu membutuhkan cerita yang rumit. Dengan aransemen yang relatif memberi ruang pada vokal, dua karakter suara yang berbeda justru mampu membuat cerita tentang hubungan yang gagal terasa personal.
Yang membuatnya bertahan bukan sekadar nama Ariana Grande atau Nathan Sykes, melainkan gagasan sederhana yang menjadi inti judulnya: hampir mendapatkan sesuatu tetap berarti belum benar-benar memilikinya.
Rekomendasi
Kalau Ces sedang ingin mendengarkan lagu Ariana Grande yang lebih menonjolkan vokal, harmoni, dan nuansa balada klasik dibandingkan produksi pop modernnya, “Almost Is Never Enough” layak masuk daftar.
Lagu ini juga menarik didengarkan berdampingan dengan karya-karya Ariana pada era Yours Truly untuk melihat bagaimana karakter vokalnya berkembang sebelum memasuki fase pop yang jauh lebih besar.
Kalau menurut Ces lagu ini masih punya tempat di playlist galau sampai sekarang, bagikan artikel ini ke teman yang pernah mengalami kisah “nyaris jadi, tapi akhirnya tidak jadi” dan ikuti terus informasi musik terbaru dari Balikpapan TV.
FAQ
1. Siapa yang menyanyikan “Almost Is Never Enough”?
Lagu ini dinyanyikan oleh Ariana Grande dan Nathan Sykes.
2. Kapan “Almost Is Never Enough” dirilis?
Lagu ini dirilis pada 19 Agustus 2013 sebagai bagian dari soundtrack The Mortal Instruments: City of Bones.
3. Apakah “Almost Is Never Enough” masuk album Ariana Grande?
Ya. Versi yang lebih panjang menjadi bagian dari album debut Ariana Grande, Yours Truly.
4. Apakah Ariana Grande awalnya menyanyikan lagu ini sendirian?
Ya. Ariana mengatakan bahwa ia awalnya merekam lagu tersebut sebagai balada solo sebelum menerima versi yang sudah ditambahkan vokal Nathan Sykes.
5. Apa makna “Almost Is Never Enough”?
Secara umum, lagu ini menggambarkan hubungan yang sangat dekat dengan keberhasilan, tetapi akhirnya gagal karena dua orang tersebut tidak benar-benar sampai pada titik bersama.
6. Siapa penulis “Almost Is Never Enough”?
Kredit penulis mencakup Ariana Grande, Harmony Samuels, Carmen Reece, Al Sherrod Lambert, Moses Ayo Samuels, dan Olaniyi Michael Akinkunmi.
Seberapa tinggi lagu ini di tangga lagu?
Lagu ini mencapai posisi No. 49 di UK Singles Chart dan sekitar No. 82 di Billboard Hot 100.